<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3890816747341775168</id><updated>2012-02-16T06:10:30.381-08:00</updated><title type='text'>Selembar Pagi, Marrionate</title><subtitle type='html'>PENA YANG USANG LEBIH BERHARGA DARIPADA INGATAN YANG TAJAM...</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>kakanda428</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15375288489042897078</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-sklWIDZXOUo/Tyn4pzj9z9I/AAAAAAAAAt4/OsNhTKu1vSk/s220/295787_303889559623767_100000081778227_1330461_1182585975_n.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>223</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3890816747341775168.post-8789359254520235188</id><published>2012-02-05T18:58:00.000-08:00</published><updated>2012-02-05T19:09:09.019-08:00</updated><title type='text'>SENJA DALAM LOYANG</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-1xC9iq1968Y/Ty9DqofuvQI/AAAAAAAAAvA/GRmCyf3lYp4/s1600/2792856843_44dd6b4301.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 215px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-1xC9iq1968Y/Ty9DqofuvQI/AAAAAAAAAvA/GRmCyf3lYp4/s320/2792856843_44dd6b4301.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5705853652605779202" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;(A)&lt;br /&gt;Ketika tiga loyang tembaga berbentuk bundar itu mengepulkan uap panas, adonan putih yang lengket kental dalam wadah plastik yang ditakar dalam cangkir dituang dalam ceruk loyang. Mentega telah membuat permukaan loyang licin berkilat lewat sapuan kuas, agar uap panas tak membuat adonan menjadi lengket. Adonan menutup rata permukaan dalam gerak tangan melingkar mengikuti bentuk loyang, diiringi asap tipis.&lt;br /&gt;Senyawa yang tersusun dari tepung terigu, margarin, garam, telur ayam dan air. Bercengkrama dalam wadah dalam pergumulan yang lengket dan liat. Lihatlah, sembari matamu menangkap adonan itu mengering adonan bagian tengah berdegup bagai jantung. Sesekali panas diatur dalam temperatur yang pas pada kompor agar api tak lekas menyulap adonan menjadi benua afrika dengan bau sengak yang tajam dan pahit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika pinggir adonan beralih warna menjadi coklat muda yang garing, bagian tengah tak lagi rancak berdegup akan tetapi lembab dan mengeras seperti permadani. Tanganmu menjumput butir-butir gula dan menaburkannya seumpama menata hujan di atas adonan. Udara berbau manis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu adonan bulat yang mengering gurih diangkat dari loyang, berpindah ke atas meja marmer. Liukan susu kental manis melukis garis dari celah sempit kaleng bundar. Taburan kacang tanah bagai kerikil,taburan mesis, gumpalan selai strawbery, parutan keju yang lurus panjang atau ketan berwarna dengan rasa masam yang manis basah karena masih menyimpan sedikit kadar air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tajam pisau membelah adonan bundar menjadi dua bagian yang rekah dalam garis vertikal, dilipat menjadi satu tumpukan. Dan kau menambah kuasan mentega cair agar adonan mengkilat dan menggiurkan. Asap hangat membawa aromanya ke udara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(B)&lt;br /&gt;Mulut teko bersuit panjang, mendengus dengan asap-asap yang keluar bersusulan. Tunggu sebentar, cangkir yang berbaris dalam rak masih mengeringkan badan. Satu sendok gula mungkin cukup agar kamu tak diserang diabetes. Teko menumpahkan air yang bergolak ke dalam cangkir hingga leher. Air mendidih bisa melenakan pertemuan menyatu dalam pusaran sendok yang membuat rasa manis menempel pada air. Lalu kantung tembus pandang dengan remah-remah daun teh kering dalam balutan berendam hingga menyebarkan warna putih menjadi merah tua atau kecokelatan. Seperti warna kayu yang meranggas.&lt;br /&gt;Secangkir teh untukmu, aroma yang merindukan tegukan bibirmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(C)&lt;br /&gt;Aku tak punya mesin espreso. Bubuk hitam dari stoples bening setengah sendok kutabur dalam cangkir sementara butiran gula membuatnya menjadi manis dan menyatu dalam air tercurah yang bergolak berasap. Bubuk yang menyimpan riwayat panjang; biji-biji mungil yang masak kemerahan disangrai dan digiling hingga menjadi serbuk halus hitam pahit yang khas. Rasa pahit bercumbu dalam lidah, rasa pahit yang berolah dalam rasa.&lt;br /&gt;Secangkir kopi untukku di senja yang memanggil namamu dalam bayang bangau yang pulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(D)&lt;br /&gt;Sejarah penciptaan menulis perempuan terbuat dari tulang rusuk lelaki pertama. Kun fayakun mentasbihkan yang bermula tiada lalu menjelma mahluk jelita sebagai pendamping. Kemudian rahasia-rahasia berbalut: di mana hati dilabuhkan, dua jiwa ditautkan, di mana kelak dimatikan. Dan kita bagian panjang dalam sejarah pertemuan lelaki dan perempuan pertama.dalam silsilah waktu yang tak panjang dari  sejarah pertemuan lelaki da perempuan pertama. &lt;br /&gt;Menjelma kini, engkau yang masih belum bersua, aku yang masih gagap mengenali tanda-tanda berkabut. Kita termaktub dalam rahasia kincir takdir; di mana bertemu, kapan bersatu atau mungkin mengenal tanpa persatuan dua jiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila saat itu tiba, mari duduk bersamaku…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(A, B, C, D)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senja seakan mengapung di langit barat kota kita; burung yang kembali pulang, ujung tiang kapal datang dan pergi. Tirai malam sebentar lagi diturunkan bersama azan yang berangkat. Senja dalam loyang kita bertemu di meja perjamuan: martabak manis yang hangat, secangkir teh celupmu, segelas kopiku. Mungkin bila takdir dituliskan kita menjadi satu adonan yang menghadapi manis dan pahit hidup dalam cangkir-cangkir yang sewaktu-waktu pecah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi senja penuh ilusi ini menanti kita tengadah menatap satu layar: rahasia pertemuan di jauhan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hawa, mari bersulang!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemiling, Februari 2012&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3890816747341775168-8789359254520235188?l=setangkaisubuh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/feeds/8789359254520235188/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2012/02/senja-dalam-loyang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/8789359254520235188'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/8789359254520235188'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2012/02/senja-dalam-loyang.html' title='SENJA DALAM LOYANG'/><author><name>kakanda428</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15375288489042897078</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-sklWIDZXOUo/Tyn4pzj9z9I/AAAAAAAAAt4/OsNhTKu1vSk/s220/295787_303889559623767_100000081778227_1330461_1182585975_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-1xC9iq1968Y/Ty9DqofuvQI/AAAAAAAAAvA/GRmCyf3lYp4/s72-c/2792856843_44dd6b4301.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3890816747341775168.post-805992361200625840</id><published>2012-01-27T20:42:00.000-08:00</published><updated>2012-01-27T20:48:36.426-08:00</updated><title type='text'>SOLILOKUI LANGIT JANUARI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-dkF2zEMMvJk/TyN9iGjOfNI/AAAAAAAAAtc/DH33LS4IDtw/s1600/400167_355513924461330_100000081778227_1493452_2137742155_n.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-dkF2zEMMvJk/TyN9iGjOfNI/AAAAAAAAAtc/DH33LS4IDtw/s320/400167_355513924461330_100000081778227_1493452_2137742155_n.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5702539578008566994" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tahun bertukar cincin. Lalu kini kau panggil aku sebagai januari. Tahun-tahun penuh geletup api telah patah, hanya kerdip yang sesekali lewat ingin berubah basah. Aku hanya mencoba mengasah kedua mataku agar lebih tanak setelah gemetar dalam hujan menjadi teman singgah, meletup kemudian di waktu yang terbelai. Dimensi tak akan punah dari sejarah cinta. Kita senantiasa bertarung dalam tarian ketidakmengertian cuaca dunia yang selalu berubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapan engkau berangkat? Melintasi tujuh lapis tangga dan tanda. Jadi elang atau merpati. Belum juga kau selesaikan kata pengantar untuk Tuhan di perjalanan yang akan datang. Sementara itu, stasiun kerap kali mengirim sinyal dalam getar, dalam gambar bergerak dan mikrofon yang berloncatan. Kau selalu berpikir bahwa arlojimu masih bayi dan lama akan dewasa untuk pecah dalam puing usia, dalam geletar ruang rasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Tubuhmu adalah penanggalan yang berlari, weker mungil yang menanti sepi sendiri&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Apa artinya kecamuk, karena tak ada yang kekal dalam pertunjukan. Apa artinya kau kabarkan, desember telah menghabiskan cat air untuk melukis burung yang terbang. Juga suara terompet yang susut perlahan. Kita hanya menukar kenangan dan bayangan menua yang kita ganti saat malam pergantian. Kau paksa aku memakai sepatu yang terbuat dari waktu yang loncengnya akan sampai pada sebidang tanah berdebu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Tubuhmu adalah cermin bundar memanggil timur dan barat, meramalkan gelap atau terang…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langit semakin turun, sayap bidadari menyulam ilusi sebatang kara dalam lamun kolam kenangan. Basuh kembali mimpi-mimpi yang tergadai dan terbantai. Setelah malam hilang cahaya,sepi melangkah sendiri; mengeja mantra ratapan,tertulis dalam lembaran demi lembaran. Bayanganmu datang dan menanti beranting sepi di ujung mimpi yang berulangkali basi di keluasan langit januari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Tubuhmu adalah rasi bintang; canopus, capella, vega dalam 12 bulan perawan: kupu-kupu atau kunang-kunang, kedatangan atau kepergian.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Januari 2012&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3890816747341775168-805992361200625840?l=setangkaisubuh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/feeds/805992361200625840/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2012/01/solilokui-langit-januari.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/805992361200625840'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/805992361200625840'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2012/01/solilokui-langit-januari.html' title='SOLILOKUI LANGIT JANUARI'/><author><name>kakanda428</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15375288489042897078</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-sklWIDZXOUo/Tyn4pzj9z9I/AAAAAAAAAt4/OsNhTKu1vSk/s220/295787_303889559623767_100000081778227_1330461_1182585975_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-dkF2zEMMvJk/TyN9iGjOfNI/AAAAAAAAAtc/DH33LS4IDtw/s72-c/400167_355513924461330_100000081778227_1493452_2137742155_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3890816747341775168.post-5296526582923629551</id><published>2012-01-17T19:17:00.000-08:00</published><updated>2012-01-17T19:19:05.579-08:00</updated><title type='text'>FLP: PUZZLE SEBUAH MUSIM</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Hampir tiga tahun bersama FLP, saya merasakan bahwa saya seperti melihat puzzle sebuah musim. Kombinasinya berganti-ganti. Meski begitu selalu ada aroma kerinduan yang tak terbantahkan hadir. Bila kombinasi puzzle ini tersusun dengan benar, saya melihat sebuah musim semi: menjanjikan aroma pertumbuhan yang segar, tempat segala daun, bunga yang kuncup menggeliat bangkit menyongsong matahari. Namun bila kombinasinya sedang bergeser salah, saya melihat aroma mendung: bunga-bunga sembunyi, dan kesepian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, musim tak selalu hadir secara konstan. Ia seperti langit yang terkelupas: sunyi, canda, tawa, harapan selalu hadir dan menggeliat karena semua bisa tumbuh dalam segala kondisi yang melingkupinya. Dan FLP, taman kunang-kunang tercinta sudah melewatinya dan akan terus melewati suasana alam yang mengikuti dalam setiap bagian perjalanannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada Minggu, 11 Desember  2011 dimana FLP Wilayah Lampung menginjak usia ke 11, saya melihat puzzle yang sempat mendung bulan-bulan belakangan, menemukan seminya. Senang rasanya melihat anggota-anggota baru beserta pengurus yang menghandle acara yang cukup meriah dengan kondisi yang mungkin sedang tidak kondusif. Syukur alhamdulillah, acara berjalan lancar. Malu rasanya saya tak bisa berbuat banyak dan tak bisa menyumbang apa-apa hanya tenaga sisa di saat acara berlangsung dan itu menjadikan sebuah beban yang mengarah pada satu tudingan: apakah saya masih pantas disebut sebagai anggota Forum Lingkar Pena?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah harapan yang ingin saya ungkapkan adalah kita perpanjang musim semi ini. Kita punya sumber daya manusia yang rasanya tak bisa diremehkan, kita punya link yang begitu kuat. Saya ingin Forum Lingkar Pena Wilayah Lampung tak hanya menemukan musim seminya saat menggelar sebuah event, setelah event berakhir surut kembali. Saya ingin teman-teman secara bersama-sama berkomitmen untuk menjaga kelangsungan dan eksistensi Forum Lingkar Pena secara mendasar: aktif menggelar kelas menulis secara berkala satu minggu sekali, penguatan karya berjamaah secara  intens, dan terus melaksanakan agenda-agenda yang menambah keakraban satu sama lain. Jangan menambah murung dan jangan ditelantarkan begitu saja tanpa kejelasan. Satu hal yang penting: komitmen secara pribadi masing-masing anggota terhadap FLP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menyadari bahwa tak ada yang abadi dalam setiap pertemuan. Selalu ada masanya kita menghadapi dua simpang kehidupan: ditinggalkan atau meninggalkan. Selalu ada pergantian. Saya hanya ingin FLP bisa bermanfaat buat orang lain dan juga bermanfaat dalam segala upgrade anggota-anggotanya. Saya ingin FLP bangkit menyongsong semi dan anggota-anggotanya bisa bercahaya di belantara kepenulisan masa depan. Dan FLP Wilayah Lampung memiliki tantangan untuk itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ingin Forum Lingkar Pena (FLP) Wilayah Lampung bisa menjadi musim semi bagi dirinya sendiri, buat anggota-anggotanya dengan kesolidan yang terjaga, dengan intensitas pertemuan yang terjaga dan kualitas karya yang bisa berkepak-kepak menghiasi dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambut musim semi itu FLP, jangan biarkan 11 tahun perjalanan hanya pengulangan-pengulangan musim yang meletihkan. Jadikan musim semi dengan kombinasinya yang indah dan menakjubkan dengan kunang-kunang berpendaran sebagai konsistensi jangka panjang yang terjaga; melihat daun, bunga, aroma yaitu karya menggeliat bangkit  dan tentu musim semi selalu menawarkan harapan menjadi lebih baik yang selalu menanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam dari Kunang-kunang!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16 Desember 2011&lt;br /&gt;Agus Kindi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nb: SEBUAH RENUNGAN KECIL MENYAMBUT MILAD FLP lAMPUNG&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3890816747341775168-5296526582923629551?l=setangkaisubuh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/feeds/5296526582923629551/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2012/01/flp-puzzle-sebuah-musim.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/5296526582923629551'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/5296526582923629551'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2012/01/flp-puzzle-sebuah-musim.html' title='FLP: PUZZLE SEBUAH MUSIM'/><author><name>kakanda428</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15375288489042897078</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-sklWIDZXOUo/Tyn4pzj9z9I/AAAAAAAAAt4/OsNhTKu1vSk/s220/295787_303889559623767_100000081778227_1330461_1182585975_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3890816747341775168.post-286560027071476696</id><published>2012-01-14T22:47:00.000-08:00</published><updated>2012-01-14T22:49:37.638-08:00</updated><title type='text'>BERIBU GAUNG</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;beribu gaung. sisa mantra.bola kristal yang melukis sepi paling darah. sisa udara. gerimis pecah. terus mematuk jendela. gaung paling relung bersabda pada cinta: ada yang tersisa dari liur luka dan gemanya beribu melipat nama. hingga menyerpih pada suatu masa. di saat aku hilang arah.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;merindu cuaca gema, suara yang terbang ke udara&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Januari 2012&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3890816747341775168-286560027071476696?l=setangkaisubuh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/feeds/286560027071476696/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2012/01/beribu-gaung.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/286560027071476696'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/286560027071476696'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2012/01/beribu-gaung.html' title='BERIBU GAUNG'/><author><name>kakanda428</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15375288489042897078</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-sklWIDZXOUo/Tyn4pzj9z9I/AAAAAAAAAt4/OsNhTKu1vSk/s220/295787_303889559623767_100000081778227_1330461_1182585975_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3890816747341775168.post-8466995951493522141</id><published>2012-01-14T22:44:00.000-08:00</published><updated>2012-01-14T22:47:12.679-08:00</updated><title type='text'>DALAM WARNA, RINDU YANG PECAH</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sebab kita tidak akan pernah senada meski tercipta dalam alun tunggal dan mengapung dalam semesta. Kita tak akan serupa dalam alun komponis dunia dan kenangan hanya hitam yang makin legam menuju ke barat. Senyuman hanya bias yang dpantulkan lewat cermin cembung cerita. Lagi-lagi masalah waktu yang telah berlari dan terus menjauh. Foto yang semakin menyisakan debu pada album retak kita bertanggal dan memilki masa yang kian menyusut dan kita akan memandanginya bila kelak tua sebelum tiada&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dalam warna yang coba kusetiakan biru, tak juga abadi. Tak akan bertemu bila rindu hanya satu arah. Tak akan pernah abadi bila dusta kau tikam kepercayaan untuk kesetiaan yang berayun dalam waktu dan penantian maya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sudahlah, waktu sudah makin ke barat. Kita umpamkan itu semata kisah lama, sahabat. Tak ada yang perlu digugat dan didebat, bila biru mencair dan menguap. Terbang dengan sayap yang kau pilih hisap segala senyap dan penantian yang lama terpendam jadi jantung, dalam warna yang kusimpan dalam warna abadi.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dalam segala warna aku hanya mengikuti sabda. Rindu yang bergumpal sekian lama biar pecah bersama sepotong fragmen kita dalam keteduhan masa remaja yang menyusut. Rindu yang pecah ini kusyukuri bahwa tak ada yang abadi&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Cinta dan kerinduan tumbuh dan meranggas lalu mati bersama duri.Ini semata masalah waktu yang menunggu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;14 Oktober 2011&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3890816747341775168-8466995951493522141?l=setangkaisubuh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/feeds/8466995951493522141/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2012/01/dalam-warna-rindu-yang-pecah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/8466995951493522141'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/8466995951493522141'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2012/01/dalam-warna-rindu-yang-pecah.html' title='DALAM WARNA, RINDU YANG PECAH'/><author><name>kakanda428</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15375288489042897078</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-sklWIDZXOUo/Tyn4pzj9z9I/AAAAAAAAAt4/OsNhTKu1vSk/s220/295787_303889559623767_100000081778227_1330461_1182585975_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3890816747341775168.post-1269729304565709771</id><published>2012-01-14T22:13:00.000-08:00</published><updated>2012-01-14T22:21:26.814-08:00</updated><title type='text'>MENANAM BENIH KATA...YUK, MARI...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-vmxzmVSddIE/TxJwMEOaheI/AAAAAAAAAss/LKe677OtrZY/s1600/1905111012_menanam.jpeg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 165px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-vmxzmVSddIE/TxJwMEOaheI/AAAAAAAAAss/LKe677OtrZY/s320/1905111012_menanam.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5697739831172040162" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;JUDUL            : MENANAM BENIH KATA&lt;br /&gt;PENULIS          : ARI PAHALA HUTABARAT&lt;br /&gt;PENERBIT         : DEWAN KESENIAN LAMPUNG&lt;br /&gt;TEBAL            : 284 HALAMAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MENANAM BENIH KATA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini dia sebuah buku yang mendobrak segala kejemuan kita terhadap buku teori-teori pembuatan puisi yang selama ini beredar. Buku ini dibuat oleh penulisnya dengan gaya yang berbeda: mengajarakan teknik dan tips pembuatan puisi dasar yang baik tanpa perlu menjabarkan teori-teori kaku yang kelihatan bersahaja namun menimbulkan kengerian sendiri karena keribetannya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Buku berjudul MENANAM BENIH KATA yang ditulis seorang penyair kenamaan Lampung sekaligus Ketua Komite Sastra Dewan Kesenian Lampung (DKL) yang sudah punya nama di kancah perpuisian Indonesia ini menerapkan pengalaman-pengalaman empiriknya yang asik. Ya, Ari Pahala Hutabarat merupakan guru bagi beberapa penyair Lampung yang sudah punya tempat di kancah perpuisian nasional, sebut mislnya Inggit Putria Marga, Jimmy Maruli Alfian, Fitri Yani, Agit dlsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku yang diterbitkan oleh Dewan Kesenian Lampung ini memberi sebuah warna lain dari buku teori menulis (puisi khusunya) yang ada selama ini. Seperti yang tertulis di awal kata pengantarnya buku ini adalah sebuah bentuk provokasi penulisnya terutama buat para sahabat para siswa SMA, Mahasiswa dan para Guru Bahasa dan Sastra di Lampung. Ini dibuat sebagai bentuk keprihatinan penulis yang melihat bahwa ada yang salah dari pengajaran sastra yang berkembang selama ini yang membuat para siswa untuk takut menulis karena menitikberatkan pada teori bukan praktek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 2008 FLP Lampung menghadirkan Ari Pahala Hutabarat sebagai pembicara dalam acara pelantikan anggota baru FLP Lampung dimana saya bertindak sebagai salah satu anggota yang dilantik. Ketika itu Pak Ari yang memberi materi puisi itu cukup mengagetkan saya dan beberapa teman. Bukan karena penampilannya yang easy going seperti anak muda dan gaya pakaiannya yang sederhana—bahkan untuk sampai ke Gedung Bahasa Provinsi Lampung yang menjorok masuk beliau naik angkot dan berjalan kaki dari jalan menuju gedung. Yang mengejutkan tak lain tak bukan adalah beliau tidak memberikan teori puisi. Semua yang hadir di ruangan itu--baik anggota baru bahkan panitianya (berusaha berkelit untuk ambil bagian namun ternyata dapat jatah :)) langsung diajarkan praktek menulis puisi. Caranya pun sedikit nyentrik tapi asik. Dalam waktu 20 menit kami disuruhnya menulis apa saja yang melintas tanpa berhenti di atas selembar kertas; mengabaikan tanda baca, susunan kata, diksi atau apa pun, pokoknya menulis saja terus jangan berhenti sebelum ada perintah. Kami semua menulis tanpa berhenti sementara beliau berkeliling sambil terus memompa terus menghitung dan mendobrak meja bila ada yang terlihat berhenti. Setelah itu kami disuruhnya memilih dan memenggal kata-kata yang sudah tertulis menjadi bait puisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan trik seperti yang saya alami tahun 2008 itu menjadi salah satu bagian dari bukunya ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TEORI BERGAYA NOVEL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam menyampaikan tips, trik, pengertian dan diselingi kata-kata atau definisi penulisan dari penyair dunia dan Indonesia itu, Ari Pahala menyajikannya dalam bentuk novel dengan tokoh-tokoh yang dihadirkan untuk mempermudah menyampaikan maksudnya. Ini dibuat seperti model MENGARANG ITU GAMPANGnya Arswendo Atmowiloto yang menghadirkan teori dalam tanya jawab tokoh imajiner, sementara dalam MENANAM BENIH KATA dibuat dalam bentuk percakapan tokoh-tokohnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui buku ini, Ari Pahala mencoba untuk mengajak pembacanya untuk bergerak dan mulai menulis puisi tanpa rasa takut. Ari Pahala berhasil menerjemahkan pengertian atau istilah dalam teori-teori baku menulis puisi dengan bahasa yang lebih mudah dipahami dan dimengerti. Apalagi lewat metode percakapan tokoh-tokohnya sehingga pembacanya tidak merasa diberi teori padahal dari dialog-dialog, problem-problem tokohnya yang kesulitan membuat puisi—mewakili kita yang punya masalah yang serupa dalam hal menulis puisi--pertanyaan akan terjawab berikut diberi solusi. Dari mulai kesulitan awal untuk memulai menulis berlanjut dari step by step yang diberi judul jurus-jurus ala dunia persilatan, diselingi sedikit humor. Dari jurus dasar sampai pengertian yang masuk dalam tubuh puisi itu sendiri.Santai tapi memberikan sesuatu tanpa perlu mencerna terlalu jauh. Ini lebih konkret dan asik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah Budi bersama teman-temannya Robert, Bedul, Latif  dan Wagino berguru pada Mbah Bob, guru yang nyentrik di Padepokan Beranda Bulan. Nyentrik karena selain easy going, nyeleneh, suka ngopi dan merokok, suka menghukum murid-muridnya dengan jurus kocak semisal setangkai bunga penggugur asmara, tapi di sisi lain Mbah Bob bisa serius dalam memberikan ilmu puisinya kepada murid-muridnya itu lewat analogi empirik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JURUS PERTAMA: RILEKS!&lt;br /&gt;Ya, itu jurus pertama dalam mengawali proses tulis menulis yang diberikan Mbah Bob kepada murid-murudnya. Sebagai mantera pertama berbunyi, “AKU MENULIS DENGAN MUDAH, RINGAN DAN MENYENANGKAN.” Yang harus diresapi agar tak ada ketakutan dalam mengawali menulis—menulis apa saja, bukan hanya puisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Menulislah dengan rasa merdeka, baru kemudian kau akan menemukan maksud dari tulisanmu,” ini mantera berikutnya dimana prakteknya pernah saya alami seperti saat pelantikan anggota baru FLP Lampung 2008, yaitu menulis saja apa yang saat melintas tanpa berhenti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ari pahala membalikan anggapan yang selama ini beredar yang menyesatkan dan untuk mengawali proses menulis lebih ribet. Bila anggapan yang selama ini beredar mengatakan: Tentukan maksud dan kemudian menuangkannya ke dalam bahasa, Ari Pahala membalikannya menjadi MENULIS SAJA DULU DENGAN RASA MERDEKA, TUANGKAN SAJA DULU BEBASKAN DARI BELENGGU-BELENGGU MAKSUD YANG AKAN MENGEKANG KEBEBASAN...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalau kau mendahulukan maksud di atas bahasa—maka pertumbuhan bahasamu akan terbatas, karena ia telah dipagari oleh maksud-maksud yang kau tanam sejak awal tadi. Tapi kalau kau berjalan bersama bahasa—maka pertumbuhan bahasamu pun akan leluasa dan kaya sampai suatu ketika bahasa itu akan merasa cukup dan mulai memunculkan maksud-maksud tulisanmu,” kata Mbah Bob&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut saya kutip beberapa tahapan yang mungkin bisa menggambarkan sedikit metode dalam buku ini, salah satu metode atau jurus yang dinamakan Mbah Bob sebagai RUMAH TANGGA KATA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tulis kata-kata yang berhubungan dengan laut.” Perintah Mbah Bob kepada Budi dkk yang pada suatu hari diajaknya ke laut. Mereka diberi waktu untuk mencatat dan mencermati sekeliling mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“...sekarang kau Robert, coba kau bacakan hasil pengamatanmu.” Perintah Mbah Bob santai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Robert membacakan hasil pengamatannya tadi. “ Karang, ombk, buih, awan putih keringat nelayan, amis ikan, pelabuhan, semenanjung, buaya muara, akar bakau, debur ombak, koral, arang bakar ikan, ikan tongkol, ikan tuna, ikan hiu, ikan kerapi...’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Cukup...cukup...coba kau baca hasil pengamatanmu Wagino.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;.............&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jurus rumah tangga kata berfungsi untuk mendetailkan latar tempat, latar waktu atau suasana—jika kalian menghendaki latar waktu di dalam puisi kalian. Latar waktu akan jadi detail, kaya sekaligus terkontrol.” Kata Mbah Bob&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam jurus-jurus selanjutnya, Ari Pahala juga mengajak pembacanya memaknai bagaimana cara memaknai sebuah puisi dengan merujuk pada sebuah kalimat yang juga saya sepakati: “ Puisi yang baik bukanlah puisi yang mengajak pembacanya berpikir, namun puisi yang mau berbagi pengalaman dengan para pembacanya. Puisi itu tak segan memberi kesempatan kepada kita untuk: melihat bersama, mendengar bersama, mencium bersama, meraba bersama, merasakan bersama-sama, nerpikir bersama-sama.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sayangnya, buku yang diterbitkan oleh Dewan Kesenian lampung (DKL) ini yang diniatkan penulisnya sebagai bentuk sumbangsih berbagi pengalaman-- dan tidak berorientasi pada hasil penjualan-- dalam pemasarannya terbatas. Saya tak tahu apa di luar kota buku ini tertera di rak toko buku. Meskipun buku ini sempat dijual di toko buku Gramedia saat awal-awal penerbitannya namun, sudah menghilang dari toko buku saat saya menyadari betpa bagusnya buku ini. Bila pun ingin membeli terpaksa harus menghubungi kenalan atau datang langsung ke Dewan Kesenian Lampung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai, kawan betapa bagusnya buku ini bagi kawan yang berniat serius dalam dunia penciptaan puisi. Setelah menamatkan buku ini seperti juga saya, pikiran bahwa menulis puisi itu sulit akan segera terabaikan. Dan satu hal yang mengkristal dari semuanya adalah PRAKTEK dengan menulis secara rileks dan merdeka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kemiling, 5 November 2011&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3890816747341775168-1269729304565709771?l=setangkaisubuh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/feeds/1269729304565709771/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2012/01/menanam-benih-katayuk-mari.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/1269729304565709771'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/1269729304565709771'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2012/01/menanam-benih-katayuk-mari.html' title='MENANAM BENIH KATA...YUK, MARI...'/><author><name>kakanda428</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15375288489042897078</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-sklWIDZXOUo/Tyn4pzj9z9I/AAAAAAAAAt4/OsNhTKu1vSk/s220/295787_303889559623767_100000081778227_1330461_1182585975_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-vmxzmVSddIE/TxJwMEOaheI/AAAAAAAAAss/LKe677OtrZY/s72-c/1905111012_menanam.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3890816747341775168.post-477511418084829262</id><published>2012-01-12T18:17:00.000-08:00</published><updated>2012-01-12T18:18:18.965-08:00</updated><title type='text'>CATATAN DI PENGHUJUNG JANUARI</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sunyi, ajari aku mengaji...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12 Januari 2012&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3890816747341775168-477511418084829262?l=setangkaisubuh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/feeds/477511418084829262/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2012/01/catatan-di-penghujung-januari.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/477511418084829262'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/477511418084829262'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2012/01/catatan-di-penghujung-januari.html' title='CATATAN DI PENGHUJUNG JANUARI'/><author><name>kakanda428</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15375288489042897078</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-sklWIDZXOUo/Tyn4pzj9z9I/AAAAAAAAAt4/OsNhTKu1vSk/s220/295787_303889559623767_100000081778227_1330461_1182585975_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3890816747341775168.post-4409358619934876501</id><published>2012-01-11T18:24:00.000-08:00</published><updated>2012-01-11T18:25:13.881-08:00</updated><title type='text'>DIA SAKSIKAN</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;dia saksikan debu mengelupas pada tiang. dan air menghapus jejak kanak-kanaknya pada tanah. daun yang berganti setiap pagi berjatuhan.dia saksikan daun yang meranggas berpisah pada tangkai, mengucap sebuah amanat.langit pun mengusap janggutnya dan mengangguk. dalam suasana yang biru, kadang mereka tersedu memahami...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11 Januari 2012&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3890816747341775168-4409358619934876501?l=setangkaisubuh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/feeds/4409358619934876501/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2012/01/dia-saksikan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/4409358619934876501'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/4409358619934876501'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2012/01/dia-saksikan.html' title='DIA SAKSIKAN'/><author><name>kakanda428</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15375288489042897078</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-sklWIDZXOUo/Tyn4pzj9z9I/AAAAAAAAAt4/OsNhTKu1vSk/s220/295787_303889559623767_100000081778227_1330461_1182585975_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3890816747341775168.post-2748293930403001991</id><published>2012-01-11T17:58:00.000-08:00</published><updated>2012-01-12T18:29:47.574-08:00</updated><title type='text'>ARLOJI (CERPEN)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-Rxw1yoLTXAc/Tw5A11idqbI/AAAAAAAAAsM/zr0Bq1L7QrI/s1600/aga.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 254px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-Rxw1yoLTXAc/Tw5A11idqbI/AAAAAAAAAsM/zr0Bq1L7QrI/s320/aga.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5696561872319130034" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sebelum kita benar-benar menjadi kabut dan menghilang di tikungan itu, salju turun bagai domba-domba kecil di langit Busan. Kau menangkap tanganku, aku menggeliat. Kau tersenyum, Gyu Ri. Tapi aku terkejut. Kita sama-sama terkejut. Mengapa tubuhku dan tubuhmu berdarah. Arloji di tanganku seakan membeku. Ke mana waktu menghilang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu seperti seekor burung. Terbang membawa kenangan dan suatu ketika di masa depan datang kembali. Menjulurkan kenangan yang masih tersimpan baik di bawah sayap-sayapnya. Enam tahun bukan waktu yang pendek. Telah banyak yang kita percakapkan di layar akhir-akhir ini, Gyu Ri. Pertemuan yang kembali tersambung dalam dunia maya. Jarak kita jauh. Aku tak tahu di mana kau persisnya. Karena sejak gerbang Sekolah Menengah ditutup kau terbang ke kota yang tidak kuketahui. Tentu saja setelah kita bukan lagi sepasang kekasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku menjadi seekor burung, Jo Hyun. Seperti yang pernah kukatakan dulu. Kau masih ingat, aku selalu kagum melihat pesawat-pesawat yang berkitar di atas taman Incheon, yang letaknya dekat sekali dengan Bandara. Pesawat itu seakan bebas menyinggahi bandara-bandara di dunia.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu yang kau tulis dalam chat pertama kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Seorang Pramugari?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bagaimana denganmu, Jo Hyun?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tentu saja aku masih tetap berada di Seoul. Bekerja di sebuah studio sulih suara.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku kangen dengan suaramu Jo Hyun. Aku akan melewatkan malam tahun baru di Seoul. Kita bertemu…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kau akan menemuiku seorang diri?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tentu, banyak kenangan yang harus kembali kita hidupkan. Karena waktu tak akan terulang.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tunanganmu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tenang saja. Dia bukan lelaki pencemburu. Lagipula pernikahan kami hanya tinggal menghitung bulan. Di saat mawar-mawar Februari bermekaran…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Seorang Pramugara?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bukan, dia seorang Pilot.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ber o panjang. Kita bertemu sebagai seorang sahabat, ya sahabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan waktu begitu baik memahat perubahan. Gyu Ri , saat aku melihatmu berdiri di ujung tangga Youngdosan Park di dekat pohon ginko yang tak berdaun. Kau menggigil kedinginan. Tubuhmu jauh lebih kurus, dan rambutmu yang dulu panjang terurai berwarna coklat chesnut kini terpangkas pendek. Kau melihatku dan melambaikan tanganmu. Namun kusadari ada keceriaan yang hilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Desember telah membuat suhu terjun menjadi 9 derajat di bawah nol. Tapi Busan, kota pelabuhan yang letaknya di Selatan Seoul terasa lebih hangat dengan suhu minus 3-5 derajat celcius. Udara musim dingin telah membuat bukit, lembah, jalan dan pohon berubah warna sendu seperti warna perkabungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita sama-sama kaku memulai. Sementara di sekitar kita orang-orang hilir mudik. Bergerombol dan berpasangan. Atau jalan sendiri bergegas menahan dingin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Temani aku belanja di Nampo-dong dan Gwangbok, aku akan mentraktirmu bubur abalon dan sup ikan kesukannmu, Hyun…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba kau terdiam mengamatiku seperti mengamati sebuah boneka. Matamu mengerjap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Masih kau simpan arloji itu, Hyun?” tanyanya terkejut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja arloji pemberiannya waktu kami sepasang kekasih di Sekolah Menengah masih kusimpan dengan baik. Yang harganya hanya beberapa won. Detik dan menitnya seakan menghitung sebuah pertemuan yang akan datang. Dan aku menanti itu setelah aku tak juga mendapat kabar darimu sejak perpisahan itu. Dan itu terjadi saat ini. Kau di hadapanku kini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ceritakan tentang keluargamu, Hyun? Aku kangen dengan sup rumput laut buatan Bibi…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku hanya terdiam. Sulit untuk menghadirkan kembali nostalgia yang pernah ada. Dan aku tak berani menatap wajahnya. Sebelum pertemuan ini aku selalu merasa debaran yang datang  tidak mestinya. Dan entah mimpi dua hari lalu membuatku teringat pada arloji yang masih kusimpan dalam brankas kenangan itu tiba-tiba mencuat. Sebuah fragmen mimpi di mana kami saling menatap dan gaung suara-suara yang misterus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang harus aku ceritakan. “Tak ada yang terlalu istimewa, Gyu Ri. Ibuku sudah meninggal satu tahun lalu karena radang paru-paru. Dan bersama adikku Yi Soo, kami meneruskan usaha pembuatan roti peninggalan ayahku yang dikelola ibu sejak Ayah meninggal waktu itu. Dan aku hanya suara yang bisa kuandalkan untuk mencari tambahan uang. Sebagai narator tokoh-tokoh animasi atau serial pendek. Untuk urusan cinta tak ada yang istimewa.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jangan bersedih Hyun. Aku tak tahu berita kematian Bibi. Banyak hal yang yang ingin kusesali selama rentang waktu di mana aku tak berada di Seoul.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sudahlah Gyu Ri. Tak ada gunanya mengingat cerita yang hanya membuat aku dan kamu menangis. Kita bertemu untuk berbahagia, bukan? Ayolah kita jalan-jalan ….” Aku menarik tangannya dan kami berjalan beriringan menyusuri kawasan Nampo-dong dan Gwangbok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan pertemuan kami harus berakhir setelah kami menyantap sup ikan di kedai tak jauh dari pasar ikan langganan aku dan Gyu Ri waktu itu. Aku menatapnya yang menghilang di ujung tikungan dan berdoa semua dia bahagia dengan pernikahannya di bulan mendatang. Meski dalam hatiku bergaung tapi melepaskanmu dalam diam dan demi kebahagiaan aku bahagia, Gyu Ri. Aku harap kau tahu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada bagian yang tak hendak kuceritakan padamu Hyun. Dan aku tak pantas untuk menceritakannya kepadamu. Aku terlalu kotor dan bukan lagi Gyu Ri yang dulu kau kenal. Harus kuceritakan bahwa aku mendambakan menjadi seekor burung yag lepas. Belenggu ini terlalu sakit untuk kualami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Sekolah Menengah usai aku mencoba untuk melanjutkan mimpiku: melanjutkan sekolah Pramugari. Namun Ibu dan ayahku sejak kepindahan kami  ke Pyongyang, ibukota Korea Utara lebih gemar berjudi dan menghabiskan uang. Aku berhenti di tahun kedua. Karena ayahku meninggal meninggalkan banyak hutang, ibu memaksaku untuk bekerja di tempat seorang temannya berjudi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak saat itu aku hanya ingin melepas belenggu ini dan terbanga kea lam paling bebas di mana  derita hidupku bias terbang mengudara. Aku ingin kembali ke Seoul dan memulai mimpi baru. Setiap ingat Busan aku selalu mengingat memori indah yang masih kupunya tertinggal di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kau bahagia dengan gadis yang jauh lebih baik. Dan kau jangan marah bila sewaktu ketika kau memergokiku dan bertanya ke mana tunanganku yang seorang pilot itu. Itu sungguh tak ada. Itu hanya obsesi paling bual untuk gadis miskin sepertiku. Terima kasih Jo Hyun, aku harus kembali. Gamsahamnida.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sebelum kita benar-benar menjadi kabut dan menghilang di tikungan itu, salju turun bagai domba-domba kecil di langit Busan. Kau menangkap tanganku, aku menggeliat. Kau tersenyum, Gyu Ri. Tapi aku terkejut. Kita sama-sama terkejut. Mengapa tubuhku dan tubuhmu berdarah. Arloji di tanganku seakan membeku. Ke mana waktu menghilang?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Aku terbangun dengan keringat bersimbah. Mimpi yang sama. Tapi bukankah salju akan turun di Busan pada bulan Februari?Apa yang sebetulnya terjadi. Masih dini hari. Aku menghubungi nomor Gyu Ri, aku mencoba mengecek namanya di ruang maya. Semuanya menghilang, terhapus tanpa  jejak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah mimpi? Apakah waktu berhenti Gyu Ri?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11 Januari 2012&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerpen di awal tahun ^^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3890816747341775168-2748293930403001991?l=setangkaisubuh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/feeds/2748293930403001991/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2012/01/arloji-cerpen.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/2748293930403001991'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/2748293930403001991'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2012/01/arloji-cerpen.html' title='ARLOJI (CERPEN)'/><author><name>kakanda428</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15375288489042897078</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-sklWIDZXOUo/Tyn4pzj9z9I/AAAAAAAAAt4/OsNhTKu1vSk/s220/295787_303889559623767_100000081778227_1330461_1182585975_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-Rxw1yoLTXAc/Tw5A11idqbI/AAAAAAAAAsM/zr0Bq1L7QrI/s72-c/aga.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3890816747341775168.post-6783502106323781678</id><published>2011-12-20T18:39:00.000-08:00</published><updated>2011-12-20T18:43:18.134-08:00</updated><title type='text'>PEMANGKAS RAMBUT</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-oWET43QjtoM/TvFHgdm5ZDI/AAAAAAAAAr0/-pwpRQxh_ME/s1600/neopanroll1-01-13.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 225px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-oWET43QjtoM/TvFHgdm5ZDI/AAAAAAAAAr0/-pwpRQxh_ME/s320/neopanroll1-01-13.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5688406427374806066" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;-1-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin pertemuan kita berakhir di tangan para pemangkas rambut. Gunting bersilangan, tajam silet bersahutan. Setelah beberapa bulan kau kutimang dalam rimbun pikiran di kepalaku. Pikiran yang tak lagi bisa bertelur. Pikiran seperti gelembung sabun yangterus membesar dan sewaktu pecah. Kau melihat aku di kolam cermin berjubah lilin. Sementara kamu bersama para sekutu mencium aroma pembantaian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-II-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin perpisahan, katamu.  Untuk aku yang telah kau sayang, setelah kebal aroma sampo, urang aring, lidah buaya dan jeruk lemon. Membuatku menjadi licin dan bacin. Takdir lelaki tak menghendaki aku bercabang seperti perawan, hitam memanjang seperti selendang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Retakkan cermin pada dinding, retakkan kebersamaan yang hadir dan bergulir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-III-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat datang kepala yang tandas dan bebas. Bagai tanah subur sawah, waktu akan membajak dan meremajai benih.  Jangan bercabang lagi dan jangan ceritakan tentang dongeng-dongeng vertigo dan migrant dan labirin kebuntuan yang tak pernah berakhir. Patahkan saja segala kebuntuan yang sewaktu datang, sewaktu menerjang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tumbuhlah bersama pergantian langit. Yang terang-hitam, hitam-terang. Biar kuuntai kau kelak panjang seperti selendang perawan warna perkabungan. Menjadi kuncir kuda dan kelabang. Menganugerahimu pita warna pelangi dan mengecat warna tembaga, warna darah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tumbuhlah sebelum kau rasakan kehilangan dan rapuh dalam serat-serat putih susu&lt;br /&gt;Retakkan cermin pada dinding, retakkan kebersamaan yang hadir dan bergulir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Flamingo Barber Shop, Desember 2011&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3890816747341775168-6783502106323781678?l=setangkaisubuh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/feeds/6783502106323781678/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2011/12/pemangkas-rambut.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/6783502106323781678'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/6783502106323781678'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2011/12/pemangkas-rambut.html' title='PEMANGKAS RAMBUT'/><author><name>kakanda428</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15375288489042897078</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-sklWIDZXOUo/Tyn4pzj9z9I/AAAAAAAAAt4/OsNhTKu1vSk/s220/295787_303889559623767_100000081778227_1330461_1182585975_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-oWET43QjtoM/TvFHgdm5ZDI/AAAAAAAAAr0/-pwpRQxh_ME/s72-c/neopanroll1-01-13.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3890816747341775168.post-3306136912856351708</id><published>2011-12-18T19:30:00.000-08:00</published><updated>2011-12-18T19:35:18.349-08:00</updated><title type='text'>RUANG TUNGGU</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-YLhRaxwX7J4/Tu6w3R0AlEI/AAAAAAAAAro/1l9rMfMhHPg/s1600/empty-room2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 214px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-YLhRaxwX7J4/Tu6w3R0AlEI/AAAAAAAAAro/1l9rMfMhHPg/s320/empty-room2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5687677843136353346" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;di setiap ruang tunggu, ingin kunyanyikan lagu keroncong&lt;br /&gt;pada dinding: Gedung lantai tiga&lt;br /&gt;kugentarkan retak pada kaca, jendela yang terus&lt;br /&gt;melukis mata.entah salju datang darimana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menggeser letak geografis bumi.hingga udara&lt;br /&gt;melambai sejuk pada darah.lampu cahaya bagai sinar&lt;br /&gt;lampu operasi di atas kepala&lt;br /&gt;sementara waktu jungkir balik di sela&lt;br /&gt;lingkar jam tangan.mengintervensi penantian&lt;br /&gt;yang luruh bagai kelopak bunga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;30 NOVEMBER 2011&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3890816747341775168-3306136912856351708?l=setangkaisubuh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/feeds/3306136912856351708/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2011/12/ruang-tunggu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/3306136912856351708'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/3306136912856351708'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2011/12/ruang-tunggu.html' title='RUANG TUNGGU'/><author><name>kakanda428</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15375288489042897078</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-sklWIDZXOUo/Tyn4pzj9z9I/AAAAAAAAAt4/OsNhTKu1vSk/s220/295787_303889559623767_100000081778227_1330461_1182585975_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-YLhRaxwX7J4/Tu6w3R0AlEI/AAAAAAAAAro/1l9rMfMhHPg/s72-c/empty-room2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3890816747341775168.post-6562825278829446458</id><published>2011-12-18T19:26:00.000-08:00</published><updated>2011-12-18T19:30:14.480-08:00</updated><title type='text'>BELAKANG LAYAR</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-ibqtW_GBPjA/Tu6vS0GQGeI/AAAAAAAAArc/RQBlLuSLt4s/s1600/Bangku%2BTaman%2BBersalju.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-ibqtW_GBPjA/Tu6vS0GQGeI/AAAAAAAAArc/RQBlLuSLt4s/s320/Bangku%2BTaman%2BBersalju.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5687676117172885986" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;di ruang belakang, ruang sunyi. tak pernah tahu dari mana tumpukan bangkai kata-kata itu? Dikirim seseorang dalam jubah malam, dengan mata sejernih embun.di pojok kiri kususun lagi rusuk-rusuk nada dari seribu kenangan tak berjudul. Di belakang, ruang sunyiku di antara terapung bunga padma, kuhitung lagi gelembung-gelembung doa tanpa nama mengapung dalam hening subuh. Harus bagaimana lagi kupandang dunia dari lorong kecil rahasia, kepalsuan dan ketulusan yang menyimpan peledak di belakang mantera api &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;29 NOVEMBER 2011&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3890816747341775168-6562825278829446458?l=setangkaisubuh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/feeds/6562825278829446458/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2011/12/belakang-layar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/6562825278829446458'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/6562825278829446458'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2011/12/belakang-layar.html' title='BELAKANG LAYAR'/><author><name>kakanda428</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15375288489042897078</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-sklWIDZXOUo/Tyn4pzj9z9I/AAAAAAAAAt4/OsNhTKu1vSk/s220/295787_303889559623767_100000081778227_1330461_1182585975_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-ibqtW_GBPjA/Tu6vS0GQGeI/AAAAAAAAArc/RQBlLuSLt4s/s72-c/Bangku%2BTaman%2BBersalju.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3890816747341775168.post-8701739222709399439</id><published>2011-12-18T19:16:00.000-08:00</published><updated>2011-12-18T19:25:14.957-08:00</updated><title type='text'>MENGENANG HUJAN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-OwUs-uT0KsI/Tu6ufiXxd2I/AAAAAAAAArQ/OdmWsEXIjEw/s1600/294818_132905386804430_100002549080147_210139_4040541_n.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 282px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-OwUs-uT0KsI/Tu6ufiXxd2I/AAAAAAAAArQ/OdmWsEXIjEw/s320/294818_132905386804430_100002549080147_210139_4040541_n.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5687675236241209186" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Setelah hujan berlari, siapa yang kau kenang kelebat bayang?pada genangan di danau mata kita yang tak bicara, sepasang sepatu mungil, perahu kertas terbantai, daun-daun yang tak lagi punya bentuk. Bila pernah kau sebut peri air gantung diri di cabang2 pohon kenangan. Perahu yang mengutip bnyk ctatn wktu. lalu kita kau anggap apa?daun cokelat yang melankolis di tepi kolam mati?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;27 NOVEMBER 2011&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3890816747341775168-8701739222709399439?l=setangkaisubuh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/feeds/8701739222709399439/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2011/12/mengenang-hujan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/8701739222709399439'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/8701739222709399439'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2011/12/mengenang-hujan.html' title='MENGENANG HUJAN'/><author><name>kakanda428</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15375288489042897078</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-sklWIDZXOUo/Tyn4pzj9z9I/AAAAAAAAAt4/OsNhTKu1vSk/s220/295787_303889559623767_100000081778227_1330461_1182585975_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-OwUs-uT0KsI/Tu6ufiXxd2I/AAAAAAAAArQ/OdmWsEXIjEw/s72-c/294818_132905386804430_100002549080147_210139_4040541_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3890816747341775168.post-7386505150548054839</id><published>2011-11-22T18:15:00.000-08:00</published><updated>2011-11-22T18:25:30.587-08:00</updated><title type='text'>SEPOTONG PAGI YANG ENTAH</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-vlhLBi2FEC8/TsxYqrEtkbI/AAAAAAAAArE/esOwxPad_RY/s1600/sayap.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 204px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-vlhLBi2FEC8/TsxYqrEtkbI/AAAAAAAAArE/esOwxPad_RY/s320/sayap.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5678010720347591090" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;kita adalah tubuh-tubuh yang terbangun dari mimpi. pikiranmu adalah nisan tanpa melati yang mendeskripsikan sederet kartu nama dan buku telepon yang terbakar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pikiranku menjahit layang~layang, kelana sepi yang masih punya bayangan&lt;br /&gt;mengikat sepatu, menjemba waktu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;November 2011&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3890816747341775168-7386505150548054839?l=setangkaisubuh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/feeds/7386505150548054839/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2011/11/sepotong-pagi-yang-entah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/7386505150548054839'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/7386505150548054839'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2011/11/sepotong-pagi-yang-entah.html' title='SEPOTONG PAGI YANG ENTAH'/><author><name>kakanda428</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15375288489042897078</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-sklWIDZXOUo/Tyn4pzj9z9I/AAAAAAAAAt4/OsNhTKu1vSk/s220/295787_303889559623767_100000081778227_1330461_1182585975_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-vlhLBi2FEC8/TsxYqrEtkbI/AAAAAAAAArE/esOwxPad_RY/s72-c/sayap.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3890816747341775168.post-1680780114287042827</id><published>2011-11-20T03:51:00.000-08:00</published><updated>2011-11-20T03:56:19.508-08:00</updated><title type='text'>SURAT UNTUK HUJAN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-eJm7IMBxYvo/Tsjqt78AIDI/AAAAAAAAAq4/BLpgUUfX0sA/s1600/wangi-hujan.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 212px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-eJm7IMBxYvo/Tsjqt78AIDI/AAAAAAAAAq4/BLpgUUfX0sA/s320/wangi-hujan.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5677045405204881458" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tersebab kemarau yang telah menyimpanmu sebagai rindu dendam, aku menulismu dari sebuah negeri tropis. Bunga-bunga berkabar padaku yang telah disabdakan sayap-sayap angin, mengetuk pintu rumahku dengan nafasnya yang dingin, bahwa bunga-bunga yang mengandung begitu kehausan akan rinai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini suratku untukmu yang terus mengucur bagai limpahan tanda tanya sebab kerinduan dan memoriku akan banyak hal tiba-tiba rekah dari ingatan di kepala. Tentang masa kecil yang terlelap tiba-tiba tegak berdiri sebagai kenangan masa yang tak bisa kumasuki kembali kecuali lewat ingatan; memandang dari balik kaca yang muram kanak-kanak berlari, menari besama hujan, mendongak menatap langit murung kelabu. Aku tak bisa menikmatinya sebab peraturan bagai sebuah dogma bahwa: bermain hujanlah, maka air hujan akan merambati tubuhmu hingga sumsum lalu ia akan memelukmu dalam rasa sakit dan terbaring.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa kanak-kanak harus dibelenggu aturan untuk tidak bermain hujan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab hujan adalah penipu. Ia memburamkan keadaan. Pesulap yang mahir menyihir kota-kota terpaku dalam dengkur berkepanjangan. Dan kau bocah...masih terlalu tunas mengenal sakit pada raga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi mungkin itu sakit yang nikmat, ibu. Belajar untuk senantiasa kebal agar di masa mendatang kita demikian karib pada hujan dan bisa berdamai karena sebuah kebiasaan dan pemakluman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hujan telah menciptakan kolam-kolam di sepanjang jalan berupa ceruk. Surga buat katak penjantan yang merindu cinta betina lewat nyanyian. Begitu juga rumahku yang mungil, lewat celah-celah atap yang bocor hujan merasuki rumahku bagai pencuri. Maka mangkuk, porselen…menciptakan harmoni hujan yang bernyanyi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi hujan juga bius buat tuan dan nyonya pemalas yang mahir mendengkurkan waktu. Melaju tenang di balik selubung atau mengontrak mimpi menjadi satuan episode. Sebab terik atau hujan pundi-pundi tetap mengembang bergelembung. Tak perlu cemas, hujan adalah kenikmatan. Tapi lihatlah pejuang-pejuang yang bergantung pada cuaca, kebasahan dan merutuki mengapa hujan datang tak bisa dikompromi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untukmu hujan kutulis surat ini. Meskipun tak sepenuhnya aku mencintaimu aku menginsyafi kau adalah karunia Tuhan dan aku percaya kau adalah peri-peri polos yang menari di antara kemurungan musim...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hujan kesekian di kotaku, 2010&lt;br /&gt;Agus Kindi&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3890816747341775168-1680780114287042827?l=setangkaisubuh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/feeds/1680780114287042827/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2011/11/surat-untuk-hujan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/1680780114287042827'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/1680780114287042827'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2011/11/surat-untuk-hujan.html' title='SURAT UNTUK HUJAN'/><author><name>kakanda428</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15375288489042897078</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-sklWIDZXOUo/Tyn4pzj9z9I/AAAAAAAAAt4/OsNhTKu1vSk/s220/295787_303889559623767_100000081778227_1330461_1182585975_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-eJm7IMBxYvo/Tsjqt78AIDI/AAAAAAAAAq4/BLpgUUfX0sA/s72-c/wangi-hujan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3890816747341775168.post-8452912521336822719</id><published>2011-11-17T04:01:00.000-08:00</published><updated>2011-11-17T04:08:25.320-08:00</updated><title type='text'>DALAM DOA, MATA KETIGA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-wDtemT-2PU8/TsT43wnru4I/AAAAAAAAAqs/f2_qgYjvj78/s1600/crying_eye-2552.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-wDtemT-2PU8/TsT43wnru4I/AAAAAAAAAqs/f2_qgYjvj78/s320/crying_eye-2552.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5675935067221506946" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Dia akan berangkat menulis pesan pada dingin yang tiba-tiba singgah &lt;br /&gt;di sebuah pelayaran perahu bercadik&lt;br /&gt;menanti dengan ketukan cemas di ujung dermaga tak punya nama&lt;br /&gt;--ia menggerutu pada waktu dan dermaga pun hilang bentuk&lt;br /&gt;suara yang kering tak sempat membisikan apa-apa&lt;br /&gt;cuaca datang terlalu gegas, pelayaran ini pelayaran&lt;br /&gt;yang dicetuskan oleh mata ketiga doa-doa paling relung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angin dan dingin seperti dua gadis kembar; menyanyi untuk kehilangan&lt;br /&gt;menari sesuatu yang dicari dalam kais bayangan&lt;br /&gt;lilin--gulung doamu biar berlabuh dalam ingatan&lt;br /&gt;waktu, sebelum cahaya berangkat pada peluit&lt;br /&gt;paling akhir pelayaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu, disinilah akhir tuju&lt;br /&gt;masuk dan lelap dalam waktu kesadarn penuh&lt;br /&gt;: aku tidak sedang berenang dalam rahim gelapmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rahim paling langit yang menyusutkan mimpi-mimpiku&lt;br /&gt;dalam maha paling gelap pelayaran ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;: kenapa harus ada doa yang tengadah di luar pintu itu?&lt;br /&gt;setelah tahlil tak letih menyusui aku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7 November 2011&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3890816747341775168-8452912521336822719?l=setangkaisubuh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/feeds/8452912521336822719/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2011/11/dalam-doa-mata-ketiga.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/8452912521336822719'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/8452912521336822719'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2011/11/dalam-doa-mata-ketiga.html' title='DALAM DOA, MATA KETIGA'/><author><name>kakanda428</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15375288489042897078</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-sklWIDZXOUo/Tyn4pzj9z9I/AAAAAAAAAt4/OsNhTKu1vSk/s220/295787_303889559623767_100000081778227_1330461_1182585975_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-wDtemT-2PU8/TsT43wnru4I/AAAAAAAAAqs/f2_qgYjvj78/s72-c/crying_eye-2552.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3890816747341775168.post-847504673556953027</id><published>2011-11-12T05:34:00.000-08:00</published><updated>2011-11-12T05:40:42.073-08:00</updated><title type='text'>LABIRIN SEBUAH KOTA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-saiaiCcr-AQ/Tr53CcOkN5I/AAAAAAAAAqg/J9m5IJ_Jx0w/s1600/usequote-kata-kata-mutiara-love3.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-saiaiCcr-AQ/Tr53CcOkN5I/AAAAAAAAAqg/J9m5IJ_Jx0w/s320/usequote-kata-kata-mutiara-love3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5674103464354133906" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;: Teluk Betung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepertinya aku tersesat di kota sendiri, merangkum kenangan lama. menanti di setiap ujung tak pernah kutahu dimana bermula. tikus-tikus kecil meraba nama jalan, memahat dengan baik dongeng hantu dan arloji seakan diam berdetik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan selokan, nama toko-- ada yang samar bergema di ujung persimpangan bunyi kelenteng tua. lalu dimana aku berada? dimana ruang realita selain ruang asing dalam alur labirin-labirin. disini hanya ada sudut kota tua, nominal dan harga, toko-toko yang asing kukenal. Aroma manisan dan dupa, keleneng lonceng kota yang sayup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apabila malam kutersesat menemukan jalan pulang. bertanya pada setiap pejalan kaki dimana kota ini berpeta? mereka menjawab,”ini sudut kota kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang masih menyisakan gema masa lalu yang jauh.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Oktober 2011&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3890816747341775168-847504673556953027?l=setangkaisubuh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/feeds/847504673556953027/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2011/11/labirin-sebuah-kota.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/847504673556953027'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/847504673556953027'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2011/11/labirin-sebuah-kota.html' title='LABIRIN SEBUAH KOTA'/><author><name>kakanda428</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15375288489042897078</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-sklWIDZXOUo/Tyn4pzj9z9I/AAAAAAAAAt4/OsNhTKu1vSk/s220/295787_303889559623767_100000081778227_1330461_1182585975_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-saiaiCcr-AQ/Tr53CcOkN5I/AAAAAAAAAqg/J9m5IJ_Jx0w/s72-c/usequote-kata-kata-mutiara-love3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3890816747341775168.post-4151323834373895285</id><published>2011-10-31T20:08:00.000-07:00</published><updated>2011-10-31T20:18:18.829-07:00</updated><title type='text'>SEORANG LELAKI PEMELIHARA MAWAR DI JANTUNGNYA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-4-uuXGAm8BI/Tq9kquqkmyI/AAAAAAAAAqI/38vPPXzM7-c/s1600/33724_1567993532428_1613133839_1348146_2345527_n.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 215px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-4-uuXGAm8BI/Tq9kquqkmyI/AAAAAAAAAqI/38vPPXzM7-c/s320/33724_1567993532428_1613133839_1348146_2345527_n.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5669861141126617890" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Hidupku sudah memasuki zona cemas, di depan lalu lintas berwarna merah.&lt;br /&gt;aku terhisap dalam sebuah ruang dimana jantungku sudah mesti&lt;br /&gt;pecah karena sepi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;manzil bagi cinta yang datang lalu pergi dalam jubah&lt;br /&gt;yang ditinggalkan seseorang yang mengucap dan menanggalkan harapan&lt;br /&gt;ya, dalam amplop warna gading perempuan mengembangbiakan ciuman&lt;br /&gt;paling mawar di ruang ini&lt;br /&gt;amplop terus kugenggam dan simpan dalam saku, takut&lt;br /&gt;bila lampu lalu lintas memerah aku melupakan ciuman-ciuman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang pernah menjadi dosa paling bahagia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kuwasiatkan pada kanak-kanak mawar, tumbuhlah dalam kekal pemuda&lt;br /&gt;dalam ruang dan kebun dimana wahai engkau, pemilik sepenuhnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ingin kuurai lagi waktu di rambutmu setelah detik-detik luruh tak cukup membayar penyesalan yang tiba&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Renggutlah jantungku yang tersimpan beribu mawar itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;November 2011&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3890816747341775168-4151323834373895285?l=setangkaisubuh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/feeds/4151323834373895285/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2011/10/seorang-lelaki-pemelihara-mawar-di.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/4151323834373895285'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/4151323834373895285'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2011/10/seorang-lelaki-pemelihara-mawar-di.html' title='SEORANG LELAKI PEMELIHARA MAWAR DI JANTUNGNYA'/><author><name>kakanda428</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15375288489042897078</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-sklWIDZXOUo/Tyn4pzj9z9I/AAAAAAAAAt4/OsNhTKu1vSk/s220/295787_303889559623767_100000081778227_1330461_1182585975_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-4-uuXGAm8BI/Tq9kquqkmyI/AAAAAAAAAqI/38vPPXzM7-c/s72-c/33724_1567993532428_1613133839_1348146_2345527_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3890816747341775168.post-328370214860966217</id><published>2011-10-16T18:53:00.000-07:00</published><updated>2011-10-16T19:00:03.772-07:00</updated><title type='text'>DI KEPALA KAMI SANGKAR ABABIL</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-1hWWTanmlQU/TpuLh3BL5nI/AAAAAAAAApY/v8ilcNCjxQU/s1600/bocah-palestina.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 252px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-1hWWTanmlQU/TpuLh3BL5nI/AAAAAAAAApY/v8ilcNCjxQU/s320/bocah-palestina.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5664274370169398898" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;/1/&lt;br /&gt;Seorang anak kecil membawa sangkar ababil dalam kepalanya.&lt;br /&gt;ababil lahir dari lemparan ketapel, disini tak ada lagi ruang&lt;br /&gt;selain saling melempar doa dan kutukan. bertukar bayang-bayang,&lt;br /&gt;bertukar geram hingga gema muncul di sudut itu.&lt;br /&gt;sekuntum waktu masa kanak kami yang hilang, menyimpan&lt;br /&gt;kuburmu, serdadu...di ruang perundingan yang terus membeku.&lt;br /&gt;dan kata beralih janji yang tiada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di keningmu serdadu...kalian nyanyikan sejuta peluru&lt;br /&gt;dimana lagi kami bisa meramu tangis yang hilang jadi bendera&lt;br /&gt;untuk kemerdekan diri sendiri dan negeri.&lt;br /&gt;jerit menjelma sayup di perbatasan ketika nyawa lesap&lt;br /&gt;jadi debu dan asap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saksikanlah...&lt;br /&gt;Amru, Shad, Fatimah, Hilal, Rajbi...&lt;br /&gt;di kepala anak-anak yang tak lagi memiliki buku harian penuh&lt;br /&gt;dongeng dan nyanyian&lt;br /&gt;masa kanak hilang dan keberanian jadi panglima dalam gelegak&lt;br /&gt;dada kita dan mimpi syahid di ujung mata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;/2/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saksikanlah...&lt;br /&gt;Nablus, Jenin, Gaza, Tepi Barat...&lt;br /&gt;dan kota-kota yang mengenal baik aroma darah yang pecah&lt;br /&gt;di kepala kami berlahiran ababil-ababil hingga sangakala ditiupkan&lt;br /&gt;melemparkan batu bagi kuburmu.&lt;br /&gt;Kami adalah pohon yang tercerabut dan terusir dari tanah air sendiri&lt;br /&gt;peluru demi peluru melempar dengung kematian&lt;br /&gt;tak lagi bermata bagai capung padang pasir yang gemetar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mantra-mantra mesiu yang terbakar di pohon zaitun, atap rumah&lt;br /&gt;dan peradaban, telah dirobek oleh sejarah--mengalir sungai-sungai darah&lt;br /&gt;kiblat dibelokkan, mesiu bercerita kebiadaban&lt;br /&gt;malaikat-malaikat kecil melahirkan ababil yang terus ada&lt;br /&gt;dalam geletup nadi pejuang: menegakkan kalimat tauhid&lt;br /&gt;seribu peluru jadi bayangan, sijjil datang untuk kehancuran paling ajal &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hitunglah berapa ababil yang terbit menuju kuburmu, serdadu....&lt;br /&gt;dari negeri cinta, tanah air&lt;br /&gt;ayat-ayat doa kami ayat-ayat api&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus menyala dan berkobar hingga sangkakala berbunyi&lt;br /&gt;dan kebiadaban musnah di bawah kaki dan bendera&lt;br /&gt;yang tak pernah sanggup bercerita berapa harga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;: tangis, darah, dan kematian di tanah ini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemiling, September 2011&lt;br /&gt;NB: Alhamdulillah dinobatkan sebagai juara 1 lomba Puisi Palestina yang diadakan FLP Depok :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3890816747341775168-328370214860966217?l=setangkaisubuh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/feeds/328370214860966217/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2011/10/di-kepala-kami-sangkar-ababil.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/328370214860966217'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/328370214860966217'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2011/10/di-kepala-kami-sangkar-ababil.html' title='DI KEPALA KAMI SANGKAR ABABIL'/><author><name>kakanda428</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15375288489042897078</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-sklWIDZXOUo/Tyn4pzj9z9I/AAAAAAAAAt4/OsNhTKu1vSk/s220/295787_303889559623767_100000081778227_1330461_1182585975_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-1hWWTanmlQU/TpuLh3BL5nI/AAAAAAAAApY/v8ilcNCjxQU/s72-c/bocah-palestina.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3890816747341775168.post-4828143168377200887</id><published>2011-10-07T01:28:00.000-07:00</published><updated>2011-10-07T01:33:26.011-07:00</updated><title type='text'>LELAKI YANG MEMBENCI LAUT</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-DEBKOxXyufU/To65IrOXMII/AAAAAAAAApE/1kbMQIJjYOQ/s1600/WARNA%2BAIR%2BLAUT.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-DEBKOxXyufU/To65IrOXMII/AAAAAAAAApE/1kbMQIJjYOQ/s320/WARNA%2BAIR%2BLAUT.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5660665340344348802" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;ia selalu melihat bayang-bayang kematian di laut seperti cermin. usianya 3 tahun ketika melihat ayahnya tenggelam di laut; luka cabikan ketika didamparkan ke tepi. kenangan buruk menanti. duka berkabar, ayahmu dirampok sekelompok perompak. mengambil hasil tangkapan, menyisipakn golok di tengkuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi istrinya, perempuan berkulit legam. penjual makanan di penyeberangan bakauhueni. rumahnya dipagar laut. ini permainan Tuhan, kalau mereka bertemu dan berjodoh. ketika istrinya tinggal beberapa bulan di kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ayah mertua menjemput maut. perempuan pulang untuk takziah. ia memilih tak datang; rumah panggung di tepi laut. musiknya gelombang yang berlabuh. aku tak mungkin datang. bisakah kau menghapus laut, menggiring takut pada surut?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dua minggu menunggu istri yang tak pulang. ia beranikan menempuh jarak, meski ciut menikam luka lama. lelaki beranikan menatap laut. melihat istri bergandengan dengan lelaki dari masa lalu.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“aku ingin kemana saja tapi jangan kau paksa aku menatap laut”. debur kematian, jala bagi nyawa menggelepar. maka ia memekik, memegang kepalanya: arus laut berpusar bayang, kembali: lelaki dengan luka cabikan, darah berceceran dipanggul ke muka rumah, lalu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lelaki yang memegang tangan istrinya dua hari lalu, menggorok lehernya beberapa hari kemudian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oktober 2011&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3890816747341775168-4828143168377200887?l=setangkaisubuh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/feeds/4828143168377200887/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2011/10/lelaki-yang-membenci-laut.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/4828143168377200887'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/4828143168377200887'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2011/10/lelaki-yang-membenci-laut.html' title='LELAKI YANG MEMBENCI LAUT'/><author><name>kakanda428</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15375288489042897078</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-sklWIDZXOUo/Tyn4pzj9z9I/AAAAAAAAAt4/OsNhTKu1vSk/s220/295787_303889559623767_100000081778227_1330461_1182585975_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-DEBKOxXyufU/To65IrOXMII/AAAAAAAAApE/1kbMQIJjYOQ/s72-c/WARNA%2BAIR%2BLAUT.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3890816747341775168.post-4302544489079554156</id><published>2011-09-28T03:48:00.000-07:00</published><updated>2011-09-28T03:58:38.226-07:00</updated><title type='text'>DAFTAR NOVEL  AGATHA CHRISTIE YANG SUDAH AKU BACA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-2pWfSwODO54/ToL9mSWVyNI/AAAAAAAAAo8/R_yMKsZ2G-4/s1600/NovelAgatha.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-2pWfSwODO54/ToL9mSWVyNI/AAAAAAAAAo8/R_yMKsZ2G-4/s320/NovelAgatha.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5657362916133161170" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pertama kali aku membaca novel Agatha Christie berjudul Pena Beracun. Novel itu sudah tak bersampul dan halamannya sudah cokelat. Aku menemukannya di sebuah rak sepatu di rumah nenek. Itu milik seorang teman pamanku. Aku membawanya pulang. Hingga suatu hari tergerak untuk membacanya. Saat itu kira-kira masa SMP atau awal SMA, track record bacaanku masih sedikit, selera membaca pun masih rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 2006, saat pertama kalinya datang ke Perpustakaan Daerah, aku terpukau dengan banyaknya novel-novel Agatha Christie. Novel pertama yang kupinjam berjudul MEREKA DATANG KE BAGHAD. Aku memilihnya secara sembarangan diantara rak novel-novel Agatha Christie. Untungnya cerita itu cukup membuatku terpukau akan nuansa teka-teki dan suspense di akhir ceritanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada 80 novel detektif karya Agatha Cristie. Sebuah kebanggaan aku bisa membaca separuhnya. Berikut aku tuliskan novel-novel yang pernah kubaca itu, karena sudah lama dan tak ingat rincian judulnya, maka dibantu om google aku mendata dan mengklasifikasi dengan beberapa penilain pribadi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. The Mysterious Affair at Styles (Pembunuhan di Styles)&lt;br /&gt;2. The Secret Adversary (Musuh dalam Selimut)&lt;br /&gt;3. The Man in the Brown Suit (Pria Bersetelan Cokelat)&lt;br /&gt;4. The Mystery of the Blue Train (Misteri Kereta Api Biru)&lt;br /&gt;5. The Seven Dials Mystery (Misteri Tujuh Lonceng)&lt;br /&gt;6. The Murder at the Vicarage (Pembunuhan di Wisma Pendeta)&lt;br /&gt;7. Peril at End House (Hotel majestic)&lt;br /&gt;8. The Hound of Death (Anjing Kematian)&lt;br /&gt;9. The thirteen Problems (Tiga Belas Kasus)&lt;br /&gt;10. Lord Edgware Dies (Matinya Lord Edgware)&lt;br /&gt;11. Murder on the Orient Express (Pembunuhan di Atas Orient Express)&lt;br /&gt;12. Parker Pyne Investigates (Parker Pyne Menyelidik)&lt;br /&gt;13. Why Didn’t They Ask Evans? (Pembunuh di Balik Kabut)&lt;br /&gt;14. Murder in Mesopotamia (Pembunuhan di Mesopotamia)&lt;br /&gt;15. Death on the Nile (Pembunuhan di Sungai Nil)&lt;br /&gt;16. Dumb Witness (Saksi Bisu)&lt;br /&gt;17. Ten Little Niggers (Sepuluh Anak Negro)&lt;br /&gt;18. Murder Is Easy ( Membunuh Itu Gampang)&lt;br /&gt;19. Hercule Poirot Christmas (Pembunuhan di malam Natal)&lt;br /&gt;20. N or M (N atau M)&lt;br /&gt;21. The Body in the Library (Mayat dalam Perpustakaan)&lt;br /&gt;22. The Moving Finger (Pena Beracun)&lt;br /&gt;23. The Labours of Hercules (Tugas-tugas Hercules)&lt;br /&gt;24. Crooked House (Buku Catatan Josephine)&lt;br /&gt;25. A Murder Is Announced (Iklan Pembunuhan)&lt;br /&gt;26. They Came To Baghdad (Mereka Datang ke Baghdad)&lt;br /&gt;27. A Pocket Full of Rye ( Misteri Burung Hitam)&lt;br /&gt;28. Destination Unknown ( Menuju Negeri Antah Bearntah)&lt;br /&gt;29. 4:50 from Paddington (Kereta 4.50 dari Paddington)&lt;br /&gt;30. Cat Among the Pigeons (Kucing di tengah Burung dara)&lt;br /&gt;31. Hallowen Party (Pesta Halloween)&lt;br /&gt;32. Passenger to Frangfurt (Penumpang ke Frangfrut)&lt;br /&gt;33. Postern of Fate (Gerbang Nasib)&lt;br /&gt;34. Miss Marple’s Final Cases ( Kasus-kasus Terakhir Miss Marple)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BERIKUT KLASIFIKASI PENILAIANKU DARI JUDUL-JUDUL YANG PERNAH KUBACA DI ATAS:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NOVEL AGATHA CHRISTIE YANG CERITANYA CEMERLANG:&lt;br /&gt;1. Kucing di Tengah Burung Dara&lt;br /&gt;2. Pria Bersetelan Cokelat&lt;br /&gt;3. Iklan Pembunuhan&lt;br /&gt;4. Buku Catatan Josephine&lt;br /&gt;5. Mereka Datang ke Baghdad&lt;br /&gt;6. Sepuluh Anak Negro&lt;br /&gt;7. Pembunuhan di atas Orient Ekspress&lt;br /&gt;8. Gerbang Nasib&lt;br /&gt;9. N or M&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NOVEL AGATHA CHRISTIE YANG MEMBOSANKAN:&lt;br /&gt;1.Saksi Bisu&lt;br /&gt;2. Membunuh Itu Gampang&lt;br /&gt;3. Penumpang ke Frangfrut&lt;br /&gt;4. Pesta Hallowen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NOVEL AGATHA CHRISTIE YANG INGIN DIBACA KARENA PENASARAN&lt;br /&gt;Karena tidak semua judul novel Agatha Christie tersedia di Perpustakaan, aku ingin sekali membaca 2 judul yang kabarnya punya kesan sendiri buat sebagian orang yang pernah membacanya. Dua judul itu, yaitu:&lt;br /&gt;1. Tirai (Novel penutup dimana tokoh Hercule Poirot sang detektif meninggal dunia)&lt;br /&gt;2. Pembunuhan atas Roger Ackroyd (Konon kabarnya salah satu  buku yang memukau)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, kawan demikian daftar ini kubuat. Suatu saat dengan membaca kembali daftar ini mungkin aku bisa sedikit mengembalikan cerita yang pernah kubaca itu ke ruang imajinasiku. Terima kasih...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juli 2011&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3890816747341775168-4302544489079554156?l=setangkaisubuh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/feeds/4302544489079554156/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2011/09/daftar-novel-agatha-christie-yang-sudah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/4302544489079554156'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/4302544489079554156'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2011/09/daftar-novel-agatha-christie-yang-sudah.html' title='DAFTAR NOVEL  AGATHA CHRISTIE YANG SUDAH AKU BACA'/><author><name>kakanda428</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15375288489042897078</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-sklWIDZXOUo/Tyn4pzj9z9I/AAAAAAAAAt4/OsNhTKu1vSk/s220/295787_303889559623767_100000081778227_1330461_1182585975_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-2pWfSwODO54/ToL9mSWVyNI/AAAAAAAAAo8/R_yMKsZ2G-4/s72-c/NovelAgatha.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3890816747341775168.post-7367084390655140357</id><published>2011-09-27T04:00:00.000-07:00</published><updated>2011-09-27T04:11:45.623-07:00</updated><title type='text'>GADIS JERUK: MISTERI KESEMENTARAAN DAlAM SIMBOLIK TELESKOP HUBBLE</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-Wib-Kbqz8uQ/ToGvMPsZxlI/AAAAAAAAAn0/neHJOtZkRYk/s1600/3651410_4256591_detail.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 158px; height: 250px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-Wib-Kbqz8uQ/ToGvMPsZxlI/AAAAAAAAAn0/neHJOtZkRYk/s320/3651410_4256591_detail.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5656995231860115026" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;JUDUL: GADIS JERUK&lt;br /&gt;PENGARANG: JOSTEIN GAARDER&lt;br /&gt;PENERBIT: MIZAN PUSTAKA&lt;br /&gt;TEBAL: 252 HALAMAN&lt;br /&gt;HARGA: 42.000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana bila kau menjadi Georg, seorang remaja berusia 15 tahun mendapat sebuah surat dari ayahnya yang sudah meninggal  11 tahun lalu? Sebuah surat yang telah dipersiapkan cukup lama dan matang diselipkan di kain kereta bayi di gudang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah surat yang menceritakan pertemuan ayahnya dahulu dengan gadis jeruk dengan segala macam dugaan dan petualangan seperti dongeng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gaya khas Jostein menghadirkan tema yang sederhana, dengan pengalihan cerita yang tampak rumit, membuat pembacanya penasaran dengan teka-teki yang dihadirkan dengan gaya surat. Tidak itu saja, pembaca diajak bertamsya dengan beberapa ornamen simbolik, filosofi sederhana tentang sebuah konsep kesementaraan waktu. Tidak hanya memfokuskan cerita pada misteri si gadis jeruk namun tanpa sadar membahas konsep makro dalam Astronomi. Terkadang bahasa IPTEK dan mungkin agak susah ditangkap sekali lewat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun kepiawaian Jostein Gaarner meramu suspense dapat dipastikan membuat pembacanya bergegas membaca halaman demi halaman memburu jawaban tentang si gadis jeruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini buku ketiga karya Jostein Gaarder yang saya baca. Setelah Misteri Soliter dan Perpustakaan Ajaib Bibbi Boken. Tema yang dihadirkan selalu unik meski ada satu benang merah yang menjadi gaya khas, gaya tutur Jostein menyampaikan cerita plus konsep kefilsafatannya secara sederhana. Ini bisa dimaklumi karena latar belakang penulis yang merupakan pengajar Filsafat. Biasanya pembaca dijebak dengan petualangan dan konsep dugaan yang terkesan rumit padahal sesungguhnya kunci jawabannya sederhana, bersetting kota-kota di Norwegia, dan dihadirkan dengan gaya tutur surat yang berselang-seling.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu siapakah gadis jeruk itu sebenarnya? Georg diajak menyusuri pengalaman dan perjalanan ayahnya menemukan jawaban seseorang yang ia kenal sebagai gadis jeruk dan pertanyaan: mengapa ia selalu membawa sekantung penuh jeruk? Dan bagaimana mereka bertemu di perkebunan jeruk di Spanyol untuk sesuatu bernama cinta? Rahasia apa yang disimpan ayah Georg? Setelah misteri gadis jeruk terpecahkan, Jostein mengajak kita untuk merenungi sebuah konsep alam semesta dengan mengambil secara simbolik teleskop hubble. Bahwa waktu dan kehidupan juga kepergian menjadi mata rantai yang harus dihadapi oleh setiap manusia. Masalahnya: pernakah kita merenungi dan menyadari bahwa hidup ini hanya sementara yang sewaktu-waktu harus berakhir? Dan apa yang bisa kita lakukan sebelum waktu itu tiba?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jostein Gaarner, akan mengajak pembacanya merenungi hal itu secara sederhana lewat cerita Gadis Jeruk ini. (Agus Kindi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;September 2011&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3890816747341775168-7367084390655140357?l=setangkaisubuh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/feeds/7367084390655140357/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2011/09/gadis-jeruk-misteri-kesementaraan-dalam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/7367084390655140357'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/7367084390655140357'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2011/09/gadis-jeruk-misteri-kesementaraan-dalam.html' title='GADIS JERUK: MISTERI KESEMENTARAAN DAlAM SIMBOLIK TELESKOP HUBBLE'/><author><name>kakanda428</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15375288489042897078</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-sklWIDZXOUo/Tyn4pzj9z9I/AAAAAAAAAt4/OsNhTKu1vSk/s220/295787_303889559623767_100000081778227_1330461_1182585975_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-Wib-Kbqz8uQ/ToGvMPsZxlI/AAAAAAAAAn0/neHJOtZkRYk/s72-c/3651410_4256591_detail.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3890816747341775168.post-6320815469070929613</id><published>2011-09-18T19:17:00.000-07:00</published><updated>2011-09-18T19:26:00.463-07:00</updated><title type='text'>IBU, RAJAWALI ITU...</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-lOB8E4Ef690/Tnan4KzTZAI/AAAAAAAAAnQ/seVL3lYr-Dw/s1600/garuda.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 189px; height: 188px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-lOB8E4Ef690/Tnan4KzTZAI/AAAAAAAAAnQ/seVL3lYr-Dw/s320/garuda.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5653890965624284162" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;ketika lahir seharusnya aku jadi burung&lt;br /&gt;tapi kata ibu sayapku belum rajawali&lt;br /&gt;ketika aku mengecup dunia mestinya aku jadi udara&lt;br /&gt;tapi kata ayah aku belum bisa membaca cinta&lt;br /&gt;saat dewasa mestinya aku jadi rajawali yang mengudara&lt;br /&gt;tapi kata mereka: lupakan..kamu jadi manusia normal saja&lt;br /&gt;yang berjalan bagai prajurit dikomando titah&lt;br /&gt;dan sabda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ruang yang diberi rantai memasung tangan dan kaki&lt;br /&gt;di bawah kata merdeka yang dipekikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;dunia!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Agus Kindi, November 2009)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Seekor rajawali melintas di padang luas, turun rendah pada dahan pohon tua.&lt;br /&gt;“Ibu, apakah rajawali itu punya orangtua?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tentu saja...apa yang kau pikirkan?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantara gelembung-gelembung sabun yang melayang, kuperhatikan cermat.”Mereka bebas dan tangguh...betapa merdeka!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu tak pernah memberikan kartu yang bisa membuatku merdeka. Kenapa?Bukankah aku sebentuk tanah yang dititipkan dalam perut untuk kemudian terbang mengendus mimpi-mimpinya paling jauh sekalipun? Anak panah yang kelak melesat sendiri...”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sudahlah, Bujang...masa lalu adalah sarang laba-laba tak lagi perlu pembahasan oleh kata: KENAPA?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tapi hidupku terus bergerak...dan masa lalu bagai benang yang membuat langkahku terkendali...aku ingin lepas dan bebas.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kau ingin seperti rajawali itu? Bebas tanpa kendali?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tapi tak akan pernah bisa. Semua sudah terlambat. Aku hanya menikmati sisi lain dari keterpencilan gerak dan pikiran karena ibu dan ayah telah menciptakan ruang-ruang sempit sejak akau kecil. Dan ini sangat membuatku menderita”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku tak pernah menjadi pribadi mandiri, padahal aku laki-laki. Haruskah aku menikmati semuanya ini seperti aku menikmati buah ceri?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kau menuduh ibu demikian kejam, bujang...semua yang kau gugat hanya bentuk kecil bahwa ibu melindungimu dari segala kejahatan makhluk dan kejahatan dunia...”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tapi mestinya itu berbatas...bukan selamanya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sekarang aku terpojok. Semua menyalahkanku, padahal ibu tahu bahwa dunia ini adalah tangan dari hukum sebab akibat. Pola asuh yang salah meski dengan semangat cinta dan melindungi...”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jangan terus menerus menyalahkan takdir...tak bagus...”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku hanya ingin bila waktu berulang, ibu dan ayah mengembalikan hidupku seperti anak-anak lain: bebas memilih teman, bebas memilih kegiatan, bebas bermain, bebas berkelana bersama kegiatan-kegiatan, melepas dan mendukungku untuk mandiri di kota lain sembari mengeja abjad-abjad mimpiku yang akan datang...bukan memaksaku untuk memilih mimpi kalian untuk aku turut memilihnya, meskipun itu hanya omong kosong. Dan kalian tak mau berkorban untuk perwujudan mimpi-mimpiku. Karena mimpi harus didukung oleh kesedian materi. Bebas memilih apa yang baik dan tidak baik menurutku, bebas kemana langkah dan pikiran melangkah jauh...”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibuku terdiam. Rajawali itu tiba-tiba terbang tinggi, diantara gelembung-gelembung sabun di padang luas depan kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku seperti sebuah definisi panjang prosa...aku seperti kertas lipat yang tak bisa melipat nasib dan mimpinya sendiri...”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Salahkan ayahmu yang overprotektif untuk satu-satunya anak lakinya...”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak, itu juga diperlakukan kepada anak-anak ibu yang lain. Tapi kalian salah menempatkan diriku degan azaz keadilan bahwa semua diperlukakn sama. Itu tidak bijak bukankah aturan untuk laki-laki dan anak perempuan berbeda? Kenapa aku di sama ratakan!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ayah memperlakukanku seperti Pinokio. Dia Gupeto tua yang memahat boneka kayu dengan rasa sakit dan berharap jadi tangan panjang obesi-obsesi yang tak terwakili oleh nasib masa lalunya...dan kini akibatnya: aku sudah terlambat...aku jengah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ibu adalah peri biru yang kadang tak berdaya, melindungi namun menciptakan jaring-jaring kemanjaan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia sudah banyak dibelenggu oleh peraturan naif dan picik. Alam akan membuatku dewasa dan berkembang. Aku bagai boneka bertali yang selalu diawasi. Tuhan akan setia menjagaku, seperti rajawali itu. Karena waktu tumbuh... pikiran, perasaan dan obsesi bukan milik orangtua sepenuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu, aku ingin menjadi rajawali meski kini sayap-sayapku basah. Dan tolong, lepaskanlah aku dari belenggu dan tali itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rajawali terbang jauh tinggi mengangkasa. Kapan kau mencatat namaku di sana? Gelembung-gelembung mimpiku bagai gelembung sabun yang indah, bulat, bias lalu pecah jadi cerita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;7 September 2011&lt;br /&gt;Hanya sebuah analogi :)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3890816747341775168-6320815469070929613?l=setangkaisubuh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/feeds/6320815469070929613/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2011/09/ibu-rajawali-itu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/6320815469070929613'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/6320815469070929613'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2011/09/ibu-rajawali-itu.html' title='IBU, RAJAWALI ITU...'/><author><name>kakanda428</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15375288489042897078</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-sklWIDZXOUo/Tyn4pzj9z9I/AAAAAAAAAt4/OsNhTKu1vSk/s220/295787_303889559623767_100000081778227_1330461_1182585975_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-lOB8E4Ef690/Tnan4KzTZAI/AAAAAAAAAnQ/seVL3lYr-Dw/s72-c/garuda.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3890816747341775168.post-8946869528425667325</id><published>2011-09-13T20:21:00.000-07:00</published><updated>2011-09-13T20:23:40.016-07:00</updated><title type='text'>HANTU IKAN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-QiwPqyGCoYs/TnAd-Hsqp_I/AAAAAAAAAnI/dZ711lOS9_8/s1600/IKAN.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 287px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-QiwPqyGCoYs/TnAd-Hsqp_I/AAAAAAAAAnI/dZ711lOS9_8/s320/IKAN.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5652050485405460466" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;jangan sampai kami mati di perut saudara kubur kami dalam keranda air biar kami cium nisan laut nisan kali &lt;br /&gt;kami mati tak meninggalkan puisi sebab mati persembahan bagi tubuh bagi protein dalam lapis kulit dan sisik dalam gelembung dan amis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kanak-kanak menemukan ikan mati di sungai&lt;br /&gt;dari celah sirip tertulis wasiat: jangan kubur aku di sungai&lt;br /&gt;bila di sungai ikan mati konyol dicakar ombak&lt;br /&gt;bila dilarung di kali ikan jadi hantu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kata ibu ini kewajiban mengubur makhluk hidup&lt;br /&gt;yang tiada. tak ada nafas lagi teman, ikan ini tak juga&lt;br /&gt;mengejang&lt;br /&gt;mungkin ia mabuk laut atau dicekik angin darat&lt;br /&gt;ikan tak pernah berobat, ikan tak punya dosa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kanak-kanak memandikan jasad ikan sebelum jadi hantu&lt;br /&gt;dibungkus kain perca, ditetesi air mata duka&lt;br /&gt;dan kehilangan&lt;br /&gt;kanak-kanak mengubur di kebun belakang&lt;br /&gt;tanah lembab sehabis hujan.&lt;br /&gt;tertempel tonggak ranting kayu pertanda: telah meninggal dunia&lt;br /&gt;ikan pengembara tak bernama&lt;br /&gt;maafkan segala kesalahan bila hidup ia tercela&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kanak-kanak berdoa&lt;br /&gt;semoga ikan malang masuk surga&lt;br /&gt;doa kata ibu akan sampai setulus pendoa, sebab Tuhan&lt;br /&gt;mengenal semua bahasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dipetik bunga dan daun, ditabur dalam pusara&lt;br /&gt;ikan, semoga nanti malam tak jadi hantu berkelana&lt;br /&gt;selamat tinggal ikan bila jadi hantu cekik saja angin&lt;br /&gt;hancurkan jala dan pancing&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kanak-kanak kembali bermain, duka tak ingin&lt;br /&gt;menyusut ceria terlalu lama&lt;br /&gt;seekor kucing 10 menit mencium aroma, mencangkul jasad&lt;br /&gt;mencari tanda yang ada di tulang kepala&lt;br /&gt;--malam tadi ia bermimpi mendapat harta karun!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3 Agustus 2011&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3890816747341775168-8946869528425667325?l=setangkaisubuh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/feeds/8946869528425667325/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2011/09/hantu-ikan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/8946869528425667325'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/8946869528425667325'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2011/09/hantu-ikan.html' title='HANTU IKAN'/><author><name>kakanda428</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15375288489042897078</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-sklWIDZXOUo/Tyn4pzj9z9I/AAAAAAAAAt4/OsNhTKu1vSk/s220/295787_303889559623767_100000081778227_1330461_1182585975_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-QiwPqyGCoYs/TnAd-Hsqp_I/AAAAAAAAAnI/dZ711lOS9_8/s72-c/IKAN.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3890816747341775168.post-2639527202689932578</id><published>2011-09-13T20:16:00.000-07:00</published><updated>2011-09-13T20:20:48.979-07:00</updated><title type='text'>REINTERPRETASI TRADISI BALI DALAM NOVEL PUTRI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-Zajyt2g680Y/TnAdJ1uzHMI/AAAAAAAAAnA/RvP09L-KHoI/s1600/puti.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 223px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-Zajyt2g680Y/TnAdJ1uzHMI/AAAAAAAAAnA/RvP09L-KHoI/s320/puti.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5652049587229367490" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;JUDUL : PUTRI&lt;br /&gt;PENGARANg : PUTU WIJAYA&lt;br /&gt;PENERBIT : PT. PUSTAKA UTAMA GRAFITI&lt;br /&gt;JUMLAH HALAMAN : 533 HALAMAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang membedakan membaca novel pop--dengan jumlah halaman yang sama --dibandingkan dengan membaca novel sastra? Satu hal yang pasti adalah kecepatan. Apabila novel pop dengan bahasa yang longgar memerlukan waktu 2 hari, maka dalam membaca novel sastra itu tak berlaku. Bisa menjadi lebih panjang dan lama. Apa penyebabnya? Pertama, tentu berkaitan dengan bahasa dan tema. Yang tak bisa diabaikan adalah suspense. Novel pop menawarkan banyak suspense cepat yang menyeret pembacanya untuk mengikutinya sampai ending, sementara novel sastra dengan bahasa yang rapat menawarkan cakupan permenungan yang tak sederhana. Permasalahan sosial yang coba dibangkitkan melalui tokoh-tokohnya. Adakalanya, membaca novel sastra tak bisa dibaca terburu-buru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Putri merupakan novel yang menawarkan kompleksitas tokoh-tokohnya dengan satu tema besar: tradisi bali. Putu melalui tokoh-tokohnya secara blak-blakan mendebat tradisi bali dengan pemikiran dan konsep yang kritis. Bahwa tradisi itu harus disesuaikan dengan perubahan zaman yang realistis dengan pikiran kekinian. Kemampuan Putu Wijaya sebagai sutradara, penulis skenario, penulis cerpen, budayawan sangat terlihat, sehingga novel ini hadir dengan bentuknya yang luwes: dialog cerdas, adegannya cepat, tanpa berbasa-basi bahasa untuk menunda persoalan yang hendak dikemukakan. Banyak tokoh yang dihadirkan saling terkait. Bahkan tak sedikit yang mengejutkan. Tak sedikit menghadirkan dialog yang jenaka, dan karena dihadirkan secara blak-blakkan, tema cabul—ditempatkan sebagai tema sosial bukan eksploitasi cerita-- pun terselip diantara cerita ini. Bahasa hadir dengan apa adanya. Putu bisa membagi pembahasan tokoh-tokoh yang hidup di sekitar Putri dengan segala persoalan yang secara tak langsung masuk dalam benang merah kehidupan Putri, gadis Bali yang memandang tradisi dengan kritis berikut budaya-budaya yang sudah usang. Karena lokalitas Bali yang diangkat, maka cerita di dalamnya bersetting bali dengan segala pernik tradisinya yang unik berikut konsep-konsep yang berlaku. Dengan gaya khas Putu menyindir kehidupan sosial dan membuat pembacanya ikut tercenung menghadapi masalah sepele, tapi banyak terjadi. dan diterima sebagai bentuk kemunafikan yang terang benderang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ada bagian nilai hidup yang coba dikaji, diperdebatkan dan diinterprtasi kembali. Banyak Filosofi pemikiran kritis yng diajukan dan bertebaran dalam novel ini. Terkadang idealisme pribadi harus berhadapan dengan situasi yang bertentangan dan telah menjadi budaya yang realistis. Bahkan terkadang hipokritisme sangat dibutuhkan untuk bertahan dari segala bentuk kondisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tapi yang kita hadapi sekarang bukan kampus, “ sambung Nelly. “Ini adalah kehidupan yang nyata, yang berlapis-lapis dan liar. Kehidupan di luar kampus tidak mau diperintah oleh sistematika yang sudah dirumuskan oleh buku. Setiap kali ditebak, dia menggelepar. Apa artinya seorang sarjana sastra tanpa sejumlah mahasiswa yang ingin lulus ujian? Tidak ada. Kamu tidak menghadapi mahasiswa yang memburu ijazah di dalam pergaulan sehari-hari. Kamu menghadapi pedagang-pedagang yang rakus mengumpulkan uang. Diantara mereka kamu hanya seekor anjing pencuri. Kau harus meyakini posisimu dan melakukan apa yang sudah dilakukan oleh anjing-anjing itu. Rebut makanannya dengan cara apa saja. Kalau tidak kamu tidak akan kebagian!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah Putri, gadis Bali yang hidup diantara tradisi dan modern. Setelah menamatkan kuliahnya di jurusan sastra dengan prestasi gemilang dan menjadi ikon gadis Bali dengan membawa konsep tradisi barunya, ia gamang kembali ke dunia nyata--dunia masyarakat di lingkungan tempat tinggalnya desa Meliling, bukan dunia kampus-- ia berhadapan dengan banyak hal yang menggeser pemikirannya. Masalah muncul menjadi tak sederhana dan membuatnya gamang. Konflik dan persolan pun dimulai: tata nilai masyarakatnya sudah bergeser. Putri mencoba mempertahakan idealisme yang kritis, namun itu bukan perkara gampang. Segala hal yang dilakukannya selalu menawarkan konsekuensi. Ilmu yang didapat di bangku kuliah ternyata tak berlaku dalam kehidupan sosial yang real&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena novel ini sangat kompleks, tokoh-tokoh yang mengikuti Putri pun membawa persoalan-persoalannya sendiri dan saling berkait. Tokoh-tokonhnya hadir mengambil porsi dan hadir pada adegan-adegan. Mulai dari Oka (wartawan idealis), Nelly (teman kuliah Putri yang memplagiat konsep skripsi tradisi baru milik Putri bersama ayahnya, Palakarma berambisi membangun mega proyek yang kapitalis), Wikan (anak seorang Ratu Agung Aji di Puri Puncak yang mencari identitas, dan perlahan mencintai Putri).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak itu saja, Putri harus menghadapi persoalan di lingkungan keluarganya sendiri: Kematian adiknya Made yang membuat ibunya Men Putri,mengalami gangguan kejiwaan; Ayahnya Mangku Puseh yang bijak tapi terkadang naif tak henti memaksanya untuk menerima pinangan Ratu Agung Aji; adiknya Nyoman yang hamil di luar nikah. Belum lagi kehadiran Man Sadra—tetangga yang masih terhitung kerabat yang keluarganya memiliki konflik internal dengan keluarga Putri--mencuri kesempatan untuk mencabuli Putri karena mengidap maniak sex. Pada suatu hari sebuah insiden menimpa Man Sadra—dikebiri (alat kelaminnya dipotong) oleh pemuda-pemuda tetangga desa karena kebiasaanya suka mengintip orang mandi itu---merubah dirinya menjadi Balean (dukun sakti penyembuh segala  penyakit).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Wikan? Pemuda yang diam-diam mencinta Putri harus mengalami krisis identitas budaya, tradisi dalam lingkungan Puri setelah pulang dari Amerika. Setelah serangkaian konflik Wikan kembali ke Amerika untuk melupakan identitasnya; ayahnya Ratu Agung meninggal dan menjadi sasaran balas dendam setelah mayatnya yang hendak dingaben, bermai-ramai diterjunkan ke jurang; konfik kepentingan di Puri. &lt;br /&gt;Namun saat berada di Amerika--sebuah negara yang menjunjung kebebasan dan demokrasi, Wikan kembali dihadapkan banyak persoalan. Perbedaan budaya yang bebas dan  hipokrit, ia menjadi sasaran kepentingan dan tujuan-tujuan tertentu sahabat dari negerinya sendiri--yang ternyata seorang homoseks. Dan ia pun dihadapkan kembali pada pertanyaan: apakah saya Indonesia? Siapakah saya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara pribadi saya kagum dengan kualitas penulisnya yang sudah tak diragukan lagi. Bukan lagi cerita rekaan yang kosong. Ada sebuah nilai, konsep dan gugatan terhadap tradisi Bali yang terwakili oleh tokoh-tokohnya. Terus terang, beberapa kali saya mencoba menyerah untuk menamatkannya karena Putu tak membuai pembacanya dengan rerimbun bahasa bunga. Tapi lebih menekankan pada dialog dan kata-kata kritis yang bernada konsep. Mungkin bagi yang terbiasa membaca novel pop, akan segera mengakhirinya dengan kecewa. Menamatkan novel ini sebuah tantangan tersendiri buat saya, Putu dapat mengembangkan bagian-bagian cerita menjadi kompleks dan terkendali.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dan saya berharap bisa membaca kembali novel Putri bagian kedua dengan ketebalan yang sama di Perpustakaan Daerah. Novel ini sudah sulit didapatkan di toko buku dan secara cover juga tidak menarik. Tapi saya tetap percaya, membaca novel sastra tak akan menuai kekosongan setelah menyelesaikannya: ada sesuatu yang tertinggal di ruang ingatan dan menjadi cerminan kehidupan di masa mendatang...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segalanya tumbuh kalau diberi waktu. Jangan takut memberikan sedikit waktu karena semuanya itu sedang tumbuh. Satu detik, dua detik satu hari, 1 bulan yang diulur, bisa mengubah segala-galanya....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemiling, 13 September 2011&lt;br /&gt;Keterangan: kutipan dialog yang saya kutip di paragraf  ke-4, merupakan dialog saat Putri hendak melamar pekerjaan dengan ijazah sarjananya dan ternyata tak mudah semata-mata mengandalkan ijazah tapa koneksi (sebuah fakta sosial, bukan?).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3890816747341775168-2639527202689932578?l=setangkaisubuh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/feeds/2639527202689932578/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2011/09/reinterpretasi-tradisi-bali-dalam-novel.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/2639527202689932578'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/2639527202689932578'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2011/09/reinterpretasi-tradisi-bali-dalam-novel.html' title='REINTERPRETASI TRADISI BALI DALAM NOVEL PUTRI'/><author><name>kakanda428</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15375288489042897078</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-sklWIDZXOUo/Tyn4pzj9z9I/AAAAAAAAAt4/OsNhTKu1vSk/s220/295787_303889559623767_100000081778227_1330461_1182585975_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-Zajyt2g680Y/TnAdJ1uzHMI/AAAAAAAAAnA/RvP09L-KHoI/s72-c/puti.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3890816747341775168.post-1311301721088192703</id><published>2011-08-28T20:33:00.001-07:00</published><updated>2011-08-28T20:36:24.598-07:00</updated><title type='text'>ABSURD</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-xMEDhhRx6yI/TlsIv0A_zvI/AAAAAAAAAm4/Y3lu8DQmBPQ/s1600/320810_268681906477866_100000081778227_1182256_481657_n.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 296px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-xMEDhhRx6yI/TlsIv0A_zvI/AAAAAAAAAm4/Y3lu8DQmBPQ/s320/320810_268681906477866_100000081778227_1182256_481657_n.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5646116175348748018" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;pagi seperti lonceng yang muncul di kepalaku setelah lampu-lampu mendgkur menjamah selimut setelah langit pupus janji janji bertukar dimensi pada jam tangan tua yang trgeletak di meja mari kukelabang langkahmu kembali setelah tergerai dalam lampau yang berdandan mimpi siapa pulas sendiri bergantung di pohon tua di dpan beranda kamarmu mimpi siapa yg tewas brdarah di kebun belakang itu kmudian sayap keberapa yang menyisakan bulu yang layu menggali makam sendiri di ujung pintu oi entah stlah janji dari tekad telur membuahi angan-angan yang absurd diantara ruang tawa dan sepi entah mimpi mana lagi yang mengulur tali dan mencekik lehernya sendiri di ujung dari segala ujung langkah yang tak bisa gegas lagi bawa khayalan absurd ini ke langit berjemur bagai turis meskipun tak lagi punya nyali untuk unjuk gigi maka terbanglah dgn kepak yang mash tersisa menghabiskan sisa takdir dan karma yang semakin pongah di hari~hari yang tak bisa trbyar oleh tangismu yang menjelma angka~angka dan pertanyaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;25 Agustus 2011&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3890816747341775168-1311301721088192703?l=setangkaisubuh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/feeds/1311301721088192703/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2011/08/absurd.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/1311301721088192703'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/1311301721088192703'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2011/08/absurd.html' title='ABSURD'/><author><name>kakanda428</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15375288489042897078</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-sklWIDZXOUo/Tyn4pzj9z9I/AAAAAAAAAt4/OsNhTKu1vSk/s220/295787_303889559623767_100000081778227_1330461_1182585975_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-xMEDhhRx6yI/TlsIv0A_zvI/AAAAAAAAAm4/Y3lu8DQmBPQ/s72-c/320810_268681906477866_100000081778227_1182256_481657_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3890816747341775168.post-279230228537280972</id><published>2011-08-28T20:15:00.000-07:00</published><updated>2011-08-28T20:32:13.844-07:00</updated><title type='text'>BAGAIMANA RASA PASTA ITU, CHEF ?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-EtMezKxHaPw/TlsHUArdgwI/AAAAAAAAAmw/z2kt_phzvQI/s1600/jk.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-EtMezKxHaPw/TlsHUArdgwI/AAAAAAAAAmw/z2kt_phzvQI/s320/jk.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5646114598200115970" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Saat mesin pesanan itu berbunyi Chef, kau bergerak dan menarik kertas pesanan itu keluar, lalu dengan lantang berteriak: “Pesanan pasta untuk meja no 13...kerjakan!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Baik Cheff...!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bersama delapan koki bawahan menjawab lantang yang telah menjadi bagian dari sebuah disiplin. Ya, Chef...kami akan bergerak bagai seperangkat robot control. Menghadapi kompor gas berapi biru dengan wajan bulat ramping teflon berminyak. Suara penggorengan beradu, langkah-langkah gegas berpacu waktu. Bau asap, aroma bumbu...menebar ke dinding-dinding dan udara dapur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apa yang harus kulakukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum jam kerja dimulai, asisiten dapur sudah menyiapkan semua bahan dengan rapi. Fettucine yang berbentuk seperti seperangkat dupa itu direbus dalam air dengan setengah sendok teh garam. Setelah lunak kenyal dan berbentuk seperti mie, asisiten dapur telah meniriskan ke suatu wadah khusus. Baik, kuhidupkan kompor berapi biru dengan sebatang tongkat, memanaskan wajan dan memanaskan minyak untuk membuat saus.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasihan...kulihat asisiten dapur bergerak ulang alik menuruti perintah koki lain: mengambil daging di ruang pendingin, mencuci wajan, mengambil anggur, menyiapkan piring saji, mengambil bumbu...semua harus dilakukan dengan cepat, sebab tamu sedang menunggu. Hah, menjadi asisten hanya langkah pertama sebelum kau dipercaya memegang wajan dengan satu konsentrasi membuat satu menu makanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajanku telah mendidih. Berbuih dengan aroma asap. Setelah mentega mencair dalam panas wajan, kutumis bawang bombay sampai aromanya mencucuk hidung lalu daging cincang beradu hingga berubah warna, susu tawar cair, saus tomat dan rebusan tomat lalu fettucine...bergumul dalam wajan. Tambahan minyak sayur, minyak zaitun  Wajan berdesis-desis. Aku hanya perlu menggoyang wajan agar tercampur merata di atas api biru. Sedikit beratraksi: membalik pasta dengan sedikit menyentakkan wajan ke atas agar pasta teraduk rata. Perfecto...sempurna!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kau tentu tak diam saja di depan kami, Chef...kau mengontrol mengelilingi meja persegi berkompor dimana kami meramu aroma dan rasa. Kau menegur dengan kejam, sesekali mengambil alih bila kami bekerja terlalu lamban. Kau yang telah terlatih mengambil dua wajan, di kedua tanganmu wajan bergoyang dengan dua tangan bagai aksi akrobatik di atas api hingga teraduk rata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasta buatanku telah selesai. Setelah kutata dengan manis di atas piring porselen kutambahkan saus bolognese dan menaburi cabikan kecil keju parmesan di atasnya, selembar daun mint, ditambah garnis lalu kau mengontrol rasa. Dan kau terlalu kejam bila rasa pasta itu kurang menggigit di ujung lidahmu maka aku harus mengulanginya lagi. Bila pas kau akan membawanya ke meja persegi tak jauh kau berdiri setelah sebelumnya mengelap pinggiran piring yang masih menyisakan sisa bumbu. Kau membawanya ke atas meja saji, membunyikan lonceng kemudian pelayan dari ruang makan dengan tubuh kaku berompi, berdasi kupu-kupu datang menghidangkannya kepada tamu.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Chef?Ya, kaulah lelaki berbaju putih dan berdasi warna merah berdiri di depan kami. Lelaki yang tak mengenal kompromi lulusan Italia. Sementara kami belum setaraf, masih berdasi hitam. Sebuah ruang kecil di belakangku, gudang dimana bahan makanan disimpan, ruang bertemperatur dingin, tempat sayur dan daging beku juga kerang-kerang direndam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka tak akan ada keributan, saat kami berkonsentrasi menyiapkan menu pesanan selain perkakas dapur, lihat...Co Chef di dapur yang berdasi biru itu berakrobat: Saat daging dimasukan ke dalam wajan, api membunmbung besar di sekitar wajan, lalu sekejap potongan daging itu hangus terpanggang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antara cinta, aroma dan pasta. Ah, kupikir pasta yang ramping panjang seperti juga cinta. Sebelum berbumbu ia hanya bahan ingusan yang tak mengenal apa itu rasa. Seperti kanak-kanak sekolah dasar yang masih naif mengenal apa itu cinta lawan jenis. Lalu bumbu adalah tahun, pengalaman sebab rasa cinta tumbuh bersemi seiring bertambahnya kepekaan. Kau bilang begitu Chef?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi pasta juga usia. Ramping panjang yag berakhir menyedihkan. Tapi saat menjadi sepiring pasta yang menggoyang lidah berdansa, adalah persembahan terbaik: cinta yang tulus dan penuh sebagai akhir persembahan bagi mulut-mulut lapar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, Chef dengan segenap cintaku kusadari membuat pasta yang lezat adalah bukti cintaku pada rasa. Dulu kau mengejek dan memaki diriku berkali-kali saat percobaan demi percoban untuk menemukan rasa yang pas berakhir kegagalan. Dengan muak fettucine yang sudah susah payah kuberi bumbu, kurebus dengan kantuk yang coba kuterabas...berakhir dengan rasa yang berantakan. Aneh. Penyajian yang menarik adalah tipu. Tapi pasta bukan sekedar penyajian bukan? Ini bukan sebuah makanan ornamental yang diajajakan dalam sebuah etalase kaca bersinar. Kubuang tumpukan fettucine kenyal berminyak dalam bak cuci piring setelah gagal memadukan rasa. Terkadang terlalu lembek dan kering. Tapi, memaki dan menyesali proses adalah sebuah ketololan paling nyata. Untung keyakinan bahw aku bisa membuat pasta yang lezat seperti buatanmu telah membentuk tekad dan nyala api yang membuat aku tak kan menyerah terus mencoba dan bereksperimen. Hingga akhirnya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Segala hal yang kau kerjakan tak hanya membuat pasta, harus berlandaskan rasa cinta untuk mengerjakannya...karena cinta naluri tulus, persembahan paling agung yang bisa dipersembahkan untuk membahagiakan orang lain. Dan pasta dipersembahkan untuk membahagikan para tamu dan pelanggan yang telah hadir. Sementara cinta dipersembahkan untuk orang-orang terkasih...orangtua, saudara, kerabat, lingkungan sosial dan tentu: kekasih.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apa penghargaan terbaik bagi para pembuat pasta, Chef?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saat tamu tak menyisakan sedikit pun sisa di dalam piring yang menyajikan pasta buatanmu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan bagaimana rasa pasta sejati sesungguhnya Chef?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bila kau tahu apa itu rasa cinta. Itulah Pasta.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat cinta itu pertama kali datang. Ia sebuah bahan mentah. Hati dan perasaan yang haus adalah sebuah dapur yang mengolah bahan rasa itu menjadi sebuah rasa yag menyajikan berjuta ilusi dan sensasi surgawi masa remaja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yang kupikir saat bahan dasar itu datang dan dapur ilusiku mengolahnya secara samar ia seperti seorang putri paling cantik di atas dunia. Kecantikannya sekan aroma bumbu yang tajam. Dalam hatiku berdenyut mencoba meramu cara agar bahan dasar itu menjadi sebuah hidangan persembhan cinta yang terbaik.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun adalah kombinasi bumbu alami. Meski cinta terkadang bertabrakan pada logika-logika dan perbedaan buatan. Cinta tanpa logika seperti pasta tanpa bumbu yang berakhir di bak cuci piring. Bahkan kau akan mencabik-cabik dalam rongga mulut sebagai sampah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku harus terus mencoba mengolah rasa cinta agar menjadi sajian yang menarik bagi persembahan jiwa yang lapar. Sebab cinta sejati akan datang dan hadir dalam piring saji bernama pernikahan. Dan itulah persembahan akhir dari para pencari yang lapar. Pedas, asam seperti saus tomat, kenyal, gurih..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmm, seperti juga Pasta. Saat rasa itu suatu saat itu berbunyi Chef, jiwaku bergerak dan menarik kertas pesanan itu keluar, lalu dengan lantang berteriak: “Cintaaaaaaaa.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemiling, Juli—Agustus 2011&lt;br /&gt;Keterangan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Fettucine: bahan dasar membuat pasta. Mirip mie instant namun berbentuk lebih lebar dan panjang.&lt;br /&gt;    Tulisan ini terinspirasi dari drama korea berjudul Pasta. Ornamen tulisan saya catat dan saya rekam dalam kepala selama menonton drama itu kemudian dikembangkan dengan sedikit googling bahan pembuat pasta. Dan tentu sisanya hanya imajinasi yang berkelebat dan tersusun dalam kepala :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasta adalah drama korea ketiga yang saya tonton bercerita tentang tentang  makanan. Setelah Kim Tak Goo (pembuat roti), dan Jang Geum (koki istana). Dan selalu menggoda untuk menjadikannya sebuah tulisan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3890816747341775168-279230228537280972?l=setangkaisubuh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/feeds/279230228537280972/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2011/08/bagaiamana-rasa-pasta-itu-chef.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/279230228537280972'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/279230228537280972'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2011/08/bagaiamana-rasa-pasta-itu-chef.html' title='BAGAIMANA RASA PASTA ITU, CHEF ?'/><author><name>kakanda428</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15375288489042897078</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-sklWIDZXOUo/Tyn4pzj9z9I/AAAAAAAAAt4/OsNhTKu1vSk/s220/295787_303889559623767_100000081778227_1330461_1182585975_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-EtMezKxHaPw/TlsHUArdgwI/AAAAAAAAAmw/z2kt_phzvQI/s72-c/jk.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3890816747341775168.post-2182861890846743130</id><published>2011-08-23T21:19:00.000-07:00</published><updated>2011-08-23T21:27:20.648-07:00</updated><title type='text'>MISTERI LELAKI OPERA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-YEWRrJ_Pd8g/TlR9fmc2EvI/AAAAAAAAAmo/ltUk_4ryoWc/s1600/The-Phantom-of-The-Opera.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-YEWRrJ_Pd8g/TlR9fmc2EvI/AAAAAAAAAmo/ltUk_4ryoWc/s320/The-Phantom-of-The-Opera.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5644274214853022450" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;JUDUL BUKU  : THE PHANTOM OF THE OPERA&lt;br /&gt;PENGARANG   : GASTON LEROUX&lt;br /&gt;PENERBIT    : GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA (GPU)&lt;br /&gt;TEBAL HALAMAN : 376 HALAMAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suspense. Satu hal yang harus ada dalam sebuah karya fiksi, yang memungkinkan pembacanya untuk tetap setia sampai akhir kisah. Novel satu ini bagi saya menawarkan begitu banyak suspense menarik yang membuat saya sebagai pembacanya terbawa arus, tak bisa mengambil jeda terlalu lama untuk berhenti sebab penasaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Phantom Of The Opera, sebuah novel legendaris dalam sastra gotik dunia, telah diadaptasi ke dalam berbagai bentuk seni teater dan seni visual. Novel yang terbit pertama kali pada tahun 1910 ini mengambil setting di salah satu gedung opera termegah dan terindah di kota Paris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keganjilan, teror, ketakutan juga takhayul mengenai hantu opera yang berkeliaran di gedung opera telah berlangsung sebelum dua orang manajer pengganti itu menggantikan manajer opera yang tertekan. Terbunuhnya tukang ganti gambar, suara-suara misterius,  larangan untuk mengosongkan kotak boks nomor 5 saat berlangsungnya pertunjukan opera, juga pemerasan yang dilakukan si hantu adalah bagian kecil dari keganjilan itu.. Manajer opera yang baru mulanya menganggap semua itu hanya lelucon hingga suatu saat insiden dan peristiwa mengerikan terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Christine,--salah seorang penyanyi opera suatu hari mengetahui suara indah yang membiusnya dari balik tembok ruang ganti, dimiki seorang laki-laki misterius--akhirnya terjebak pada ilusi si pemilik suara yang mencintainya. Lelaki yang mengajarinya melatih nada-nada dan lelaki yang rela melakukan apa saja untuk mendapatkan cinta Christine. Laki-laki yang lambat diketahui merupakan sosok misterius di balik topeng tengkorak-- untuk menyembunyikan wajahnya yang buruk rupa dan menjijikan. Laki-laki jenius yang mahir menciptakan musik dari tempat tinggalnya di sebuah rumah di pinggir danau di bawah tanah gedung opera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu hadirlah Raoul, seorang Viscount / bangsawan yang merupakan teman masa kecil Christine yang hilang. Suatu hari ia mendengar percakapan misterius antara Christine dan si lelaki bertopeng. Hingga suatu hari Christine menceritakan padanya tentang laki-laki bernama Erick yang tinggal di bawah tanah gedung opera dan memilki akses jalan-jalan rahasia di balik tembok, cermin yang bisa terbuka, pintu jebakan dan mahir menciptakan notasi musik yang indah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian tibalah pada suatu malam, di saat Raoul merencanakan untuk membawa lari Christine menjauh dari si lelaki misterius. Tapi terlambat...Christine tiba-tiba menghilang di atas panggung. Bersama laki-laki yang diperkenalkan sebagai si orang Persia, Raoul mencari keberadaan Christine. Si orang Persia--teman masa lalu Erick dan pernah menyelamatkan nyawa Erick di masa lalu-- menelusuri ruang bawah tanah untuk menemukan rumah di pinggir danau tempat dimana Christine berada. Maka petualangan dan kejutan yang mereka dapatkan di jalan di bawah tanah asik untuk diikuti. Pintu jebakan dan rahasia-rahasia yang terbuka. Hingga pada akhirnya mereka terdampar di ruang penyiksaan yang menakutkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah sunyi yang menyayat hati tentang kesepian seorang jenius pencipta notasi musik, bersuara merdu, cerdik namun memiliki wajah buruk rupa yang mengharapkan sebuah pengakuan cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir kisah yang tak terduga, keputusan dilematis yang harus dipilih Christine: antara nasib laki-laki yang dicintai atau tragedi yang lebih besar. Lalu adakah hubungan Erick dan si hantu opera? Bagaimana nasib Raoul dan si orang Persia saat keputusan telah dipilih Christine? Bagaimana akhir si lelaki bertopeng? Lebih baik baca bukunya...dijamin mengejutkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membaca novel ini saya merasa disuguhkan cerit a yang sebenarnya rumit namun dijelaskan dan terbayar di akhir cerita, seperti sebuah teka-teki yang pada akhirnya diberi kunci jawaban. Aroma deg-degan terasa saat memasuki bagian dimana Erick dan si orang Persia menyusuri jalan-jalan rahasia di bawah tanah gedung opera. Bahkan saya bersimpati dengan tokoh Erick, lelaki yang terbuang dari dunianya karena ia berwajah buruk namun sesungguhnya memiliki cinta yang tulus dan baik hati. Endingnya pun terasa fifty-fifty, ditulis dengan teknik pengarangnya yang menawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena terlalu banyak kejutan dan nuansa itu hanya bisa dirasakan saat kamu membaca bukunya. THE PHANTOM OF THE OPERA...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kemiling, 5 Juli 2011&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3890816747341775168-2182861890846743130?l=setangkaisubuh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/feeds/2182861890846743130/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2011/08/misteri-lelaki-opera.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/2182861890846743130'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/2182861890846743130'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2011/08/misteri-lelaki-opera.html' title='MISTERI LELAKI OPERA'/><author><name>kakanda428</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15375288489042897078</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-sklWIDZXOUo/Tyn4pzj9z9I/AAAAAAAAAt4/OsNhTKu1vSk/s220/295787_303889559623767_100000081778227_1330461_1182585975_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-YEWRrJ_Pd8g/TlR9fmc2EvI/AAAAAAAAAmo/ltUk_4ryoWc/s72-c/The-Phantom-of-The-Opera.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3890816747341775168.post-1239063386080086458</id><published>2011-08-06T19:50:00.000-07:00</published><updated>2011-08-06T19:54:51.028-07:00</updated><title type='text'>SELAMAT TIDUR, ULAR...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-oCnpWeG0qf8/Tj3-Z3FlpEI/AAAAAAAAAmg/zgRYlONlheU/s1600/gh.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 202px; height: 250px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-oCnpWeG0qf8/Tj3-Z3FlpEI/AAAAAAAAAmg/zgRYlONlheU/s320/gh.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5637942028775302210" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;sepanjang tahun dalam wekerku disusupi ular menyusut&lt;br /&gt;mendesir dalam gejolak tiga ratus enam puluh lima centimeter&lt;br /&gt;kurawat setiap pagi, kuberi pita lidahnya menjulur dari celah&lt;br /&gt;tidurku menghirup aroma nafasku yang belum sarapan&lt;br /&gt;sebelum melindap mengerut dalam kantung tidur pada jam&lt;br /&gt;malam kubisikkan dongeng-dongeng ibunda yang sejak kecil&lt;br /&gt;kuhafal di luar kepala&lt;br /&gt;ular mematut kenangan, cinta di simpang jalan, senyum dan telur-telur&lt;br /&gt;waktu yang disembunyikan dalam misteri cangkang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;ular melingkarkan tubuh dalam angka-angka&lt;br /&gt;sesekali bertanya, kapan tiba rambutku tak lagi hitam&lt;br /&gt;kurawat agar ular sehat sempurna, di luar hai manja banyak kejahatan&lt;br /&gt;siap menebas tubuhnya di ladang ia mendesis dan bertelur di semak kepalaku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;selamat tidur lelaki, ular menggeliat semakin pendek&lt;br /&gt;tiap persinggahan tahun pesta membuat doa berkata semoga&lt;br /&gt;ularku menjadi panjang&lt;br /&gt;ular tertawa diantara kerdip lilin, kue coklat dan gelembung&lt;br /&gt;mimpi dalam ruang karet berhampa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ularku semakin pengecut, ketika menonton televisi&lt;br /&gt;tubuhnya ditandu ia bersisik kelabu dengan wangi melati&lt;br /&gt;tenang ular manja setelah waktu tiba kita hilang cerita&lt;br /&gt;sampai engkau terjaga ketika suara berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;selamat tidur ular, kata malaikat siaga di gerbong tidurku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Juli 2011&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NB: untuk agustus&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3890816747341775168-1239063386080086458?l=setangkaisubuh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/feeds/1239063386080086458/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2011/08/selamat-tidur-ular.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/1239063386080086458'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/1239063386080086458'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2011/08/selamat-tidur-ular.html' title='SELAMAT TIDUR, ULAR...'/><author><name>kakanda428</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15375288489042897078</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-sklWIDZXOUo/Tyn4pzj9z9I/AAAAAAAAAt4/OsNhTKu1vSk/s220/295787_303889559623767_100000081778227_1330461_1182585975_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-oCnpWeG0qf8/Tj3-Z3FlpEI/AAAAAAAAAmg/zgRYlONlheU/s72-c/gh.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3890816747341775168.post-7289219432545181641</id><published>2011-07-31T19:47:00.000-07:00</published><updated>2011-07-31T20:12:16.484-07:00</updated><title type='text'>KUMCERKU BARENG TEMAN: DUNIA DI LUAR JENDELA...</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-R3fU_I2fUWI/TjYW25v2zQI/AAAAAAAAAmY/wBsmWgiTZcM/s1600/buku%2Bcover.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 219px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-R3fU_I2fUWI/TjYW25v2zQI/AAAAAAAAAmY/wBsmWgiTZcM/s320/buku%2Bcover.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5635717116171046146" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Judul : DUNIA DI LUAR JENDELA&lt;br /&gt;Penulis : OKSA PUKO YUZA dan AGUS KINDI&lt;br /&gt;ISBN: 978-602-225-055-5&lt;br /&gt;Terbit: Juli 2011&lt;br /&gt;Tebal: 140 halaman&lt;br /&gt;Harga: Rp. 33.500,00&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, dua hari menjelang Ramadhan buku kumpulan cerpenku bareng salah seorang teman FLP Palembang, Oksa Puko Yuza, publish. Ini memang terbit di sebuah penerbit indie yang menerapkan sistem POD (Print On DemanD. namun kemunculan buku ini tetap membuat aku bahagia. Ada 14 cerpen di dalamnya dan dua tulisan prosais bomus dari kami. Ah, seperti kata temanku itu: BUKU INI UNTUK MEMPERERAT DUA SAHABAT YANG DIPERTEMUKAN DI DUNIA MAYA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah, semoga buku ini membawa keberkahan. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sinopsisnya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kumpulan cerpen berjudul DUNIA DI LUAR JENDELA ini banyak bercerita tentang kehidupan lain di luar jendela yang acapkali kita dustai keberadaannya karena terlalu sibuk dengan lakon hidup kita sendiri yang penuh dengan problema. Apakah kebahagiaan itu? Adakah yang mampu mendeskripsikan secara terang? Bukankah kebahagiaan dalam hidup bersifat subyektif belaka? Dan harapan adalah suatu perjuangan untuk menaklukan peristiwa-peristiwa yang tak selalu berjalan linear sesuai dengan coretan tangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Mari ikut melongok kisah-kisah dari sebuah jendela kecil yang menceritakan banyak hal sebelum jendela yang lebih tinggi terbuka lebar dan akan kau dapati tragedi kehidupan yang jauh lebih menggetarkan saat merasakannya secara langsung. eits, selain 14 cerpen, ada bonus Tarian 'Tangisan Pena'. Apa itu ? temukan jawabannya dalam buku ini. Hidup itu seperti gitar, mainkan saja (Oksa Puko Yuza) ..Satu yang pasti kita sadari: HIDUP BUKANLAH RANGKAIAN DONGENG CINTA...(Agus Kindi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ps : Buku ini sudah bisa dipesan sekarang via website www.leutikaprio.com, inbox Fb dengan subjek PESAN BUKU, atau SMS ke 0821 38 388 988. Untuk pembelian minimal Rp 90.000,- GRATIS ONGKIR seluruh Indonesia. Met Order, all!!&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3890816747341775168-7289219432545181641?l=setangkaisubuh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/feeds/7289219432545181641/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2011/07/kumcerku-bareng-teman-dunia-di-luar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/7289219432545181641'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/7289219432545181641'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2011/07/kumcerku-bareng-teman-dunia-di-luar.html' title='KUMCERKU BARENG TEMAN: DUNIA DI LUAR JENDELA...'/><author><name>kakanda428</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15375288489042897078</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-sklWIDZXOUo/Tyn4pzj9z9I/AAAAAAAAAt4/OsNhTKu1vSk/s220/295787_303889559623767_100000081778227_1330461_1182585975_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-R3fU_I2fUWI/TjYW25v2zQI/AAAAAAAAAmY/wBsmWgiTZcM/s72-c/buku%2Bcover.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3890816747341775168.post-2401569650434137970</id><published>2011-07-09T23:20:00.000-07:00</published><updated>2011-07-09T23:30:11.799-07:00</updated><title type='text'>MEMOAR SELENDANG</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-ZdxRuIZWU_o/ThlGtX3vjzI/AAAAAAAAAmQ/Ej2hVNvuTgk/s1600/sayu.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 237px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-ZdxRuIZWU_o/ThlGtX3vjzI/AAAAAAAAAmQ/Ej2hVNvuTgk/s320/sayu.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5627606954692022066" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;(1)&lt;br /&gt;aku mendaki selendang ibu mencari masa kanak yang hilang&lt;br /&gt;ranum ingatan yang akan lekang&lt;br /&gt;saat mengeja air susu menelusuri letih ibu&lt;br /&gt;kantuk yang terjaga, kasih  yang menyala&lt;br /&gt;pada lintasan riwayat selendang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ibu pun mengajariku bernyanyi bersama dalam penantian&lt;br /&gt;bulan sembilan lalu cinta jadi  berderaian di semesta ayah&lt;br /&gt;selendang yang membentang jalan menuju jalan kecil&lt;br /&gt;meniti masa remaja kan kukenang&lt;br /&gt;lalu menghampar di hati perempuan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o perempuan yang menari di hamparan arloji&lt;br /&gt;aku menerbangkan ilusi paling binal, kubentang kembali selendang&lt;br /&gt;ditepinya jam-jam kan terkenang air mata tersimpan&lt;br /&gt;dalam peta kasih tak terjabar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o selendang berkibaran mengenang ibu&lt;br /&gt;kupanjat kembali masa kanak-kanak yang terbang&lt;br /&gt;berserpihan dalam laut kenang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2)&lt;br /&gt;kemudian remaja mengaburkanku pada dermaga bagi&lt;br /&gt;perempuan, menenun bersamaku menjahit&lt;br /&gt;selendang waktu&lt;br /&gt;anak-anak zaman akan lahir kan kuajari silsilah&lt;br /&gt;dahulu perjalananku tersimpan dalam selendang ibu&lt;br /&gt;tak kan robek di lemari yang pintunya selalu terbuka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku pun menjadi pengembara setelah dunia&lt;br /&gt;mencaciku sebagai pengecut dan menuntutku pergi&lt;br /&gt;jauh dari jangkauan selendang, tapi akan tetap berkibar&lt;br /&gt;dalam semesta sunyiku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;: ajal terjauh...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;15 Mei 2011  &lt;br /&gt;NB: dinobatkan sebagai 10 nominasi terbaik lomba cipta puisi cinta dan kasih sayang ibu yang diadakan Hanna Fransisca, 2011            &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3890816747341775168-2401569650434137970?l=setangkaisubuh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/feeds/2401569650434137970/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2011/07/memoar-selendang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/2401569650434137970'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/2401569650434137970'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2011/07/memoar-selendang.html' title='MEMOAR SELENDANG'/><author><name>kakanda428</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15375288489042897078</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-sklWIDZXOUo/Tyn4pzj9z9I/AAAAAAAAAt4/OsNhTKu1vSk/s220/295787_303889559623767_100000081778227_1330461_1182585975_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-ZdxRuIZWU_o/ThlGtX3vjzI/AAAAAAAAAmQ/Ej2hVNvuTgk/s72-c/sayu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3890816747341775168.post-1746218988434912848</id><published>2011-07-09T23:04:00.000-07:00</published><updated>2011-07-09T23:19:55.517-07:00</updated><title type='text'>NARASI PENYU</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-RtOri84P3jE/ThlEg5FKv7I/AAAAAAAAAmI/TJNlZYrMRH0/s1600/PENYU.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 221px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-RtOri84P3jE/ThlEg5FKv7I/AAAAAAAAAmI/TJNlZYrMRH0/s320/PENYU.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5627604541245145010" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Dunia berkata padaku bahwa waktu adalah hal paling ajaib dan menakjubkan. Bel semesta berbunyi: tanda kelahiran. Cangkang yang retak menjadi jalan untukku menggeliat lengket, terbit dari ceruk pasir pinggir pantai. Inikah lanskap yang semula aku kenal  dan kelak kukenang. Ibuku bermata laut telah percaya pada alam untuk aku dibesarkan. Melalui persalinan sunyi dalam ceruk, menitipkanku hingga alam membuatku meretas lalu mencium aroma matahari dan laut pertama kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengar deru ombak, pekik camar...gelombang yang desirnya mengudara. Matahari pagi yang terbit di timur laut, senja yang melindap dengan nuansa yang murung. Lalu deru ombak adalah suara karib yang mengantarkan pada perjalanan dan pencarian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibuku pergi menggembara ke dasar laut. Dan ini janji kami ibu...kami gegas menyusul untuk mengenali apa yang mesti kami ketahui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayahku bermata ombak. Ia meminta ibuku untuk berenang dalam jarak pantai, jarak laut yang tak terbaca. Ibuku akan berenang dan berjalan perlahan saat malam telah menerbitkan sunyi di pantai. Bertemankan cahaya bulan, ibuku mulai menggali sebuah ceruk di hamparan pasir yang mengenal baik apa itu dingin. Ketika intuisi paling wanitanya menggelinjang dalam perut dan memilih bertapa dalam sunyi yang mesra: dan kau lihat ibu...saat tubuhku yang masih terbalut cangkang yang keras. Ibu tak membutuhkan cahaya asing, ia membutuhkan kesunyian yang penuh agar ia bisa menempatkan diriku dengan baik. Banyak makhluk jahat yang bertebar di pantai, ibu telah memikirkan hal itu dan menggali ceruk dalam yang bisa dijangkau tubuhnya. Lalu kemudian bersembunyi di atas lubang dan berjuang untuk menerbitkan telur-telur putih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibuku pun pergi kembali ke dasar laut, mencari hidup...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengar deru ombak, pekik camar...gelombang yang desirnya mengudara. Matahari pagi yang terbit di timur laut, senja yang melindap dengan nuansa yang murung. Lalu deru ombak adalah suara karib yang mengantarkan pada perjalanan dan pencarian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Udara telah mengajariku bernafas dan aku bertanya pada laut bagiaman aku dilahirkan. “Laut yang baik, perkenankanlah aku bertanya bagaimana ibuku menjadikanku ada di pantai ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laut sangat bijaksana, ombaknya menepi untuk menjawab pertanyaanku,”Ibumu datang pada suatu malam yang dingin. Menggunakan sirip belakangnya, ia menggali lubang melingkar 40-50 cm. Setelah lubang digali, ibumu kemudian mulai mengisi sarang dengan telur yang bercangkang lunak, satu demi satu sampai sekitar 50 sampai 200 butir. Setelah bertelur, ia kembali mengisi sarang dengan pasir, dan meratakan permukaan sampai relatif tidak terdeteksi secara visual. Seluruh proses memakan waktu tiga puluh sampai enam puluh menit. kemudian ibumu kembali ke laut, meninggalkanmu padaku disini...”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kapan ibuku akan kembali?” aku lihat dari beberapa ceruk tiba-tiba berlahiran makhluk-mahluk sepertiku yang menggagumkan. Sementara di sisi lain, ceruk itu hampa. Ada yang mencuri kehidupan saudara-saudaraku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Naluri memaksaku untuk menuju laut dan menuju dasar. Mencari ibu yang mungkin menungguku. Memburu zooplankton, nekton kecil, ubur-ubur kotak dan rumput laut sebagai energi darinya aku akan hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rinduku menjelma langit, rinduku menjelma laut, rinduku menjelma gelombang, rinduku menjelam maut...dasar paling palung dari samudera&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Naluri ibu berkehendak: ia akan kembali di tempat ia pernah menentaskan telur-telur kehidupan. Melintasi jarak, mil, laut dan samudera. Naluri yang diberikan tuhan semesta alam mampu membuatnya mengenal kembali tanah kelahiran tak berbatas umur dan jarak yang jauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maha benar tuhan pemilik jagat raya, ibuku pasti kembali ke tanah ini...tanah dimana ia pernah dilahirkan dan menetaskan telur kehidupan: beribu-ribu penyu berlanskap laut dan pasir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengar deru ombak, pekik camar...gelombang yang desirnya mengudara. Matahari pagi yang terbit di timur laut, senja yang melindap dengan nuansa yang murung. Lalu deru ombak adalah suara karib yang mengantarkan pada perjalanan dan pencarian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun aku terjerat pukat dan jaring nelayan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;6 Mei 2011&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3890816747341775168-1746218988434912848?l=setangkaisubuh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/feeds/1746218988434912848/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2011/07/narasi-penyu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/1746218988434912848'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/1746218988434912848'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2011/07/narasi-penyu.html' title='NARASI PENYU'/><author><name>kakanda428</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15375288489042897078</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-sklWIDZXOUo/Tyn4pzj9z9I/AAAAAAAAAt4/OsNhTKu1vSk/s220/295787_303889559623767_100000081778227_1330461_1182585975_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-RtOri84P3jE/ThlEg5FKv7I/AAAAAAAAAmI/TJNlZYrMRH0/s72-c/PENYU.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3890816747341775168.post-5383891630333245749</id><published>2011-07-07T19:59:00.000-07:00</published><updated>2011-07-07T20:01:31.525-07:00</updated><title type='text'>WAKTU YANG LIMA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-2UBJLQoIfaY/ThZy2biIRmI/AAAAAAAAAmA/4hmlJnXSX0g/s1600/DU.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-2UBJLQoIfaY/ThZy2biIRmI/AAAAAAAAAmA/4hmlJnXSX0g/s320/DU.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5626811063875421794" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;semesta membagi waktu yang lima&lt;br /&gt;pada pergantian matahari&lt;br /&gt;kau pun membuka pintu dalam sayup mimpi&lt;br /&gt;lemparkan batas terjauh, jagamu&lt;br /&gt;derit pintu, katrol timba, pancuran bambu&lt;br /&gt;kau bentangkan rakaat &lt;br /&gt;larungkan doa-doa pagi menembus kabut&lt;br /&gt;takbir paling embun menyentuh daun-daun&lt;br /&gt;ada yang berbeda, yang lain terlena &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subuhmu! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;semesta membagi waktu yang lima&lt;br /&gt;pada pergantian matahari&lt;br /&gt;kau pun kembali dijeda setengah hari&lt;br /&gt;bertukar peluh dalam rangkaian&lt;br /&gt;air, menghantarkan sujudmu&lt;br /&gt;ada yang damai, diantara dentang setengah matahari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dzuhur melintas-pintas matahariMu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;semesta membagi waktu yang lima&lt;br /&gt;pada pergantian matahari&lt;br /&gt;sebelum senja menarikan cahaya paling merah&lt;br /&gt;kau datang kembali, tarikan&lt;br /&gt;Asharmu, &lt;br /&gt;doa-doa mendaki tangga sunyi&lt;br /&gt;diantara langit yang terbang mengembara pandang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;semesta membagi waktu yang lima&lt;br /&gt;pada pergantian matahari&lt;br /&gt;setelah terang pulang lalu gelap lesap dalam jam-jam&lt;br /&gt;kau pun hening, tegak dalam jubah zikir&lt;br /&gt;o waktu yang mengapung...sehelan nafas berlalu sudah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Magrib menutup langit senja yang memerah, camar menggaris&lt;br /&gt;bismillah pada langit yang berangkat menua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;semesta menutup jagamu, setelah rakaat-rakaat sunah&lt;br /&gt;bentangkan diantara waktu yang lima&lt;br /&gt;dan saat sunyi menarikmu dalam lelap yang purba&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o Isyamu bentangkan jua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;waktu-waktu berderai bagai kelopak menghitung&lt;br /&gt;khusyu sembahyang, sebelum mencium kembang&lt;br /&gt;kuburan di keningmu ajal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juli 2011&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3890816747341775168-5383891630333245749?l=setangkaisubuh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/feeds/5383891630333245749/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2011/07/waktu-yang-lima.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/5383891630333245749'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/5383891630333245749'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2011/07/waktu-yang-lima.html' title='WAKTU YANG LIMA'/><author><name>kakanda428</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15375288489042897078</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-sklWIDZXOUo/Tyn4pzj9z9I/AAAAAAAAAt4/OsNhTKu1vSk/s220/295787_303889559623767_100000081778227_1330461_1182585975_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-2UBJLQoIfaY/ThZy2biIRmI/AAAAAAAAAmA/4hmlJnXSX0g/s72-c/DU.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3890816747341775168.post-1049396310741167161</id><published>2011-07-07T19:45:00.000-07:00</published><updated>2011-07-07T19:58:04.429-07:00</updated><title type='text'>KETIKA AKU BERJALAN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-yeQ0IGOcF40/ThZyEiY1vVI/AAAAAAAAAl4/-7ooN7cKjco/s1600/cover.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 218px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-yeQ0IGOcF40/ThZyEiY1vVI/AAAAAAAAAl4/-7ooN7cKjco/s320/cover.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5626810206722047314" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;ketika aku berjalan, pengembaralah aku menyusuri lintas&lt;br /&gt;pertama pada pagi yang selalu akan lain&lt;br /&gt;wajah-wajah lelaki pekerja, langkah perempuan perkasa&lt;br /&gt;mencakul keringatnya untuk lembaran rupiah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ketika aku berjalan, kutemukan duri dan ranting sepi&lt;br /&gt;menghalangi langkah, ketakutanku berbunga&lt;br /&gt;suara kecil dalam diri memaksaku memungut duri lalu&lt;br /&gt;menghanyutkannya ke kali&lt;br /&gt;sepi adalah bagian dari tragedi manusiawi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ketika aku berjalan, pengembaralah aku menyusuri&lt;br /&gt;lintas kedua pada siang : matahari membakar, hujan berderai&lt;br /&gt;wajah letih bersembunyi dalam dengkur yang rapi&lt;br /&gt;waktu secepat berlari meniti, kita selembar daun yang jatuh menua&lt;br /&gt;bersama ranting dan tanah&lt;br /&gt;o kelak akan tiba...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ketika aku berjalan, sepi bergelantungan di sepanjang pematang&lt;br /&gt;kehidupan, waktu mengkerut menyimpan rapi dalam kenangan&lt;br /&gt;persinggahan,&lt;br /&gt;kekasih..bahwa perjalanan ini tak akan membuat kita kekal&lt;br /&gt;menyusut dan menua dalam langkah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ketika aku berjalan. malam menuju, kurekam senjakala &lt;br /&gt;melambai untuk hari yang akan terbang &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;waktu, kekasih...bagai penziarah datang memanen usia&lt;br /&gt;pada dimensi kesendirian yang niscaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku berjalan, mencatat langkah kepada bumi&lt;br /&gt; kekasih, mungkin waktu melipat aku bersama doa-doa sepi&lt;br /&gt; di tempat paling abadi dan sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;:suatu hari...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8 Maret 2011&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3890816747341775168-1049396310741167161?l=setangkaisubuh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/feeds/1049396310741167161/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2011/07/ketika-aku-berjalan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/1049396310741167161'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/1049396310741167161'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2011/07/ketika-aku-berjalan.html' title='KETIKA AKU BERJALAN'/><author><name>kakanda428</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15375288489042897078</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-sklWIDZXOUo/Tyn4pzj9z9I/AAAAAAAAAt4/OsNhTKu1vSk/s220/295787_303889559623767_100000081778227_1330461_1182585975_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-yeQ0IGOcF40/ThZyEiY1vVI/AAAAAAAAAl4/-7ooN7cKjco/s72-c/cover.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3890816747341775168.post-3464916290869429580</id><published>2011-07-04T19:21:00.000-07:00</published><updated>2011-07-04T19:24:28.326-07:00</updated><title type='text'>SELEMBAR PAGI, MARRIONATE...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-adgdfWs3kKA/ThJ1wTiEB1I/AAAAAAAAAlw/n7V2ytzdnyQ/s1600/MARION.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-adgdfWs3kKA/ThJ1wTiEB1I/AAAAAAAAAlw/n7V2ytzdnyQ/s320/MARION.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5625688357276485458" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Selembar pagi kukupas seperti aku mengupas wajahku, tatap mataku tatap kehampaan yang ditetaskan oleh waktu, berburu diantara nama jalan, kota kenangan dan tragedi yang terbaca pada miniatur dunia di atas lembar kisah pagi yang mungkin besok basi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marrionate, kau mencari cinta lintas benua menarikku dalam alun dan desir lembut tentang riwayat perempuan kayu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kantung jasku kusisipkan dua musim lalu kita jadi angin jadi puing jadi bangkai kata-kata dan romantisme picisan yang dipungut pemulung dan penyair merangkainya jadi indah lalu kita tanyakan: mengapa kita ada untuk bersua?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau pun perkenalkanku pada alam pinokio dan berpikir bahwa aku akan membawamu lari dari kekuasaan gupeto, tenang...tiupkan musim semi agar cinta jadi bumi, bermekaran menari di atas bunga bagai sepasang penari menghitung keberadaan dan waktu yang meleleh bagai lilin di kotamu, mencair dalam keterasingan tanda tanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marrionate pada akhirnya pengelanaan akan usai sebab dua dunia yang semula bisa kita titi dalam tragedi khayalan hanya omong kosong asmara: percintaan hanya dongeng yang mengendap dalam tidur yang sewaktu terjaga, hilang semua ilusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada selembar pagi ingin kusapa angin, ingin kusapa desir dari gambar-gambar yang sepertinya kukenal: o wanita bergaun bunga bakung dari negeri pinokio sedang mencari jantung pemuda-pemuda sunyi yang merakit fantasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selembar pagi akan tetap kunikmati bersama seruput kopi dan berita pagi di meja, kau bisa mengeja ajalku dari kening dan kerut yang berterbitan dari tubuhku. Sewaktu kita menjadi makhluk paling cinta aku meminta pada Tuhan agar cintaku tak sekedar kata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski kamu kayu, meski kamu desir, meski kamu siluet, meski kamu ketiadaan dari lamunan kurang ajar: pemimpi yang masih punya cinta dan tangisan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;23 Mei 2011&lt;br /&gt;Marrionate: boneka kayu&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3890816747341775168-3464916290869429580?l=setangkaisubuh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/feeds/3464916290869429580/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2011/07/selembar-pagi-marrionate.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/3464916290869429580'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/3464916290869429580'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2011/07/selembar-pagi-marrionate.html' title='SELEMBAR PAGI, MARRIONATE...'/><author><name>kakanda428</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15375288489042897078</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-sklWIDZXOUo/Tyn4pzj9z9I/AAAAAAAAAt4/OsNhTKu1vSk/s220/295787_303889559623767_100000081778227_1330461_1182585975_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-adgdfWs3kKA/ThJ1wTiEB1I/AAAAAAAAAlw/n7V2ytzdnyQ/s72-c/MARION.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3890816747341775168.post-6577042532264652497</id><published>2011-07-04T18:57:00.000-07:00</published><updated>2011-07-04T19:02:08.630-07:00</updated><title type='text'>MALAM SEMBILU, MALAM KETIGA PULUH</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-H5N8Exp2XC4/ThJwh78bknI/AAAAAAAAAlo/3TKf_6rI3K0/s1600/bn.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 298px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-H5N8Exp2XC4/ThJwh78bknI/AAAAAAAAAlo/3TKf_6rI3K0/s320/bn.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5625682612868321906" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;entah malam ketiga puluh, entah malam sembilu nyanyianmu&lt;br /&gt;kudengar dari timur, saat aku beranjak ke laut pada sebuah purnama&lt;br /&gt;malam kita beralih cokelat tua&lt;br /&gt;apa yang kau gelisahkan seperti juga yang kucemaskan&lt;br /&gt;gelap nyata memberondong mata kita pada sebuah jarak yang jauh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang kita tinggalkan pada jejak di pasir, aroma yang getir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ketika rinduku menjadi api, saat benciku asap yang membumbung&lt;br /&gt;ke tepi lazuardi.&lt;br /&gt;kau pernah datang membelah dadaku horizontal, tanami mawar&lt;br /&gt;dan larung teratai dengan percikan air zam-zam.&lt;br /&gt;biar hilang segala prasangka remaja, hilang jarak&lt;br /&gt;naluri, kekasih...mendebarkan dua hati mencuat jadi sampan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ah, aku ingin melipat rinduku seumpama perahu kertas&lt;br /&gt;kulipat bersama catatan basah tak bertanggal, bisikan&lt;br /&gt;namamu masih tertinggal dalam palung samudera&lt;br /&gt;sementara aku sendiri dengan cinta yang papa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;entah malam ketiga puluh, entah malam sembilu bayanganmu&lt;br /&gt;mengetuk di jendela tidurku.&lt;br /&gt;lekas mencari bayangmu di ujung kabut misteri&lt;br /&gt;dalam baris-baris jalan kenangan yang kita susuri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;besok pagi, entah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tersebab mau basah mencapai pulaumu, kekasih&lt;br /&gt;taufan bergetar, layar yang kujahit dengan seribu benang&lt;br /&gt;kau terka itu debar gelombang kasmaran&lt;br /&gt;saksikanlah, cinta yang kusulap menjadi nelayan ini berenang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pulaumu dilipat waktu, mencapaimu dihentak ragu&lt;br /&gt;malam ketiga puluh, malam sembilu kesepianku kah&lt;br /&gt;yang pecah atau bercangkang menyimpan pedih dan amarah&lt;br /&gt;entahlah, satu yang kujaga: terus ada dalam darah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;waktu dikeningku melata, rindu kusisipkan dalam kantung&lt;br /&gt;angin, pada malam yang terlampau dingin&lt;br /&gt;kesepianmukah atau keraguankukah yang berakar&lt;br /&gt;hingga satu waktu...cinta mengutukku kembali,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sembilu bermekar sunyi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;30 Juni 2011&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3890816747341775168-6577042532264652497?l=setangkaisubuh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/feeds/6577042532264652497/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2011/07/malam-sembilu-malam-ketiga-puluh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/6577042532264652497'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/6577042532264652497'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2011/07/malam-sembilu-malam-ketiga-puluh.html' title='MALAM SEMBILU, MALAM KETIGA PULUH'/><author><name>kakanda428</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15375288489042897078</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-sklWIDZXOUo/Tyn4pzj9z9I/AAAAAAAAAt4/OsNhTKu1vSk/s220/295787_303889559623767_100000081778227_1330461_1182585975_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-H5N8Exp2XC4/ThJwh78bknI/AAAAAAAAAlo/3TKf_6rI3K0/s72-c/bn.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3890816747341775168.post-421323819462971131</id><published>2011-05-20T20:23:00.000-07:00</published><updated>2011-05-20T20:30:57.435-07:00</updated><title type='text'>PETERNAK PUISI</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kakek peternak puisi mengundangku untuk singgah di rumah peternakannya di lereng bukit, tempat dimana konon ia bersama pekerja-pekerjanya menjadi peternak puisi. Aku menumpang sebuah pedati yang ditarik dua ekor sapi jantan perkasa sekuat kuda Sumbawa. Di kiri dan kananku adalah jejeran petak kebun, ladang jagung, gandum dan hutan-hutan kecil dengan pengawalan ilalang rapi yang berbaris dalam irama teratur bagai prajurit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pohon pinus, kebun bunga, pohon willow melambai ketika cahaya matahari memercik panas berwarna kuning bagai madu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dimanakah rumah peternakanmu, Kakek?Aku sungguh tak sabar untuk melihatnya...”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pedati mengalun dan bergolak mengikuti jalan.”Petrenakanku terletak diantara dua bukit di ujung jalan itu. Hari masih terlalu muda hanya untuk gegas melihat keajaiban puisi-puisi yang kami ternakan untuk kami jual ke kota.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kau bilang ini adalah kampung penyair yang penuh keajaiban itu?Apa yang menarik selain petak-petak kesunyian dan panorama yang statis....” Kataku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kau akan terperangah saat kita tiba di ujung kelokan itu.....dan kau akan lihat seperti apa kami mengolah apa yang diberikan alam untuk kami ternakkan menjadi telur-telur puisi lalu pecah di saat pagi pilihan, dari dalamnya kan kau lihat kepakan kupu-kupu paling bunga yang pernah kau jumpai, dan istriku akan menyalin keindahan itu di atas kertas.” Kakek peternak puisi tersenyum dengan lengkung pelangi terbalik..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua ekor sapi itu terdiam, lalu gentanya yang sejak tadi mengiringi perjalanan tiba-tiba berhenti. Itu sebuah jalan buntu. O tidak...di bawah itu adalah jurang-jurang menganga dengan cabikan cadas tajam. Bagaimana mungkin?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterkejutanku terbayar saat dua sapi kembar itu kembali berjalan. Percik-percik air tempias bertebahan dari langit di depanku. Sebuah cahaya terjulur bagai lidah membentuk jembatan dan pedati kami melenggang meniti di atasnya.Selendang itu terjulur rapi membentuk warna-warna berbeda yang bersisisan. Uap seperti asap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari balik jerami, Kakek peternak puisi mengeluarkan sebuah kotak peti kecil. Sebuah mangkuk beserta sendok kecil. “Untuk apa ini, Kakek?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kau haus, bukan?Pilihlah rasa apa yang kau suka dari titian pelangi yang akan kita lewati ini....itu adalah es krim...peternak sapi dan peternak madu kampung puisi telah berbaik hati setiap pagi mengirimkan aroma susu dan madu sebagai landasan menuju kampung puisi. Kau hanya perlu memilih rasanya lalu menciduknya...setelah es itu tandas maka kita kan tiba di persimpangan pertama di kampung puisi.....”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pun menciduk titian yang berwarna ungu rasa vanilla, seperti menciduk gula-gula yang merekah. Seperi keranjanag dalam gumpalan awan-awan. Menakjubkan.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Peternak air mata di kampung kami setiap hari selalu mengirimkan airmata mereka untuk diolah menjadi pelangi...Peternak susu dan madu kemudian mengirimkan susu dan madu kualitas prima untuk dicampurkan menjadi bianglala beraroma buah, tempat kita menuju gerbang pertama perkampungan dari para peternak puisi.....”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apakah air mata pun bisa diolah menjadi indah di kampung ini, kek?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tentu, air mata merupakan salah satu bahan untuk aku meternakkan puisi...tangisan seseorang selalu mempunyai ciri khas seperti sidik jari...ia akan bisa membentuk rima dengan pola-pola yang berbeda...”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap persinggahan lanskap Kakek mengeluarkan kotak bulat bercangkang dan memintaku terpejam. Entah apa yang dilakukannya tiba-tiba ada uap tipis seperti bulat telur berbusana uap awan-awan kecil bergerak masuk ke dalam kantung seperti terhisap. Dan uap bagai gelembung-gelembung sabun itu dimasukkan ke dalam kotak-kotak bercangkang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar kata Kakek, es krimku kandas sebelum pedati kami tiba di tepi bianglala. Suasana di depanku seperti kelambu yang tertutup asap tipis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apa itu?Kenapa gelap sekali.....”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kita sudah tiba di jalan dini hari. Ingat pesanku anak muda, rekam segala yang kau lihat, dengar apa yang bisa kau dengar...embrio pikiranmu akan coba kuternakan menjadi puisi...”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pedati terus berjalan. Kabut pagi pelan-pelan tersibak cahaya matahari. Suara cerucit burung hinggap di dahan, kudengar suara aliran sungai. Barikade burung merpati sekan terbit dari arah timur. Merpati dengan amplop kecil terjepit di paruhnya yang kecil terbang mengangkasa, membentuk pemandangan yang indah dikecup mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Merpati-merpati kampung kami itu akan pergi ke kota menuju pabrik pengolahan puisi. Jumlah mereka tiada terhitung banyaknya dan tak akan habis-habis. Kami tak perlu khawatir jika telur-telur terbaik dari peternakan puisi kami tidak sampai di pabrik pengolahan puisi di kota.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami melewati sungai kecil yang bernyanyi. Suara ricik dari arah mata air dan kudengar suara melodi seruling meliuk-liuk dari arah persawahan seperti berada di tanah Pasundan. Aku terpejam menghayati suara alam...lamat-lamat terdengar suara harpa di dekat kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bunyi harpa itu dimainkan anak dara kampung puisi yang sedang kasmaran....”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pedati kembali melanjutkan perjalanan, tiba pada sebuah gerbang musim. Langit biru dengan awan-awan putih seperti domba terbentang bagai selendang tak berujung. Padang rumput seperti permadani dengan warnanya yang hijau muda, dikelilingi petak-petak kebun bunga yang berdansa ditiup angin. Kulihat ada serangkaian kupu-kupu seperti pita, kumbang, capung, suara tenggeret dan republik lebah yang berburu madu dengan suara dengung mesin. Beberapa kanak berlari, bermain ayunan, berlari dan berlompatan. Nun beberapa ekor sapi bermantel hitam putih terdengar gentanya saat berjalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ini adalah jalan musim panas....lihat di balik pohon itu ada sebuah danau dan air mancur empat arah. Angsa dan bebek berenang dalam harmoni yang damai....bunga bakung, teratai menjadi penjaga kolam....dengar gemericiknya, lihat pesonanya lalu rekam dalam kepalamu......pejamkan matamu sejenak..” Kakek peternak puisi memintaku terpejam untuk kesekian kali dan mengambil sesuatu bagai uap dan memasukaknnya dalam kotak bercangkang miliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pedati terhenti, Kakek membawa pedati menepi di bawah pohon rindang dan menunjuk ke arah lain.”Disana adalah jalan hujan.....hujan, anak muda adalah inspirasi yang banyak digemari. Kesepian paling mesra yang diturunkan alam.....imajinasi para peri bermunculan. Tempat rindu mengembara jauh....hujan seperti sebuah dosa berlimpahan menimpa hidup kita dan kita adalah kanak-kanak yang mencari perlindungan pada tempat teduh, istana dan rumah ibadah...”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hujan turun bagai tirai, membentuk kubangan kecil, menciptakan kesepian jalan. Suara katak terdengar jelas dan terang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ah, perjalanan kita akan sampai di rumah pertanian dan peternakannku anak muda...” Pedati bergerak kembali menuju sebuah jalan yang tampak sayup dengan langit jingga kemerahan. “Kita tiba pada jalan senja....camar-camar berpentas menutup waktu dan membawa terang pulang ke barat...”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, waktu....cepat sekali berjalan meniti perjalanan. Sebuah rumah kecil di sebuah bukit dikelilingi pohon dan bunga. Di sekitarnya berjejer peternakan berupa padang luas dengan lemari bagai loker-loker kecil seperti laci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Puisi adalah suara hatimu:apa yang kau lihat, kau dengar, kau rasakan bernama keindahan ia akan bekepak membentuk jalur yang rapi di ruang hatimu yang peka....intuisi sejati.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku masih tak mengerti dengan perkataanya. Kakek peternak puisi membuka sebuah kotak bercangkang yang setiap perjalanaannya akan terbuka. “Aku akan mencoba mengembalakan apa yang kau rasakan dalam perjalanan tadi dan menternakan ide, keindahan pengelihatan, pendengaranmu.Telur pikiran dan khayalanmu perlahan akan mengeras bagai cangkang dalam peternakanku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kotak terbuka bagai kotak musik lalu blup melesat sebuah uap bundar bermantel awan.”Inilah ide perjalananmu dan puisi hatimu.” Kakek membawaku ke tempat peternakannya dan meletakannya dalam loker-loker berkunci. “Lusa mungkin aku akan mengirimkannya ke pabrik di kota dalam bentuk lembar-lembaran kata.....”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dimanakah pabrik pengolahan puisi itu, Kakek?’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Di negeri kata-kata...merpati-merpati kampung puisi mengetahui dengan baik dimana letak pabrik pengolahan puisi Kompas, Horizon,Tempo, Jurnal Puisi dan tempat-tempat dimana puisi yang aku ternakan akan menetas....”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh ajaib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Kejujuran pada perasaanmu, kepekaan terhadap indera dan alam ciptaan tuhan dan tentu saja kemerdekaan diri dalam mencipta adalah embrio sejati peternakan pikiran.” Kakek peternak berkata bijaksana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pedati yang dibawa dua ekor sapi jantan berkeloneng membawaku meninggalkan kampung puisi dan meninggalkan jejak misterius di hatiku. Melewati malam yang turun dengan bulan purnama cemerlang di langit dan kerlip kunang-kunang yang berpijar diantara kebun dan ladang yang berselubung gelap Terima kasih Kakek peternak ilusi di kampung puisi paling misteri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Jum’at, 20 Mei 2011 (20:31)&lt;br /&gt;Thanks god for keep giving me inspirations. Hopla !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3890816747341775168-421323819462971131?l=setangkaisubuh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/feeds/421323819462971131/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2011/05/peternak-puisi.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/421323819462971131'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/421323819462971131'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2011/05/peternak-puisi.html' title='PETERNAK PUISI'/><author><name>kakanda428</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15375288489042897078</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-sklWIDZXOUo/Tyn4pzj9z9I/AAAAAAAAAt4/OsNhTKu1vSk/s220/295787_303889559623767_100000081778227_1330461_1182585975_n.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3890816747341775168.post-3581650405031470917</id><published>2011-04-29T23:28:00.000-07:00</published><updated>2011-04-29T23:48:12.628-07:00</updated><title type='text'>TAMAN SEMILIR</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-aIakfJDLUv0/TbuuN8BJi1I/AAAAAAAAAlc/oS0f6VItOeE/s1600/biola.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 293px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-aIakfJDLUv0/TbuuN8BJi1I/AAAAAAAAAlc/oS0f6VItOeE/s320/biola.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5601262116037823314" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;inikah ruang  abadi o dinding-dinding kebisuan tempat kucakar-cakar  malam sunyi berpagutan dan lelah ditumbangkan di tingkap suratan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(1)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;empat mata bicara dalam sebuah pertemuan&lt;br /&gt;yang tak mengundang siapa-siapa.&lt;br /&gt;aku pun lekas karib pada semilir, juga daun yang jatuh&lt;br /&gt;sebagai isyarat kecil&lt;br /&gt;di atas rumput kudongengkan cerita embun&lt;br /&gt;menunggu yang tak harus kutunggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;inikah pertemuan yang tak bisa kita tunda ?&lt;br /&gt;dua bibir yang tak juga bicara&lt;br /&gt;menantimu kirimkan rindu, langit mengirimkan hujan&lt;br /&gt;di taman, jam-jam mendengkur kita menunggu bulan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;malam ke dua puluh tujuh, kau pun bercanda&lt;br /&gt;malam akan merah sedarah cinta biuskan luka&lt;br /&gt;tapi biru menyapa tidurku, beku cair dalam jagaku&lt;br /&gt;sementara luka paling anyir hanya masa lalu&lt;br /&gt;setiap pagi kuterbangkan pada langit terbuka&lt;br /&gt;: mengepak ke langit paling utara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(4)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;malam ke dua puluh tujuh, kau pun tertawa&lt;br /&gt;hidup sepantasnya kita tertawakan o sandiwara-sandiwara kepalsuan&lt;br /&gt;di taman paling semilir empat mata kita berpagut&lt;br /&gt;dalam kebisuan abadi&lt;br /&gt;di malam ke dua puluh tujuh: apakah masih kita bernama?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(5)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;inikah pertemuan yang tergores langit menjadi hujan&lt;br /&gt;kita pun menggigil dalam cuaca asing di taman semilir&lt;br /&gt;daun pun jatuh sebagai satu isyarat kecil&lt;br /&gt;yang mengisak itu sepi, pertemuan tak akan abadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(6)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di taman yang pernah wangi, aku pun berjalan&lt;br /&gt;waktu berpatahan, cerita kutitipkan lampu taman paling temaram&lt;br /&gt;yang tak lagi punya nama: mata yang pernah berpagutan, rindu jelma&lt;br /&gt;kupu-kupu taman,terlukis jadi titian panjang...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(7)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di taman semilir, yang menangis itu sunyi&lt;br /&gt;menampung mata air di malam lengang&lt;br /&gt;pada malam ke dua puluh tujuh, bulan terpangkas&lt;br /&gt;jadi derai di antara resah tidurmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;inikah ruang abadi o dinding-dinding kebisuan yang merangkum hujan dari kekasih terbang ke jantung bulan  o dinding-dinding kebisuan air mata mericik kesunyian&lt;br /&gt;kekasih pulang ke bulan menjinjing merah jambu dalam keranjang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;angan cinta berserpihan&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;27 April 2011 ( 2:31)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3890816747341775168-3581650405031470917?l=setangkaisubuh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/feeds/3581650405031470917/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2011/04/taman-semilir.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/3581650405031470917'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/3581650405031470917'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2011/04/taman-semilir.html' title='TAMAN SEMILIR'/><author><name>kakanda428</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15375288489042897078</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-sklWIDZXOUo/Tyn4pzj9z9I/AAAAAAAAAt4/OsNhTKu1vSk/s220/295787_303889559623767_100000081778227_1330461_1182585975_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-aIakfJDLUv0/TbuuN8BJi1I/AAAAAAAAAlc/oS0f6VItOeE/s72-c/biola.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3890816747341775168.post-5018847767894059916</id><published>2011-04-18T20:38:00.000-07:00</published><updated>2011-04-18T20:52:55.848-07:00</updated><title type='text'>ANTARA SAYA DAN KATA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-BobOMEFwhaw/Ta0GIoDrFHI/AAAAAAAAAlM/i_AKlR9hc24/s1600/Picture%2B020.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-BobOMEFwhaw/Ta0GIoDrFHI/AAAAAAAAAlM/i_AKlR9hc24/s320/Picture%2B020.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5597136657152939122" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Antara saya dan kata: siapa yang lebih dulu menyapa? Absurd...karena meski dekat  ia terkadang malu-malu untuk memperkenalkan sebuah dunia dimana imanjinasi bermunculan dan perlu kepekaan agar ia mau dituliskan. Ingatan tak cukup efektif mengingat jelas sejak kapan saya berkenalan dan menuliskannya dalam jalinan, paragraf, kalimat, hingga membentuk satu tulisan yang utuh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menulis disaat keresahan tak lagi menemukan ruang untuk dipendam sendirian. Ini dimulai saat saya menyadari bahwa betapa langkanya pendengar setia yang mau mendengarkan tanpa kantuk segala kesah tentang dunia dan persoalan jiwa-jiwa pemberontak ala remaja. Disaat sendirian sementara ada sesuatu yang mendesak ingin diungkapkan maka saya memutuskan: ini harus dituliskan !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menulis awalnya bukanlah suatu kegiatan yang mudah untuk dilakukan karena semua berlandaskan pada kebiasaan yang mesra. Tahukah kawan, lucunya saya belajar menulis bukan dari guru bahasa di sekolah. Sejak saya SD hingga sekolah menengah, guru bahasa merupakan guru yang kaku mengajarkan teori kebahasaan tanpa pernah mengajak siswanya untuk menulis. Saya belajar dari sebuah majalah adalah fakta yang tak bisa terbantahkan. Melalui majalah kecil dengan cerita-cerita islaminya yang segar, saya tergerak untuk mencoba menulis. Semenjak itu perlahan dengan tertatih-tatih saya belajar menulis cerita pendek dan mulai mencoba untuk mencintai dunia kepenulisan. Bila ada yang mengatakan menulis adalah dunia kesunyian mungkin ada benarnya, karena kita yang subjektif masuk pada dunia asing diantara hingar bingar dunia real yang pikuk akan problema. Kita umpama menggali sebuah ceruk berlentera, menyerahkan segenap pikiran untuk bekerja lalu melambungkannya diantara himpitan persoalan kehidupan yang tak pernah tuntas melalui rangkaian kata dan kalimat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak hal menakjubkan yang saya rasakan selama rentang perkenalan pertama hingga sekarang. Banyak kemajuan yang tak terprediksi awalnya. Dari yang awalnya menulis tak terarah, perlahan saya bisa membuat cerita pendek. Dari cerita pendek, saya terpikat pada keindahan kata melalui sajak. Bermula dari sajak, berkembang menjadi catatan-catatan puitis tentang hal sederhana yang saya jumpai. Dari semula yang lamban berproduksi kini diberi kelancaran mengendalikan kalimat. Alhamdulillah....ketekunan dan belajar membaca karya orang lain merupakan teman belajar yang mengiringi saya sampai saat ini. Tentu saja karena saya terlanjur cinta dengan dunia kepenulisan hingga memaksa saya pada satu kondisi dimana saya harus menulis bukan karena keinginan-keinginan matrealis. Saya hanya ingin berbagi apa yang bisa saya bagi lewat kata dan tulisan sederhana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memilki komunitas yang kondusif untuk memelihara dan menjaga konsistensi saya dalam menulis adalah sebuah kewajiban. Darinya saya seakan mendapatkan semangat jamaah dari teman-teman yang juga mencintai dunia tulis menulis: saling mengingatkan, berbagi segala hal yang menyuburkan proses kreatif menulis dalam selubung ukhuwah yang indah. Alhamdulillah saya beruntung telah mendapatkan komunitas yang cukup kondusif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam menulis saya merupakan salah seorang yang memiliki proses kreatif yang mungkin agak sedikit unik. Apabila teman kebanyakan memiliki konsep dalam membuat cerita atau tulisan, ide di kepala saya berbentuk absurd hingga harus diketikkan langsung di atas keyboard komputer. Ide di kepala saya begitu acak-acakan. Bila saya mencoba menjelmakan ide itu dimulai dengan outline (kerangka cerita) dengan cara menulisnya rapi di buku tulis, biasanya saya akan gagal di tengah jalan. Kata-kata yang ada terasa kaku dan imajinasi tak bisa berkembang. Maka ketika saya membaca buku-buku yang mengajarkan teori menulis dimana kebanyakan menyarankan untuk memulainya dengan konsep, semakin sulit saya untuk menulis. Saya membiarkan kata dan kalimat mengalir di layar komputer. Bila pun saya memiliki konsep tertulis, hasil akhirnya akan jauh berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya saya menemukan ide kecil, lalu saya beranjak ke depan laptop menuliskan apa yang sedikit itu sementara imajinasi bekerja dengan rapi. Ajaibnya....hal-hal yang tak saya persiapkan di awal, muncul dengan secara kebetulan: nama tokoh, setting, dialog, ending, point of view. Meski begitu untuk selanjutnya membutuhkan kerja keras dan mood yang bagus. Setelah tiba pada proses revisi dan membaca hasilnya terkadang tercenung sendiri: bagaimana saya bisa menemukan cerita itu ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila proses menulis bisa dirumuskan seperti halnya rumus matematika atau fisika mungkin saya akan membagikannya dengan bahagia. Tapi proses tak bisa dijelaskan secara tepat dan pasti sebab banyak hal yang tidak sama antara satu dengan lainnya. Proses adalah bagian dari misteri seorang penulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan membuat tulisan atau cerita pendek, dalam membuat sajak saya mengawalinya dengan bantuan draf handphone. Setiap saya pergi dan menemukan kata-kata puitis atau ide yang menjadi calon embrio, saya gegas mengetiknya di handphone dan menyimpannya. Sewaktu-waktu saat membuka draf handphone biasanya kata-kata itu sudah sedikit berkembang sehingga lebih mudah untuk dituliskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membaca adalah bahan bakar yang tak terbantahkan. Karena menulis tanpa mendahuluinya dari proses membaca yang intim adalah sebuah kemustahilan kita tergerak untuk bisa menulis. Seorang penulis novel wanita terkenal pernah mengatakan bahwa: memilih bahan bacaan yang disukai menjadi hak masyarakat umum tapi TIDAK untuk seorang penulis (calon penulis). Saya menyadari hal itu. Dulu karena akses untuk membaca terbatas sementara untuk membeli buku dana terbatas, saya menemukan jalan keluar: meminjam buku-buku dari mulai novel, kumpulan cerpen, buku agama, pengembangan diri dan lain-lain dari Perpustakaan Daerah yang disediakan pemerintah secara gratis. Selama tiga tahun lamanya saya menjadi peminjam buku yang setia. Kini saya merasakan bahwa daya jangkau imajinasi, tata bahasa, diksi saya berkembang setelah membaca banyak buku itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pun ingin suatu saat bisa membuat karya yang dapat mencerahkan pembacanya, memberikan sesuatu yang bermanfaat, namun hal itu membutuhkan proses dan pembelajaran diri yang panjang. Saat ini saya hanya bisa menulis hal-hal standar, tapi saya bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sadar ide bukanlah hal yang penting, melainkan usaha untuk mewujudkan ide itu menjadi tulisan adalah yang terpenting. Kita senantiasa bertempur dengan mood, dengan pikiran kerdil bahwa kita tak punya bakat, pikiran bahwa siapa objek yang sudi membaca tulisan kita nantinya. Ide bukanlah hal baru dan terkadang hanya pengulangan-pengulangan yang sudah pernah dituliskan. Untuk mensiasati ini saya mempunyai kebiasaan mengkliping artikel menarik dari koran Kompas Minggu dan menyimpannya rapi. Ide boleh saja berulang, namun akan berbeda jadinya bila saya melibatkan artikel-artikel itu menjadi bagian dari cerita. Mencampur ide murni dengan artikel ternyata menghasilkan cerita yang tak terbayangkan sebelumnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disaat jenuh dan letih menulis, biasanya saya akan  memandangi karya-karya yang sudah pernah saya buat. Betapa saya sudah melangkah terlalu jauh melewati waktu dan kemustahilan bahwa saya bisa menulis...akankah saya meninggalkanya begitu saja? Di saat orang-orang di luar sana berjuang untuk bisa menulis dan menjadi penulis...apakah saya akan berhenti dan menyerah? Selayaknya memang tak ada kata berhenti untuk berkarya saat saya membaca ulang sebuah kalimat yang mampu membuat saya tercenung lama:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MEMBACA DAN MENULISLAH KAMU... SEBELUM AMALANMU YANG DITULIS DAN DIBACAKAN !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duh...Allah, saya harus terus menulis dan berkarya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemiling, 9 Maret 2011&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3890816747341775168-5018847767894059916?l=setangkaisubuh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/feeds/5018847767894059916/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2011/04/antara-saya-dan-kata.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/5018847767894059916'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/5018847767894059916'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2011/04/antara-saya-dan-kata.html' title='ANTARA SAYA DAN KATA'/><author><name>kakanda428</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15375288489042897078</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-sklWIDZXOUo/Tyn4pzj9z9I/AAAAAAAAAt4/OsNhTKu1vSk/s220/295787_303889559623767_100000081778227_1330461_1182585975_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-BobOMEFwhaw/Ta0GIoDrFHI/AAAAAAAAAlM/i_AKlR9hc24/s72-c/Picture%2B020.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3890816747341775168.post-5902776622870301709</id><published>2011-04-05T20:29:00.000-07:00</published><updated>2011-04-05T20:31:01.449-07:00</updated><title type='text'>JALAN MENUJU AROMA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-hCzgDh0zd8g/TZvebILFglI/AAAAAAAAAk4/G1PxGYMkJa8/s1600/AROMA.jpeg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 206px; height: 245px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-hCzgDh0zd8g/TZvebILFglI/AAAAAAAAAk4/G1PxGYMkJa8/s320/AROMA.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5592307919942419026" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kehidupan selalu dipenuhi oleh aneka aroma yang menyimpan sesuatu di kepala. Mungkin kenangan atau nostalgia yang tulus. Kita mendeteksi lewat indera penciuman yang menyimpan baik wewangian dalam gudang diantara bilik-bilik kepala. Sewaktu bayi kita mengenal dengan baik jalan menuju aroma air susu ibu, susu formula, minyak kayu putih, baby oil juga bedak bayi. Hirup..hiruplah saat usiamu kini telah masuk angka dua digit. Pejam...pejamkan mata untuk menelusuri jalan untuk bernostalgia : bahwa engkau pernah menjadi bayi. Kenang kembali segala kepolosan yang jelita : dikau belum mengenal apa itu aroma dosa dan nafsu dunia. Kau mengenal dengan baik kehangatan ibunda dan ayah dengan aroma kumisnya yang menggelikan. Kau belum paham aroma tembakau yang disembunyikan ayahmu saat menatap dan menggendongmu dengan manja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalan menuju aroma. Jalan mengenal ketiadaan saat kau mendapati bahwa itu hanya aroma masa lalu yang memaksa kita terpental mundur. Apa yang kau akrabi dari aroma yang mengingatkanmu pada ibu ? Aroma deterjen, bau asap jelaga, penggorengan, bolu pandan, balsam, helai-helai rambut wangi matahari, sambal, nasi goreng, teh celup dan aroma dapur yang komplet—ini bila ibumu wanita sejati. Lalu ayahmu ? Bau keringat yang lembab, minyak rambut, tembakau yang lekat, aroma kopi yang mesra pada bibir. Ah, aroma sejati laki-laki yang belum mengenal kemanjaan laki-laki modern yang genit : penyemir rambut, deodorant, body wash, body lotion, penyegar mulut dan parfum yang aromanya menyengat hidung..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin suatu saat aroma membawamu pada ingatan yang pernah ada dan suatu saat hilang. Apa yang teringat dan terdeteksi baik lewat indera penciuman yang mengenal aroma kanak-kanak ? Bubble gum, cokelat, lolipop, es kado, harum manis, lumpur sawah, kebun penuh bunga dan buah, ilalang dan perdu, daun bayur saat kau berpetualang untuk menjadikannya sebuah bola yang kecil. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wewangian bekerja dengan caranya yang misterius. Kau tak akan pernah lupa bau rerumputan, bunga di kebun, pohon cemara, buah cokelat, bayi-bayi putik dari pohon mangga dan jambu di depan rumahmu, bau tanah yang tersiram hujan, aroma segelas kopi, opor ayam, sambal terasi buatan ibu yang nikmat. Aroma balsam, minyak angin, daun sirih dan kapur mengingatkanmu pada nenekmu yang uzur; lintingan tembakau dan cerutu mengingatkanmu pada kakekmu yang menghabiskan waktu duduk di kursi goyang karena kakinya tak lagi bisa berjalan; aroma tinta membawamu kembali kepada masa sekolah; bau pewangi pada sajadah mengingatkanmu pada masjid saat lebaran tiba. Harum lembar-lembar Al-qur’an mengingatkanmu saat dahulu ya dahulu pernah mengaji pada surau tua yang kini tak lagi ada. Aroma demikian abadi dan mesra menyimpannya dalam slide-slide kenangan bergambar di layar kepala saat cuping hidung mengenalinya kembali.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini mungkin akan mengingatkanmu pada saat terbaring sebagai seorang pesakitan : aroma apel impor yang wangi, jeruk sunkise, anggur yang manis, roti tawar dan susu kaleng, tak lupa bau nyengat obat-obatan, infus dan juga amis darah. Tapi saat kau cium aroma kurma dan buah kelengkeng, penciuman dengan cepat mendeteksi dan menganalisis : aroma yang membawamu pada nuansa Ramadhan. Dengan cepat penciuman menjabarkan wewangian lain yang kau akrabi : bau kolak kolang-kaling, es buah dengan porsi gula yang manis, sambal goreng, lauk istimewa buatan ibu. Kemudian aroma lain kembali datang : kue-kue kering, nastar, lapis legit, wajik yang rasanya nyelekit, kastangles, kue babon, pastel....wangi sirop pandan, orange, leci ( kau ingat ayahmu datang membawanya ke rumah sebagai bingkisan hari raya dari kantornya ). Juga aroma yang identik dengan hari disaat takbir bergema melintasi udara : baju harum toko, ketupat, rendang dan opor ayam, keripik kentang......( kau lantas ingat ibumu yang jelita menyajikan santapan istimewa itu setahun sekali ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aroma.....aroma......jalan menuju kenangan purba....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini mungkin menjadi aroma yang kau kutuk untuk ada : bau lumpur menggenang pada saluran pembuangan, bau sampah, bangkai tikus yang tiba-tiba membuat seisi rumahmu menjadi detektif gadungan mengendus untuk mencari bangkai yang rebah di sudut rumah, mobil pembawa karet yang melintas dengan bau yang memualkan, bau ketiak penumpang angkot sebelah bercampur keringat, urang-aring yang membalur licin pada rambut seseorang di sebelahmu, juga bau muntah yang memualkan perut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan takut, waktu pun menempa penciumanmu untuk lekas berkarib pada aroma mistis : wangi asap dupa, kemenyan yang ganjil, bunga kenangan dan kamboja. Aroma yang menuntunmu pada peristiwa-peristiwa di luar logika. Aroma yang mengantarkanmu pada nuansa kengerian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bau hujan membawamu pada lintasan ingatan masa kanak-kanak lampau : berkejaran melintasi kubangan-kubangan air, menari bersama peri-peri hujan bermata kabut yang ada dalam imajinasimu. Kemarau hanya menyiskan aroma gersang dan debu yang kerap hadir dalam tarian angin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan selalu dipenuhi oleh aneka aroma yang menyimpan sesuatu di kepala. Mungkin kenangan atau nostalgia yang tulus. Kita mendeteksi lewat indera penciuman yang menyimpan baik wewangian dalam gudang diantara bilik-bilik kepala. Dan kau tahu, kawan....semua aroma akan mengiringi setiap perjalanan, setiap inci kerinduan masa lampau dan berakhir tatkala penciuman kita tak lagi bekerja : aroma kesunyian yang sempurna menuju cinta yang Maha.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6 Maret 2011 ( 9 : 27 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3890816747341775168-5902776622870301709?l=setangkaisubuh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/feeds/5902776622870301709/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2011/04/jalan-menuju-aroma.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/5902776622870301709'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/5902776622870301709'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2011/04/jalan-menuju-aroma.html' title='JALAN MENUJU AROMA'/><author><name>kakanda428</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15375288489042897078</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-sklWIDZXOUo/Tyn4pzj9z9I/AAAAAAAAAt4/OsNhTKu1vSk/s220/295787_303889559623767_100000081778227_1330461_1182585975_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-hCzgDh0zd8g/TZvebILFglI/AAAAAAAAAk4/G1PxGYMkJa8/s72-c/AROMA.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3890816747341775168.post-3460432470081412528</id><published>2011-03-27T20:30:00.001-07:00</published><updated>2011-03-27T20:31:39.134-07:00</updated><title type='text'>TOTTO-CHAN : GADIS CILIK DI GERBONG SEKOLAH</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-MzZP9pB76yA/TZABCNaqdMI/AAAAAAAAAko/QnD2heqIxBA/s1600/totto.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-MzZP9pB76yA/TZABCNaqdMI/AAAAAAAAAko/QnD2heqIxBA/s320/totto.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5588968275039646914" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;JUDUL  : TOTTO-CHAN ( Gadis Cilik di Jendela )&lt;br /&gt;PENGARANG : TETSUKO KUROYANAGI&lt;br /&gt;PENERBIT : GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA ( GPU )&lt;br /&gt;TEBAL HALAMAN : 271 HALAMAN&lt;br /&gt;HARGA  : 55.000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah pernah membaca cerita Totto-chan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau belum mungkin kawan bisa membeli atau meminjam buku yang konon kabarnya menjadi salah satu buku anak-anak yang banyak dibaca orang di dunia. Setelah mencetak Best Seller di negeri asalnya, Jepang--tak lama setelah diterbitkan, cerita Totto-chan telah menginspirasi banyak orang, terutama dalam hal pendidikan. Maka wahai....para pendidik dan calon pendidik bisa bercermin dari buku ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Totto-chan yang terbit pertama kali pada tahun 1982 merupakn cerita kenangan yang dialami penulisnya Tetsuko Kuroyanagi ketika ia bersekolah di Tomoe Gakuen : sebuah sekolah dengan metode pendidikan yang berbeda dari sekolah ketika itu. Bayangkan saja bila ruang kelasnya merupakan gerbong-gerbong kereta yang tak terpakai. Dipimpin oleh Kepala Sekolah yang bijaksana dan berlaku sebagi pendidik sejati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Totto-chan ( nama kecil Tetsuko Kuroyanagi )-- merupakan gadis kecil yang punya rasa ingin tahu yang besar-- sering melakukan hal yang yang tak wajar di sekolah lamanya dan sering membuat kewalahan gurunya : berdiri di depan jendela kelas selama pelajaran berlangsung, memanggil pengamen jalanan yang lewat di sekolahnya, dan kenakalan-kenakalan kecil lainnya. Pendek kata Totto-chan ahirnya dikeluarkan dari sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya Mama membawanya ke sebuah sekolah bernama Tomoe Gakuen yang sistem pengajarannya sangat berbeda di sekolah lainnya : kelas-kelasnya merupakan gerbong-gerbong kereta api yang tak terpakai.; para murid  boleh mengubah urutan pelajaran sesuai keinginan mereka; makan siang dengan membawa menu kata kunci “makanan yang berasal dari laut dan gunung”; tes keberanian dalam hari uji nyali; setiap siswa mendapat giliran berbicara di hadapan teman-temannya pada jam makan siang untuk melatih keberanian berbicara di depan umum; berjalan-jalan setelah pelajaran sambil belajar hal-hal yang ditemui di sekitar; piknik( para siswanya dikelompokkan dan dtuntut untuk belajar memasak secara bersama-sama ); menerapkan senam Euritmik ( untuk melatih kepekaan pada musik );Tomoe Gakuen mempunyai hari olahraga sendiri ( uniknya pemenangnya tak mendapat hadiah sebagaimana perlombaan melainkan sayur-sayuran. Kepala Sekolah berkata : sayur-sayuran nilainya jauh lebih berguna karena kau mendapatkannya dengan usaha dan kerja keras, dan membahagiakan rasanya bila keluarga di rumah ikut mencicipi hasil dari kerja kerasmu.” ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah Sosaku Kobayashi, pemilik dan Kepala Sekolah Tomoe Gakuen yang menerapkan metode pengajaran yang berbeda setelah ia berkesempatan ke Eropa. Ia seorang pendidik sejati yang peduli dengan semua murid-muridnya, mengajarkan kearifan hidup, memperlakukan semua muridnya sebagai sahabat tanpa pernah membeda-bedakan. Sosaku Kobayashi menekankan pada murid-muridnya dengan aura positif bahwa mereka semua hebat tanpa pernah mematikan bakat mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Totto-chan ahirnya mendapatkan sesuatu yang berharga di Tomoe Gakuen : persahabatan, rasa hormat dan menghargai orang lain dan kebebasan menjadi diri sendiri.&lt;br /&gt;Cerita Totto-chan berahir dengan kejadian yang menyedihkan akibat perang yang bergejolak ketika itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membaca cerita Totto-chan membuat saya ingin kembali ke masa sekolah. Selalu ada kemesraan ketika membaca cerita yang menceritakan kenangan hidup penulisnya. Seperti membaca cerita kenangan Nh. Dini juga Seri Rumah Kecil di Lereng Bukitnya Laura Inggals. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita Totto-chan memang tak seimajinatif cerita-cerita Roadh dahl ataupun petualang-petualang kecil cerita Enid Blyton. Totto-chan jauh lebih sederhana dan real. Kekurangannya  ya sampulnya yang tipe hardcover putih dan cepat kotor sehingga tak bisa dipinjamkan sembarangan :).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, begitulah.......saya baca lembaran terakhir Toto-chan dengan mengucap hamdalah. Hati kecil berkata : suatu hari Allah.....aku ingin buat cerita yang bisa menginspirasi seperti ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih Totto-chan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;28 Maret 2011&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3890816747341775168-3460432470081412528?l=setangkaisubuh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/feeds/3460432470081412528/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2011/03/totto-chan-gadis-cilik-di-gerbong.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/3460432470081412528'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/3460432470081412528'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2011/03/totto-chan-gadis-cilik-di-gerbong.html' title='TOTTO-CHAN : GADIS CILIK DI GERBONG SEKOLAH'/><author><name>kakanda428</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15375288489042897078</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-sklWIDZXOUo/Tyn4pzj9z9I/AAAAAAAAAt4/OsNhTKu1vSk/s220/295787_303889559623767_100000081778227_1330461_1182585975_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-MzZP9pB76yA/TZABCNaqdMI/AAAAAAAAAko/QnD2heqIxBA/s72-c/totto.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3890816747341775168.post-4390472615232509048</id><published>2011-03-25T22:10:00.000-07:00</published><updated>2011-03-25T22:21:22.577-07:00</updated><title type='text'>PERJAMUAN ASAP</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-ql0ZXl5TCw8/TY13xHa9xII/AAAAAAAAAkg/Gk3bqFufYcw/s1600/ROK.jpeg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 160px; height: 167px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-ql0ZXl5TCw8/TY13xHa9xII/AAAAAAAAAkg/Gk3bqFufYcw/s320/ROK.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5588254398326097026" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ini mungkin pertemuan paling nikmat tiada tara bagi mereka. Sang ketua suku--Ayahanda yang terhormat, membuka pembicaraan dengan prolog basa basi murahan. Huhuy.... dialog kurang greget, tangan merogoh kantung doraemon. Yuhu..kotak kecil dengan enam belas batang surya 16 panjang beberapa sentimeter--karena surya 16 kerjaanya ngebul dan tawuran asap, tak pernah naik pangkat menjadi surya 17.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibunda tercinta tergopoh mencari asbak plastik berwarna kuning genting yang beberapa bagian telah berceruk  karena pemerkosaan tembakau panas. Tak ada asbak, piring kecil pun jadi. Tak ada piring....biar jatuh alami di lantai. Jauh lebih alamiah. Menjadi bukti bahwa ada pertemuan : dialog antara sesama perokok kelas berat dalam sebuah perjamuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Putra pertama--lelaki kurus dengan kening licin seperti kening monyet, menjentikan gas dengan ukuran tak lagi mini tapi jumbo...korek gas sebesar kaleng minuman ini mengingatkanmu pada penjaga asongan di bus dan kereta. Cuma 5000 kalau tak salah atau 2000 aih entah. Lihat....lihat saat ia mengeluarkan kotak berwarna hitam dengan gerak slow motion....rokok berkelas. Batang-batangnya putih dan polos. Masih perawan. Wanginya  jauh lebih semeriwing daripada tembakau biasa. Lebih sedap untuk dihirup berjamaah selama 7 turunan. Konon barangsiapa yang mencium aromanya serasa berada di kebun yang dijaga bidadari tembakau.Uhuy, rokok berharga dua kali lipat dari harga rokok standar setidaknya bisa menunjukkan martabat dan isi kantung penghisapnya. Lihat, lihat lah rokokku.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Putra kedua--gempal seperti babi, lebih merakyat. Rokok yang terjerat kantung penghasilan sebagai tukang ojek. Bungkusnya saja sudah berbeda. Wanginya hanya sepintas dengan perpaduan antara merah dan kuning genting. Kotaknya lebih lentur dengan sekali sobekan. Ia mengeluarkan kotak korek api yang gambarnya demikian abadi : 3 monyet sedang mendayung. Heran....ikon monyet tetap bertahan sekian lama....apakah 3 monyet itu tak ingin dewasa, menikah atau pensiun ? Ah, monyet terkadang jauh lebih  aneh daripada manusia...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Putra ketiga--masih anak baru gede tapi sudah mencetak rekor merokok dengan beragam gaya : saat sedang membawa motor, mengobrol, buang air, menggosok, mencuci, potong rumput, memperbaiki genting yang bocor. Pembawa gen yang baik, sang Ayahanda dikenal sebagai perokok yang every time ngebul seperti cerobong pabrik roti. Biar bisa flyyyy..oh fly....nyangkut di negeri atas awan dengan tebal kabut rokok dan tembakau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang Ayahanda memulai perjamuan : “ Rokok Ayah masih perawan....lihat, masih utuh dan polos belum ada bibir yang menyentuhnya. Apa rencana kita kali ini. Ada ide ?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Putra pertama membentuk bibirnya yang tipis menyerupai mulut teko. Ajaib...seperti lampu Aladin tiba-tiba mulut itu berasap.”Lihat, Ayah....rokokku sudah jompo, tapi sayang untuk diahiri. Pada rokok shift kedua yang bodynya lebih cihuy, mungkin aku ada ide...hayo, adik-adik, ada yang punya ide ?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Putra kedua bersuara :” Rokokku, bang... masih setengah baya. Tanggung....hei dik, mungkin kamu punya ide yang lebih ajaib untuk dilontarkan ?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Putra ketiga tampak menghisap penuh rokok kreteknya. Kedua pipinya terlihat kempot. “ Aku masih anak bawang Ayah, Abang.....lebih bijak kalau Ayah yang melontarkan ide, kami bertiga akan merespon, bagaimana ?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali sang Ayahanda bersuara : “Sialan, surya 16 ku ini prematur....baru kuhisap dua menit api langsung mati...oke, Ayah punya ide : bagaimana kalau kita jodohkan asap rokok kita dalam sebuah pertemanan. “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Maksud Ayah ?” Teriak putera kedua. Dijepitnya sebatang rokok dengan kepala api itu seperti Popeye. Membantu Ayah menghidupkan api dengan pemantik kayu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Korek kayu itu sudah purba, dik...itu sisa-sisa peninggalan zaman kolonial.”Putera pertama berkomentar, mengambil alih usaha Putera kedua menghidupakan api di ujung rokok sang ayah. “ Lihat ini tinggal klik...tak goyah ditiup angin.” Putra Pertama itu menjentikkan korek gas yang melahirkan api.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku punya sebuah ide tambahan : kita adakan kontes sederhana, bibir siapa yang paling seksi saat merokok...Bagaimana ?” saran Putera pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fly..fly..Putera kedua dan ketiga terlalu asyik untuk mendebat. Kedua mata menatap langit-langit ruang tamu, mulut membentuk pemandangan seksi : mengeluarkan bulatan asap-asap mengawang, sesekali menghisap kopi. Lalu fly..fly...sampai batang rokok itu mengecil dan kandas. Tak usah khawatir.....stok di meja masih cukup begadang sampai terbit matahari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asap-asap dari corong mulut, hidung dan telinga bersatu dalam perjamuan. Bergandengan bagai kanak-kanak lalu menghilang ke surga khayalan. Tak lupa pemandangan eksotis tersuguh : bibir siapa yang paling seksi saat merokok. Yang berbau tembakau lebih tajam, yang warnanya lebih menghitam : dialah pemenang........kasih applaus meriah!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang Ibunda yang sedang tertidur tiba-tiba terbangun : ia mendengar suara kereta, ia melihat asap-asap berdansa. Jam berkelonengan. Asap-asap terbit sampai jauh malam hingga terbit matahari...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Lihat, Ayah....asapku menari Jaipong..yihiiiiiiiii...Teriak Putra pertama riang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Ayah, asapku menari poco-poco..” Putra kedua tak mau kalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Lihat Asapku.....menari balet gerakannya lembut dan aduhai...fly..fly..” Putra ketiga tak kalah bangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang Ayahanda tercinta tak mau kalah. Diselipkannya dua batang rokok ke dalam jepitan bibirnya. Asap mengebul. “ Lihatlah.......asapku menari ronggeng, “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga terbitnya matahari, asap- asap terus  berdansa, sampai jauh terbang ke angkasa....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17 Maret 2011&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3890816747341775168-4390472615232509048?l=setangkaisubuh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/feeds/4390472615232509048/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2011/03/perjamuan-asap.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/4390472615232509048'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/4390472615232509048'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2011/03/perjamuan-asap.html' title='PERJAMUAN ASAP'/><author><name>kakanda428</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15375288489042897078</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-sklWIDZXOUo/Tyn4pzj9z9I/AAAAAAAAAt4/OsNhTKu1vSk/s220/295787_303889559623767_100000081778227_1330461_1182585975_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-ql0ZXl5TCw8/TY13xHa9xII/AAAAAAAAAkg/Gk3bqFufYcw/s72-c/ROK.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3890816747341775168.post-7833609581052750267</id><published>2011-03-01T22:35:00.000-08:00</published><updated>2011-03-25T22:04:42.951-07:00</updated><title type='text'>ADA AWAL , ADA AKHIR..........</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-GzbRwvKW5gg/TW3ofd-icYI/AAAAAAAAAkY/3F7TZsyK1-g/s1600/ahir.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 233px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-GzbRwvKW5gg/TW3ofd-icYI/AAAAAAAAAkY/3F7TZsyK1-g/s320/ahir.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5579371140702433666" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;JUDUL BUKU : AWAL DAN AHIR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENGARANG : NAGUIB MAHFOUZ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENERBIT : YAYASAN OBOR INDONESIA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TEBAL : 309 ( JILID 1 ) ; 324 ( JILID 2 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hassanein berkata, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“ ...jika kemiskinan itu seorang lelaki, aku akan membunuhnya. Tapi kemiskinan adalah seorang perempuan. Ia membunuh kami semua dan kami tak berdaya melawannya…”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awal dan Akhir bercerita tentang sebuah keluarga Mesir. Setelah ditinggal kepala keluarganya,--seorang Pegawai Kementeriaan--, mereka harus menjalani hidup prihatin, berbanding terbalik dengan kehidupan mereka sebelumnya. Samira, sang ibu harus menjual barang-barang perabotan rumah yang bisa dijual untuk memenuhi kebutuhan harian mereka sembari menunggu dana tunjangan almarhum suaminya. Hasan, anak tertua tak bisa diandalkan ; Hussein dan Hassanein terlibat dalam konflik masa muda—antara obsesi dan cinta ; Nefisa yang memiliki wajah buruk rupa dijadikan tumpuan ekonomi sebagai tukang jahit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konflik masing-masing tokoh berkembang dengan bahasa perasaan masing-masing tokoh yang dituturkan pengarangnya. Hasan ahirnya menjadi seorang tukang pukul bayaran dan terjebak dalam dunia hitam. Hussein harus bekerja selepas menamatkan sekolahnya sebagai tenaga Administrasi yang letaknya jauh dari rumahnya, Hassanein-- pada ahirnya berhasil memasuki Akademi Militer berharap dapat mengembalikan kehormatan keluarganya yang sudah ambruk. Namun saat harapan itu terbit, kenyataan berkata lain. Hasan menjadi buronan polisi dan Nefisa diam diam menjadi seorang pelacur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga suatu ketika, konflik makin meruncing. Hasan menjadi buronan Polisi dan Nefisa tertangkap ketika sedang menjajakan diri. Hassanein amat terpukul dan merasa inilah ahir dari kehormatan keluarganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersama Nefisa, Hassanein menuju sungai Nil selepas dari kantor Polisi yang menahan Nefisa. Demi sebuah kehormatan keluarga yang selalu dujunjung adiknya, Nefisa memilih jalan untuk mengahiri hidupnya dengan cara terjun ke dalam sungai Nil dari atas jembatan. Saat Hassanein menyadari keegoisan dan kesalahannya, semua terlambat. Nefisa, kakak perempuan yang menyayanginya dan telah berbuat banyak untuk membantu biayanya di Akademi memilih jalan tragis demi adiknya yang menjunjung tinggi kehormatan diri dan keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“ Apabila itu yang engkau inginkan, jadilah ! Aku tidak akan berteriak. Sekali saja, biarkan aku tabah. Semoga Tuhan mengampuni kita.”&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sebuah penutup, sebuah ahir dari awal sesuatu bernama kemiskinan. Hassanein terjun di atas jembatan seperti yang dilakukan kakak tercintanya, Nefisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Naguib Mahfouz merupakan nama penting dalam khazanah Arab Modern. Sastrawan asal mesir yang pada tahun 1988 menerima nobel sastrra telah menempatkannya sebagai sastrawan penting dari Timur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Novelnya yang berjudul Awal dan Akhir ini memiliki kisah tragis kemanusiaan yang menyebabkan novel ini memiliki kekuatan luar biasa ; meskipun latarnya adalah Kairo, pandangan yang ada di dalamnya benar-benar universal. Novel ini sarat dengan kritik social dan Naguib sangat piawai menggambarkan suasana batin tokoh-tokohnya kepada pembaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awal dan Akhir diterbitkan oleh Yayasan Obor Indonesia menjadi 2 jilid. Adapun novel ini merupakan sebuah karya besar dalam kisah sedíh kemanusiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana lazimnya buku-buku sastra yang abai terhadap kemasan sampul, begitu juga dengan novel ini..begitu sederhana, seakan menutup diri terhadap pengemasan ilustrasi yang oke dan eye catching. Untuk membacanya pun agak sulit untuk menemukan novel ini di toko buku, teman dapat menemukannya di perpustakaan umum yang mungkin masih menyimpan karya ini dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membaca novel ini tidak menemukan kendala yang berarti karena bahasanya mengalun rapi, enak dibaca dan lebih menggunakan pendekatan novel pop. Saat membacanya mengingatkan saya saat membaca novel AYAT-AYAT CINTA, dan sedikit nuansa THE KITE RUNNER.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membaca karya sastra, berarti membaca dunia…..so, buktikan aja ! :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mei 2010&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3890816747341775168-7833609581052750267?l=setangkaisubuh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/feeds/7833609581052750267/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2011/03/ada-awal-ada-ahir.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/7833609581052750267'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/7833609581052750267'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2011/03/ada-awal-ada-ahir.html' title='ADA AWAL , ADA AKHIR..........'/><author><name>kakanda428</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15375288489042897078</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-sklWIDZXOUo/Tyn4pzj9z9I/AAAAAAAAAt4/OsNhTKu1vSk/s220/295787_303889559623767_100000081778227_1330461_1182585975_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-GzbRwvKW5gg/TW3ofd-icYI/AAAAAAAAAkY/3F7TZsyK1-g/s72-c/ahir.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3890816747341775168.post-4262722359928472997</id><published>2011-03-01T20:51:00.000-08:00</published><updated>2011-03-25T22:09:50.163-07:00</updated><title type='text'>COFFE BREAK....</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-Ge5ffXN5pnE/TW3OE2lXdnI/AAAAAAAAAkQ/1aD7rCFI43U/s1600/182751_1411428863994_1780698690_781156_3198048_n.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-Ge5ffXN5pnE/TW3OE2lXdnI/AAAAAAAAAkQ/1aD7rCFI43U/s320/182751_1411428863994_1780698690_781156_3198048_n.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5579342096148952690" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ini kenangan yang sempat terabadikan pada saat coffe break di acara &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Upgrading&lt;/span&gt; Nasional FLP di Villa Eden, Yogyakarta. Bersama Suwanda dan teman-teman dari FLP jambi : Tommy Safaraz ( teman Fb ), Dimas Arya Dika, Muhyiddin.......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coffe break ditemani roti manis dan secangkir kopi menjadi bagian yang tak terlupakan selama &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Upgrading&lt;/span&gt;....&lt;/span&gt; ^^&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3890816747341775168-4262722359928472997?l=setangkaisubuh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/feeds/4262722359928472997/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2011/03/coffe-break.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/4262722359928472997'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/4262722359928472997'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2011/03/coffe-break.html' title='COFFE BREAK....'/><author><name>kakanda428</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15375288489042897078</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-sklWIDZXOUo/Tyn4pzj9z9I/AAAAAAAAAt4/OsNhTKu1vSk/s220/295787_303889559623767_100000081778227_1330461_1182585975_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-Ge5ffXN5pnE/TW3OE2lXdnI/AAAAAAAAAkQ/1aD7rCFI43U/s72-c/182751_1411428863994_1780698690_781156_3198048_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3890816747341775168.post-2222948876820228572</id><published>2011-02-25T04:39:00.000-08:00</published><updated>2011-02-25T04:45:28.486-08:00</updated><title type='text'>NAKED TRAVELER : CEMBURU NAN NIKMAT !</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-3REgq87jQJY/TWekLyP-RHI/AAAAAAAAAj4/GVEwNpbwM_4/s1600/trinity.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 256px; height: 193px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-3REgq87jQJY/TWekLyP-RHI/AAAAAAAAAj4/GVEwNpbwM_4/s320/trinity.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5577607185895933042" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Inilah cemburu yang nikmat : menyaksikan pengalaman perjalanan seorang backpaker wanita yang dituliskan dengan bahasa yang ringan, lucu dan sarat informasi yang mungkin luput diberitakan oleh brosur-brosur perjalanan. Pengalamn yang bersifat empirik, remeh tapi penting dituturkan Trinity dalam buku ini. Catatan-catatan kecil yang bersifat personal yang mungkin tidak kita ketahui sebelumnya. Sebuah cerita perjalanan akan selalu membawa kecemburuan dan pertanyaan : kapan kita bisa menjadi lakon dari perjalanan yang diceritakan tersebut ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita-cerita&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;kecil mulai dari pengalaman di Bandara, prosedur-prosedur di sebuah negara tujuan, pengalaman-pengalaman seru selama traveling di beberapa negara, fakta kecil tentang sebuah kebudayaan di negara lain, tips bagaimana bisa mendapat tiket murah, pengalaman selama menyinggahi sebuah negara dengan dana terbatas ala backpaker menjadi keunikan buku ini. Cerita tentang smoking room di Bandara, makanan , toilet sampai tips bagiamana menghadapi situasi saat transit sementara penerbangan berikutnya masih cukup lama : mengambil bantal di pesawat ! :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku Naked traveler merupakan tulisan ringan yang semula diposting penulisnya lewat blog yang kemudian dibukukan. Saya suka kemasannya : kualitas kertas, desain cover, ilustrasi gambar. Membacanya membuat saya leluasa melenceng dari prosedur normal ; saya bisa membacanya secara acak. Sip banget deh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membaca buku ini membuat saya cemburu dan punya minat yang terbit terhadap dunia backpers : menjelajahi tempat-tempat baru, mengagumi kebudayaan beraneka yang dititikan tuhan untuk negara-negara yang berbeda, merasakan kuliner setempat, mengunjungi tempat-tempat wisata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahay....saya cemburu dalam kenikmatan, setelah menamatkan cerita perjalanan NAKED TRAVELER ini. Capcus....:D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemiling, 23 februari 2011 ( 5 : 10 )&lt;br /&gt;Tengkyu Jarwo pinjaman bukunya ;) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3890816747341775168-2222948876820228572?l=setangkaisubuh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/feeds/2222948876820228572/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2011/02/naked-traveler-cemburu-nan-nikmat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/2222948876820228572'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/2222948876820228572'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2011/02/naked-traveler-cemburu-nan-nikmat.html' title='NAKED TRAVELER : CEMBURU NAN NIKMAT !'/><author><name>kakanda428</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15375288489042897078</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-sklWIDZXOUo/Tyn4pzj9z9I/AAAAAAAAAt4/OsNhTKu1vSk/s220/295787_303889559623767_100000081778227_1330461_1182585975_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-3REgq87jQJY/TWekLyP-RHI/AAAAAAAAAj4/GVEwNpbwM_4/s72-c/trinity.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3890816747341775168.post-2837381167245613824</id><published>2011-02-15T01:51:00.000-08:00</published><updated>2011-02-15T02:24:53.662-08:00</updated><title type='text'>CATATAN SUNYI PERJALANAN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-CvX2e_qLTY8/TVpTy71oDBI/AAAAAAAAAjw/ky18vEWN0U4/s1600/pulang.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 259px; height: 194px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-CvX2e_qLTY8/TVpTy71oDBI/AAAAAAAAAjw/ky18vEWN0U4/s320/pulang.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5573859623345589266" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Perjalanan akan selalu membawa efek menyedihkan. Ketika dikau termangu dalam bus yang berjalan, maka sesungguhnya kita sedang menjauh. Rumah-rumah, plang nama-nama tempat, nama jalan, pepohonan, bukit, laut, ladang, hamparan sawah terlukis dengan cepat dalam bingkai jendela. Dan kawan, tak ada yang bisa memastikan bahwa apa yang kita tinggalkan akan sama dengan yang kita temukan setelahnya. Saat perjalanan telah terkemas dalam rencana maka kita meninggalkan kebersamaan dengan orang-orang di rumah untuk sementara. Kita memulai perjalanan dengan perasaan yang asing. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pun aku bagai nelangsa saat langkah pertama perjalanan bermula dari terminal bus. Membawaku pa&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;da murung yang karib menuju pangkalan laut di ujung Sumatera. Bus yang beringsut, seakan memisahkanku dengan gerak lambat dari tanah ibuku, rahim dimana selama ini aku tumbuh. Kutinggalkan rutinitas segala dan menjadi orang asing yang benar-benar asing mengukur jarak yang belum mampu terbayangkan secara tepat dalam hitungan jam. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Jarak bagai hamparan tali yang tak pernah ditampakkan langit. Langit akan selalu sama dan enggan untuk dikategorikan dalam nama-nama tempatmu berada. Maka bersama derak bus bersama orang-orang yang mengemas kepergian, berhenti saat menemukan penumpang, berhenti tatkala penumpang turun dan berhenti karena kemacetan. Dalam beberapa kali pemberhentian seakan telah menjadi tanda : pengamen dan penjual naik secara serempak menawarkan dagangan secara mendesak. O sedihnya saat seorang pengamen menyanyikan sebuah lagu sendu yang pedih sembari memetik dawai gitar. Sebuah lagu kepergian dan pengembaraan seakan kita tak akan kembali. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inikah ujung pulau Sumatera itu ? Dua jam lebih terkantuk-kantuk dalam irama bus, maka kucium bau laut. Angin berdesir dingin. Nun kapal-kapal merapat dan berlayar. Laut biru dengan hentakan ombak mengalun. Dan nun...gunung-gunung bagai ditancapkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inikah perjalanan kedua ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tangga, landasan panjang menuju jembatan penghubung kapal dan penumpang menjadi titik tolak. Ruang penumpang yang lebar tersusun kursi-kursi berwarna orange. Toilet mini yang menampakkan sisi lain keburukan pelayanan kelas ekonomi. Bunyi peluit panjang dan kapal beringsut menjauh dari pelabuhan, berlayar dalam alun tenang dan pasti. Kau percaya bahwa kita sedang berada di semesta bernama air ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inikah pulau Jawa ? Duhai ibu....semakin jauh rentang jarak kita. Disinilah semua akan berawal sebab aku akan bertindak sebagai pendatang yang akan mengenal sisi negeriku yang lain. Rahim pulau jawa selalu melahirkan begitu banyak kepikukan orang-orang tanpa jeda. Bus-bus sarat penumpang yang cepat sekali datang dan pergi. Bus yang melaju tak kenal waktu,dijeda pengamen dan penjual yang muncul setiap kali bus masuk pada gerbang terminal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka ini yang hendak kuceritakan padamu kali pertama menempuh perjalanan dengan kereta, yang memakan waktu demikian rakus. Setelah selembar karcis kelas ekonomi tanpa tempat duduk-- karena penumpang kereta tak pernah mengenal sepi. Kereta yang datang selalu memuntahkan penumpang-penumpang yang bergegas dengan barang bawaan di atas peron. Waktu demikian berdenyut dan menjadi penting sebab kereta tak akan sudi untuk menunggu. Ia terjadwal dengan rapi tanpa atau ada kau ia tak peduli : akan berjalan mengikuti jalur rel yang panjang dan berhenti pada stasiun-stasiun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku adalah penumpang yang tertawan dalam pengap kereta kelas ekonomi. Saat kereta tujuan berhenti sesuai jadwal, gegaslah mencari celah dalam gerbong demi gerbong yang masih sedikit ramah menyediakan tempat duduk barang sebentar. Orang-orang naik dan mencocokan nomor tempat duduk dan menaruh barang bawaan di atas rak di atas kepala. Kereta bergerak dan dalam waktu sebelas jam aku menahan segala : perut yang harus terjaga normal karena kereta ekonomi tak menyediakan toilet yang memadai, rasa lapar harus sebanding dengan kemampuan perut, kerongkongan yang terisi air mineral tak boleh membuat kita permisi beberapa kali ke kamar kecil, peluh yang membanjir saat pengap tiap kali kereta berhenti pada stasiun. Emosi yang terkontrol tiap kali orang-orang datang berjejal mengirim panas pada suhu kereta tanpa AC—kecuali lewat celah jendela kecil. Perjalanan yang memakan jam demi jam dalam kebosanan, duduk terkantuk-kantuk, kaki yang pegal pada kondisi konstan, mata siaga mendekap barang bawaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin ini menjadi gebyar kereta kelas ekonomi : penjual-penjual aneka, bermunculan dari stasiun-stasiun pemberhentian mengalir deras tak habis-habis. Oksigen yang menguap, ditambah teriakan penjual sembari hilir mudik pada jalan yang sempit. Waktu dalam kereta mampu menghisap langit berubah warna dengan cepat. Menelan senja, menghadirkan malam di jendela tanpa mampu berbuat apa-apa selain : menunggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hentakan kereta, suara derak yang karib, rem yang kejut. Dan sakiskanlah saat malam telah hadir dalam kereta : kepala-kepala terkulai memejamkan mata, mulut mendongak dan menganga, bersandar pada apa yang bisa disandarkan, duduk terbaring diantara jeda dua tempat duduk. Tanpa obat nyamuk, tanpa channel televisi seperti pada jam-jam yang biasanya kita habiskan di rumah. Maka teman perjalanan adalah teman bicara yang semula tak penting menjadi penting sembari membunuh bosan dalam penantian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelah aku menghitung perjalanan saat dua hari berada di sebuah tempat yang berada di atas ketinggian : menyaksikan sisa ratap gunung merapi meninggalkan abu dan pohon-pohon ranggas nestapa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika jam demi jam gugur dalam perjalanan pulang. Jiwa terselamatkan setelah aku kembali menjadi penumpang kapal menyeberang pulau. Dan selalu, perjalanan akan senantiasa membawa efek menyedihkan tatkala kepulangan ke tanah asal menyisakan kepul kenangan yang akan mengendap dalam semesta ingatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku kembali sebab seindah apapun kota tujuan perjalanan, aku hanya seorang pendatang yang harus kembali. Sebab tanah ibuku adalah tanah paling mesra yang menawarkan banyak hal yang telah lama kukenal. Dan perjalanan ini akan kubingkai dan tersimpan dalam lemari tak terkunci yang sewaktu-waktu aku buka kembali untuk mengenang : bait perjalanan yang kelak jadi nyanyian...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bakau-Merak-Jakarta-&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Yogya-Kemiling, 10 Februari 2011&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3890816747341775168-2837381167245613824?l=setangkaisubuh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/feeds/2837381167245613824/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2011/02/catatan-sunyi-perjalanan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/2837381167245613824'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/2837381167245613824'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2011/02/catatan-sunyi-perjalanan.html' title='CATATAN SUNYI PERJALANAN'/><author><name>kakanda428</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15375288489042897078</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-sklWIDZXOUo/Tyn4pzj9z9I/AAAAAAAAAt4/OsNhTKu1vSk/s220/295787_303889559623767_100000081778227_1330461_1182585975_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-CvX2e_qLTY8/TVpTy71oDBI/AAAAAAAAAjw/ky18vEWN0U4/s72-c/pulang.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3890816747341775168.post-3218213129743133814</id><published>2011-01-26T18:47:00.000-08:00</published><updated>2011-01-26T18:53:02.725-08:00</updated><title type='text'>SAJAK GIPSY</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_tRhj_XGMagI/TUDeBQWfDdI/AAAAAAAAAjk/YsCDaPT-mIE/s1600/GIP.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 250px; height: 201px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_tRhj_XGMagI/TUDeBQWfDdI/AAAAAAAAAjk/YsCDaPT-mIE/s320/GIP.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5566693252580445650" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Akulah gipsy, semesta. Karavan tua. Sirkus. Bola kristal. Menuju : bermusim-musim rindu, bermusim-musim cinta...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup terus berjalan, roda karavan terus berputar. Dingin lembah, lembut rerumputan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aroma sabana dan stepa. Jam-jam patah berkelana. Waktu selalu  bicara cinta. Rumah, kampung, gedung setinggi angkasa, mungkin kupandang jauh, kelak tiba. Pantai dingin, putih pasir. suara : o pikuk nan mesra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itukah aroma cinta ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pencuri : Tuan waktu tak pernah tua dalam jubah. Meraba jantung. Bahan bakar perjalanan : cinta menyala, musafirku membara. Harapan di timur lazuardi.Akulah gipsy, semesta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tenang terkadang dalam irama sepi. Menghitung matahari terkelupas oleh hari.&lt;br /&gt;Bedebah bola kristal, bayang-bayang palsu masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pecahkan saja itu, ibu...bola kristal pada ruang sempit selubung hitam, tirai-tirai tenda. Pecah..pecahkan saja ibu..masa depan jangan kau sulam dalam terang definisi, simbol-simbol obsesi dan tragedi . Yang terbaca oleh sepasang matamu. Biar kabut....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Remang cahaya bulan, kubuka jendela karavan. Padang luas rerumputan, tenda telah dibereskan. Lentera dari petromaks menari. “ sudah kau temukan cinta , gipsy ?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Empat arah mata angin, aku menuju jejak-jejak perjalanan. Dingin salju. Sahara membara. Cuaca tropika. Angin beliung. Topan asmara. Lalu hujan....lalu derai, kugenggam jadi bunga. Gigil dalam mesra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beginikah hidup kita : Mengembara. Tenda tenda kembali berdiri. Padang tak bertuan. Sirkus akrobatik. Bola kristal. Tuan waktu mencuri pikiranku : berkelanalah dalam denyar semesta. Karavan tua. Bola bundar kaca. Tarian bumi. “ sudah kau temukan cinta, gipsy ?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus mengelupas, silsilah. Disini menanti. Bulan tiada. Resah mendera. Apakah cinta bagian perjalanan ini ? Tak tahu....aku angin, aku air.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karavan tua. Sirkus. Bola nasib menuju : bermusim-musim rindu, bermusim-musim cinta.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selubung waktu menutupku di perjalanan mana ? Mengukur jarak bumi sampai&lt;br /&gt;terhenti : menggelepar sunyi..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;9 Januari 2010 ( 13 : 29 )   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3890816747341775168-3218213129743133814?l=setangkaisubuh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/feeds/3218213129743133814/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2011/01/sajak-gipsy.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/3218213129743133814'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/3218213129743133814'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2011/01/sajak-gipsy.html' title='SAJAK GIPSY'/><author><name>kakanda428</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15375288489042897078</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-sklWIDZXOUo/Tyn4pzj9z9I/AAAAAAAAAt4/OsNhTKu1vSk/s220/295787_303889559623767_100000081778227_1330461_1182585975_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_tRhj_XGMagI/TUDeBQWfDdI/AAAAAAAAAjk/YsCDaPT-mIE/s72-c/GIP.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3890816747341775168.post-4735543713533506529</id><published>2011-01-26T18:41:00.000-08:00</published><updated>2011-01-26T18:45:15.235-08:00</updated><title type='text'>PERSALINAN PIKIRAN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_tRhj_XGMagI/TUDcMSE9vxI/AAAAAAAAAjc/po0SNN2wiL4/s1600/mata.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 225px; height: 225px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_tRhj_XGMagI/TUDcMSE9vxI/AAAAAAAAAjc/po0SNN2wiL4/s320/mata.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5566691242999136018" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Rasa takut lahir dari persalinan pikiran, mestinya kau percaya. Sementara rasa berani yang perkasa merupakan saudara sepersusuan yang tumbuh bersama melewati masa kecil, remaja yang puber dan kelak tua. Kita mengasuhnya hingga ia tumbuh mengagumkan dalam diri. Saat takut datang di masa kanak-kanak, suara nenek memanjakan rasa takut yang masih kuncup hingga takutmu menjadi gemuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Pulanglah sebelum magrib, le’...kuntilanak dari hutan akan menculikmu lalu memberikan air ASInya secara ekslusif untuk kau minum dan kau akan menjadi bisu...”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan sebelum tidur, ibu kita yang jelita akan membuat rasa takut kita menjadi kian perkasa : “ Sudah cuci kakimu, wahai anakku ? Kelak sampai besar kau harus memahami bahwa setiap malam malaikat-malaikat akan turun dari langit dan memeriksa telapak kakimu secara teliti.....”&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;“ Lekaslah tidur....masuk ke dalam kantung tidur kalau tidak raksasa akan datang dengan suaranya yang mengerikan dan kau akan diculiknya lewat jendela....tidurlah...bermimpilah....”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak dini lingkungan menempatkan rasa takut tidak pada tempatnya. Selalu ia bagai mantera dongeng-dongeng purba yang membuat rasa berani dalam diri menjadi lebih pendiam dan statis untuk mengambil peran, hingga ia harus kita seret dalam keyakinan penuh bahwa apa yang mustahil pun bisa lekas kita taklukan dalam kemudahan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Rasa takut lahir sebagai liar yang nestapa, sementara berani menjadi pemalu yang gagap berbicara dan datang menunggu moment yang tepat. Sebelum rasa takut tumbuh membesar, pikiran kerap mengalami masa ngidam yang membuat benih-benih takut bermekaran dalam taman pikiran : suara cekiki hantu, cericit tikus, jurang-jurang ketinggian..angka-angka matematika, bahkan sepasang taring dari gurumu di sekolah...wahai phobia yang ganjil : balon meletus, suara kucing mengeong di malam sepi...suara gemerisik dahan patah...atau suara bisik samar daun jendela&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa raja dari takutmu ? Kata sunyi. Lalu kita pun menjawabnya dalam jabaran bianglala yang menentukan kadar ketakutan yang tak bisa sama untuk disetarakan dalam satu pandangan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kematian : dusta bila kau tak gentar pada kematian. Dalih coba kau tandu diam-diam sebagai bentuk pembenaran. Kematian bukanlah sebuah hipotesa, saat coba kau buktikan maka tak ada ruang untuk kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemiskinan. : picik bila kau tak gemetar pada kemiskinan. Apologi coba kau kemukakan bahwa kemiskinan adalah bagian dari takdir tuhan. Kemiskinan merupakan suatu adonan yang bisa kau bentuk, namun adakalanya waktu membuat kita takluk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dosa : inilah rajamu yang paling karib sepanjang perjalanan kehidupan. Dan dia menjelma rasa takut paling raksasa, sebab seperti sebauh investasi bahwa dosa kelak kau tuai di api neraka. Tapi terkadang rasa berani yang murni terbit dan kau yakin bahwa dosa tak bisa dihapuskan dan kau berjuang untuk menjadi berani memulai segalanya jauh lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa takut lahir dari sebuah persalinan gaib pikiran, kau mestinya percaya. Bahwa kita sebagai hamba yang berada dalam galaksi ketakutan menunjukan bahwa hidup tak berarti tanpa sebuah ketakutan yang niscaya. Ia akan lahir, dewasa, tua dan seperti kita ia juga akan mati saat rasa berani yang heroik telah memenangkan pertempuran sunyi dalam diri kita yang misteri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;26 JANUARI 2011 ( 20 : 29 )&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3890816747341775168-4735543713533506529?l=setangkaisubuh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/feeds/4735543713533506529/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2011/01/persalinan-pikiran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/4735543713533506529'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/4735543713533506529'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2011/01/persalinan-pikiran.html' title='PERSALINAN PIKIRAN'/><author><name>kakanda428</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15375288489042897078</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-sklWIDZXOUo/Tyn4pzj9z9I/AAAAAAAAAt4/OsNhTKu1vSk/s220/295787_303889559623767_100000081778227_1330461_1182585975_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_tRhj_XGMagI/TUDcMSE9vxI/AAAAAAAAAjc/po0SNN2wiL4/s72-c/mata.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3890816747341775168.post-6756566686320889750</id><published>2011-01-19T19:03:00.000-08:00</published><updated>2011-01-19T19:10:17.090-08:00</updated><title type='text'>CATATLAH AKU.....</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_tRhj_XGMagI/TTenU32e4fI/AAAAAAAAAjU/HExWVucZJa0/s1600/SA.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 213px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_tRhj_XGMagI/TTenU32e4fI/AAAAAAAAAjU/HExWVucZJa0/s320/SA.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5564099841671225842" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;( 1 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dalam setiap alir darah, aku menamakanmu&lt;br /&gt;bermula dari hulu : sabangku menuju&lt;br /&gt;merauke ; hilirku...&lt;br /&gt;aku lantas menari bedoyo dalam irama keraton&lt;br /&gt;saat kau bisikkan seruling pasundan serta irama angklung dari bibirmu yang&lt;br /&gt;padat : jawaku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;panas terik, aku pun berjemur pada kute sembari mengingat helai rambutmu&lt;br /&gt;yang lebat dan beranjak botak : kalimantan&lt;br /&gt;kau ahirnya jadi denyut kekagumanku yang tersembunyi ; meski api pertikaian&lt;br /&gt;jadi refrain dari beberapa persinggahanku&lt;br /&gt;tanah air mata..tanah air darah....tanah air yang memelihara nafasku&lt;br /&gt;sampai jelang penghabisan waktu yang akan tiba, matahari tergelincir&lt;br /&gt;di timur papua...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;maka catatlah aku indonesia, seorang kerdil yang mengagumi&lt;br /&gt;nuansa tropika, mendamba gigil yang mesra pada lembah Bromo&lt;br /&gt;dan tercatat dalam bilik pendakianku  : wijaya...&lt;br /&gt;singgahku pada candi ; tanah jawa legenda tertulis, dalam sejarah negeri&lt;br /&gt;tersimpan dalam kitab-kitab tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku pun ingin reguk aroma kopi pada lampungku, menenun tapis jadi selendang,&lt;br /&gt;corak batik pekalongan mesra, kusandingkan dalam bingkai kekaguman bersama&lt;br /&gt;batik nusantara ; ajarilah aku mencaklok canting dalam kubangan tinta&lt;br /&gt;datanglah aku pada sebuah perjamuan :&lt;br /&gt;gudeg yogya, sup kondro, bubur sagu bersama ritmis angin musi yang menghanyutkan&lt;br /&gt;kerinduan pada sungai, belantara dan jejak-jejak yang tersisa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;( 2 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku ingin berkuda, mengembala di padang tandus sumbawa&lt;br /&gt;dan gemerincing tari kecak, rancak lalu temanku putu dan made&lt;br /&gt;mempersunting rambutku dengan kembang tanah dewata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bernyanyilah aku dalam hening pertapa, apa bisa kau dengar jua ?&lt;br /&gt;belitung lubang menganga, gelegak lapindo dan hutan-hutan yang&lt;br /&gt;tak lagi rimbun untuk dikenal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebelum aku jadi kecapi, sasando, kulintang dan gamelan&lt;br /&gt;aku ingin jadi desir, jadi ikan menyelam dalam biru wakatobi&lt;br /&gt;akan singgah pada pantai losari mengembarakan mata sepi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jemarimu adalah candi membawaku berkelana dalam riwayat purba&lt;br /&gt;: babad raja-raja&lt;br /&gt;kudengar gamelan dan kecak bali dari jauh menyambangi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berjalanlah.....berjalanlah di antara kemegahan kota cerminmu&lt;br /&gt;: jakarta !&lt;br /&gt;jalur para raja dan permaisuri yang bersisian harum ciliwung&lt;br /&gt;ikan-ikan zaman berenang...bermuara pada yang teduh..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;catatlah aku dengan tintamu yang tak pernah habis : airmatamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o indonesiaku !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Januari 2011&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kado mini untuk negeri yang dengan sedih kucintai ;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3890816747341775168-6756566686320889750?l=setangkaisubuh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/feeds/6756566686320889750/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2011/01/catatlah-aku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/6756566686320889750'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/6756566686320889750'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2011/01/catatlah-aku.html' title='CATATLAH AKU.....'/><author><name>kakanda428</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15375288489042897078</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-sklWIDZXOUo/Tyn4pzj9z9I/AAAAAAAAAt4/OsNhTKu1vSk/s220/295787_303889559623767_100000081778227_1330461_1182585975_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_tRhj_XGMagI/TTenU32e4fI/AAAAAAAAAjU/HExWVucZJa0/s72-c/SA.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3890816747341775168.post-6357667212313859505</id><published>2011-01-19T18:44:00.000-08:00</published><updated>2011-01-19T18:50:35.579-08:00</updated><title type='text'>KIM TAK GOO : AJARILAH AKU...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_tRhj_XGMagI/TTeip73mCKI/AAAAAAAAAjM/WGDr2bih2RA/s1600/roti.jpeg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 259px; height: 194px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_tRhj_XGMagI/TTeip73mCKI/AAAAAAAAAjM/WGDr2bih2RA/s320/roti.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5564094705968744610" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Mendengar filosofimu tentang roti, Tak Goo....aku lantas  teringat juru masak Jang Geum dari negerimu.....&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Benarkah dalam potongan-potongan roti ada sebuah filosofi kehidupan yang bisa kau bagi kepadaku Tak Goo ? Kagumku membuncah.... kehadiranmu di ruang persegi di rumahku kala petang tiba membawaku kepada kesan tak terlupakan saat Jang Geum datang pada kesempatan yang sama bertahun silam. Dari setiap hidangan makanan yang tersaji, banyak hal yang bisa diurai perihal simbol hidup sebab dunia adalah jagat simbol-simbol yang lekas kita terka maknanya pelan-pelan bila kita mau . Ini sedikit lucu...bukankah semula kita yakini, makanan apapun itu adalah penawar mutlak dari lapar yang menjadi kebutuhan manusia semata ? Yang hilang ditelan kerongkongan setelah mulut dan indera pengecap mengolahnya menjadi serpih-serpih kecil sembari lidah menjadi juri paling jujur dari rasa yang tak dapat dibohongi.Ternyata dalam sepotong roti pun kau bilang mempunyai nyawa yang filosofis untuk dimaknai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang bisa kau terangkan tentang filosofimu itu ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kim Tak Goo : ajarilah aku....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutmu Tak Goo, roti bukanlah semata kumpulan adonan hasil fermentasi yang tak bernyawa, lalu mengembang kecokelatan dalam loyang dan menguap manis dengan asap panas kala diangkat dan dikeluarkan dalam oven. Sementara aku memaknai sebuah roti hanyalah hasil kolaborasi bahan yang dibentuk dan diberi rasa, lalu panas oven membuat ragi dalam adonan tak pernah mengenal diet sebab ia membuat adonan menjadi gemuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah aku salah memaknai sepotong roti atau terlalu naif menyadari bahwa dunia adalah kamus dari beragam filosofi ,dimana bila kita ingin mengupasnya secara pelan-pelan maka akan terjabar nilai kehidupan yang bisa kita arifi bersama-sama ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Percayakah kau Tak Goo jauh sebelum kau memperkenalkan filosofi dari sepotong roti aku pun pernah merasakan bagaimana repotnya membuat roti dalam sebuah praktek singkat. Kau mengingatkanku pada 4 elemen dasar yang menggumpal menjadi nyawa utama yang bisa membentuk roti menjadi adonan : tepung, air, garam dan ragi . Dan sebagai tambahan : susu segar , telur,  keju, minyak, gula, cokelat, kismis dan sedikit lemak yang mampu menyihir adonan agar tak kisut dan lemak kau tahu mampu menggelembungkan tepung menjadi gemuk dalam adonan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika 4 elemen dan bahan penunjang beradu dalam baskom alumunium, menguleninya untuk menjadi liat merupakan proses yang meletihkan. Menggulung bolak-balik-- sesekali instrukturku yang cantik jelita akan menambahkan air es agar adonan tak lekas menjadi kering. Bersama kawanku kami seperti sepasang tukang cuci, menggilas adonan seperti mengucek baju dan sedikit berlomba siapa yang lebih cepat. Menggilas di atas meja marmer yang licin. Lalu adonan dibentuk : bulat lonjong, digunting lalu disilang kanan kiri atau membungkus menjadi selimut kelabang bagi pisang yang telah dikukus. Ditambah pemanis : kismis, sukade—pepaya mentah yang diberi warna, keju, kacang mente, cokelat, strawbery,kurma, kacang kenari, daging. Lalu adonan yang terbentuk kita semir dengan kuas yang dicelup ke dalam kubangan kuning telur agar mengkilap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak Goo : kau mungkin mewarisi bakat penciuman yang diturunkan ayahmu seorang pemilik pabrik roti di Korea dan dapat mencium aroma roti dengan baik karena penciuman yang peka dan tentunya mewarisi ritual ini : merentang tangan terpejam menghirup aroma ruangan sembari jemari meraba udara sebelum berhadapan dengan bahan-bahan pembuat roti di meja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Itu adalah sebuah cara sederhana untuk mengukur suhu dalam ruangan sebelum proses pembuatan roti berlangsung, Tak Goo..wahai anakku yang istimewa,” begitulah penjelasan ayahmu dalam sepotong narasi dan aku merekamnya dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kim Tak Goo...benarkah roti kau yakini memiliki nyawa yang filosofis ? Apa ini berarti dalam gumpalan tepung yang telah gemuk dalam oven dan membuatnya matang kecokelatan itu bisa merekam aroma cinta, kasih sayang, mimpi, harapan bagi si pembuatnya ? Sebab mata menangkapnya sebagai makanan eropa yang artistik. Saat kau berkunjung pada sebuah Hotel atau Kafe-kafe modern, pramusaji manyajikan gumpalan-gumpalan roti bersemir mentega dalam keranjang-keranjang rotan sebagai menu pembuka atau teman minum cokelat panas yang menghangatkan tubuh dalam suasana yang mesra. Atau kau mendapatkannya tersusun rapi bertingkat di atas sebuah piring porselen mengkilap ditemani secangkir teh  panas mengepul dalam cangkir-cangkir mungil klasik cina ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Toko-toko Bakery bertebar di kota-kota. Aku bagai kanak-kanak yang memasuki dunia makanan yang imajinatif : roti-roti aneka bentuk yang menggiurkan meleleh manis terasa menyentuh langit-langit mulut, teksturnya tak mengenal emosi sebab ia lembut sekali, cokelat dan mentega mencair hangat dalam ruang mulut yang nikmat, tersusun rapi dalam etalase-etalase bercahaya karena sengat lampu neon yang membuatnya seakan hidup dan memiliki pesona. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepung-tepung berbentuk setelah beberapa menit oven membuatnya mengembang dewasa. Lalu aroma yang manis akan membawa kita dalam lena yang memabukkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah cinta, kasih sayang, mimpi dan obsesi bisa terekspresi dalam bentuk potongan-potongan roti ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kim Tak Goo…jawabanmu adalah ambisiku untuk mencari arti dari tiap lapisan roti yang berstektur lembut. Lalu sang guru yang mungkin kau resapi sebagai sebuah sabda berkata :” Bagi para pembuat roti kita harus memiliki sebuah nyawa yang hidup yang nilainya jauh lebih penting daripada adonan itu sendiri : kebersihan, cinta kasih, kebeningan dan kejujuran hati adalah modal dasar pembuat roti YANG ISTIMEWA.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah begitu idealisme para pembuat roti yang sesungguhnya  Tak Goo ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jum’at, 7 Januari 2011 ( 20 :09 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;( Terinspirasi dari drama korea berjudul ‘ Bread, Love and Dreams ‘ yang masih tayang di Indosiar. Kim Tak Goo sebagai tokoh utama ^^ )&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3890816747341775168-6357667212313859505?l=setangkaisubuh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/feeds/6357667212313859505/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2011/01/mendengar-filosofimu-tentang-roti-tak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/6357667212313859505'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/6357667212313859505'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2011/01/mendengar-filosofimu-tentang-roti-tak.html' title='KIM TAK GOO : AJARILAH AKU...'/><author><name>kakanda428</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15375288489042897078</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-sklWIDZXOUo/Tyn4pzj9z9I/AAAAAAAAAt4/OsNhTKu1vSk/s220/295787_303889559623767_100000081778227_1330461_1182585975_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_tRhj_XGMagI/TTeip73mCKI/AAAAAAAAAjM/WGDr2bih2RA/s72-c/roti.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3890816747341775168.post-4933975101651917602</id><published>2010-12-29T00:35:00.000-08:00</published><updated>2010-12-29T00:41:13.739-08:00</updated><title type='text'>BIAS DALAM KECUPAN KAMERA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_tRhj_XGMagI/TRr0CkxrouI/AAAAAAAAAjE/HbDF0y2lRe4/s1600/MONYRT.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 198px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_tRhj_XGMagI/TRr0CkxrouI/AAAAAAAAAjE/HbDF0y2lRe4/s320/MONYRT.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5556021415383900898" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Manusia selalu ingin mengabadikan usia dan kenangan dalam blitz yang kau namakan kamera. Apakah usia dan kerut bertanggal ? Kamera selalu bertindak kekanakan sebab hanya mampu merekam masa lampau. Dia akan mengambil bayang-bayang, lalu menyimpan rapi dalam tubuh sementara anugerah mekanis bekerja : mencetaknya dalam tabung rol untuk selanjutnya dicetak dalam larutan kimia di kamar yang tak mengenal cahaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernakah engkau pura-pura bahagia ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamera adalah komplotan yang bisa mengajakmu untuk terlihat bahagia dalam tamasya gambar : Berdua dengan kekasihmu, memperlihatkan wajahmu yang innocent dengan latar belakang laut, pegunungan, lembah, bangunan-bangunan menjulang—hanya ingin sekedar berbagi bahwa kamu bahagia dalam pesona. Tapi siapa yang percaya bahwa ada semacam tipu yang berusaha kau jahit dalam rupa agar orang melihat bahwa engkau sepenuhnya bahagia ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi tahukah engkau bahwa kamera juga menaksir maut dan menyimpannya dalam gelap lalu mencetaknya menjadi gambar-gambar dramatis . Ia tak gentar untuk mengabadikan kematian : tubuh-tubuh bersimbah darah, sepasang mata membeliak, tubuh-tubuh terpancung terjerembab merana, atau menggantung dalam seutas tali, tubuh yang melayang dengan tembusan peluru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita adalah pelancong yang senantiasa bertamasya dalam gambar-gambar indah dunia yang diabadikan dengan baik oleh kamera.. Ia menuntutmu untuk tersenyum dan larut dalam keindahan lanskap. Kita pun lalu mengoleksinya dalam  potongan-potongan empat persegi dan menyimpannya rapi dalam album atau menggantung dalam pigura kaca di dinding ruang tamu. Meskipun terkadang ia hanya mengingatkanmu pada yang pernah ada, saat usia mengubur dalam keabadian yang sunyi. “ Ini wajahnya yang terahir sebelum jasad ditandu lalu dibungkus sebelum tiada..benar-benar tiada....ia hanya milik masa lalu dan kenangan..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya dalam kamera yang tak pernah menanyakan umurmu itu ada wajah kematianmu yang ajal. Dan suatu saat yang jauh akan ada yang menangisi wajahmu dalam lolong yang pedih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamera adalah mata yang menyaksi setiap kebahagiaan dan kemuraman pada seraut wajah yang garis-garisnya tak akan pernah didustai oleh teknologi. Lihatlah saat kamera menangkap dengan baik wajah-wajah muram satwa yang kujumpai menjadi obyek tontonan dan background dari para pelancong gambar . Apa kau tahu mereka bahagia atau terluka ? Atau kau tahu mereka terluka tapi kau mengira bahwa mereka bahagia ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihat..lihat..zoom kamera akan menangkap ini dengan baik :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beruang madu yang mengais ngais botol mineral mencari air. Saat bejana dalam sangkar telah tandas mengering..lihatlah mata itu mata yang haus dan terluka...dalam kandang kecil berterali tangan berbulu itu menjangkau sesuatu untuk dimakan ( orang-orang memandangnya sebagai tontonan bukan menangkapnya sebagai pesan simbolik....Gusti..mata itu.. mata nestapa. Orang-orang sibuk mengabadikan gambar diri dengan latar belakang beruang yang terluka..duh gusti..mata itu mata mahlukmu yang hampa..mata pesan yang ingin dimintai tanggapan..orang-orang tertawa mengikik).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Burung bermantel merah dengan paruh melengkung melompat-lompat dalam rantai yang ketat...cahaya matahari berlimpah menyengat ( orang-orang berpose, duduk di bawah lindungan pohon yang teduh )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merpati-merpati yang berterbangan dalam sangkar besi memandang langit merdeka dari di sela-sela sangkar yang sempit....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Monyet kecil dengan dahi seperti profesor ulang-alik dalam kebosanan kandang kayu menanti pengunjung melemparkan makanan Saat tubuhnya terayun bergelantungan menjangkau tubuhnya terjerenbab karena rantai telah menawannya dalam belenggu ( pengunjung tertawa, menganggap adegan sebagai bagian dari gerak akrobatik ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Burung kakatua putih mematut daun kering yang tua dan berlubang. Unggas dengan bentuk ramping, sepia dalam kandang besi dengan tubuh berbentuk kurus yang ganjil. Burung hantu dengan sepasang mata hitam kematian mengutuk kenapa ia harus berjumpa pada terang dan menganggap bahwa pengembaraanya pada malam harus berahir, juga elang hitam yang alpa melukis langit biru dalam kecongkakan yang perkasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu lihat saat mahluk agresif seperti ular memilih melingkarkan tubuh daripada berdesis memamerkan bisa seperti pita atau ketangkasan mendengar gerak dan suara. Sebab tak ada tikus untuk dimakan....bau daging pengunjung datang dan pergi.....sangkar berjaring adalah bedebah yang membuatnya pesimis mematut makanan yang dianugerahkan alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang mengabadikan gambar dalam blitz kamera : tersenyum. Tak peduli mata-mata nestapa satwa yang dijadikan obyek dari bentuk kebahagiaan dari para pelancong gambar-gambar indah. Pesan dalam sepasang mata simbolik tertutupi oleh senyummu yang rekah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamera akan menyimpan senyummu dan mensakralkan bahagiamu dalam gambar-gambar indah yang sesungguhnya asing. Apakah aku  semata yang pura-pura berduka dalam kilatan kamera ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Oleh-oleh dari Lembah Hijau bersama teman2 FLP&lt;br /&gt;25 desember 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;﻿&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3890816747341775168-4933975101651917602?l=setangkaisubuh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/feeds/4933975101651917602/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2010/12/bias-dalam-kecupan-kamera.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/4933975101651917602'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/4933975101651917602'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2010/12/bias-dalam-kecupan-kamera.html' title='BIAS DALAM KECUPAN KAMERA'/><author><name>kakanda428</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15375288489042897078</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-sklWIDZXOUo/Tyn4pzj9z9I/AAAAAAAAAt4/OsNhTKu1vSk/s220/295787_303889559623767_100000081778227_1330461_1182585975_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_tRhj_XGMagI/TRr0CkxrouI/AAAAAAAAAjE/HbDF0y2lRe4/s72-c/MONYRT.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3890816747341775168.post-4257988299903610290</id><published>2010-12-27T22:34:00.000-08:00</published><updated>2010-12-27T22:39:03.194-08:00</updated><title type='text'>DI JALAN INI, AKU MEMETIK KENANGAN....</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_tRhj_XGMagI/TRmFzV6qB6I/AAAAAAAAAi8/tdt-jWsod1U/s1600/asa.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_tRhj_XGMagI/TRmFzV6qB6I/AAAAAAAAAi8/tdt-jWsod1U/s320/asa.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5555618732441208738" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tahun seperti seorang pejalan kaki yang tak pernah lelah mengembarai waktu dan peristiwa. Enam tahun berlalu, sesekali kenangan menelusup untuk kemudian berdenyar memantulkan biru tapi hilang bersama kekinian dan diri yang menjelang tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawan pernah berkata, bahwa masa yang paling biru adalah sewaktu kita digariskan waktu menjadi siswa sekolah menengah. Mengingatnya membawaku pada murung dan renung seraya menggulung rapi peristiwa kusut yang telah dipintal jarak yang tak pernah kujenguk kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di jalan ini, aku memetik kenangan. Berjalan sendiri sementara kawan dan memori adalah hantu yang hadir membantuku untuk mengingat kilatan demi kilatan yang telah jauh berlalu.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ini jalan menuju gerbang sekolah kita. Sebuah jalan yang seakan tebit menyendiri setelah kita lebih dulu tiba pada susunan perumahan beraksitekstur kolektif berbentuk kotak-kotak kecil. Jalan aspal yang mempersilahkan diri untuk kita berjalan sementara kiri kanan indera pengelihatan peka menangkap petak-petak kebun, ladang dan baris-baris ilalang yang bergoyang ditiup angin pegunungan. Lihat, nun jauh mata memandang tampak sebuah bukit kecil berwarna hijau dengan pondok keci beratap rumbia yang bisa kita lihat di kejauhan pandang. Petak-petak kebun sayur yang rapi juga barisan pohon-pohon jagung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesekali kita pernah merasakan—sekolah kita tak menyisakan ruang lapang bagi kepikukan kendaraan, saat cahaya pagi keemasan bagai diolesi madu--, ketenangan akan menandu pada kekhusyuaan pikiran. Suara gema genta kecil dari leher seekor sapi yang berjalan menarik pedati Pak tani. Nuansa pedesaan yang lugu menawarkan kemurnian udara ciptaan tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu masih bisa kita lihat pohon-pohon rimbun bercabang dengan kekar menjulang. Sebuah pemandangan menjelang gerbang sekolah adalah pemandangan yang eksotis. Apabila dentang lonceng pulang kita pernah berjalan beriringan seperti barisan musafir untuk menjumpai angkot di sebuah jalan dekat perumahan, atau sekedar memperpanjang perbincangan. Terkadang terik mengandung umpat, tapi angin semilir sesekali menyejukkan. Saat mendung kita seperti berada pada padang luas yang lain karena perubahan warna langit jelas terpapar di langit tak bergedung, hitam tergopoh-gopoh berganti warna lalu mencurahkan airnya dengan kcepatan seorang pelari estafet .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pernah tiba pada sebuah pagi ketika halaman dan gedung-gedung sekolah masih ditutupi kabut subuh yang dingin berwarna putih, lalu perlahan kabut-kabut tiada karena ditelan jam yang beringsut memanggil matahari. Rumput-rumput masih dingin dan basah. Bila musim penghujan tiba, daerah tempat kita bersekolah itu hujan seakan cepat sekali turun dan dingin pegunungan menambah jahitan jarum-jarum gigil ke dalam tulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini waktu telah berlalu dan kita akan berjalan bersama perubahan yang tak bisa kita cegah. Kemurnian tersobek oleh pembangunan. Perumahan-perumahan berdiri, mobilitas semakin meninggi. Jalan berbatu menuju sebuah desa di atas sekolah kita, beralih menjadi jalan beraspal. Angkot-angkot lebih leluasa melenggang di jalan berlandaskan aspal. Kau masih ingat tentu, di desa itu terdapat air terjun rahasia. Lebatnya pohon dan tumbuhan yang dulu masih perawan menawarka petualangan yang mengasyikan. Kini toko-toko berdiri, bangunan-bangunan baru tumbuh. Suara bising merambat pelan merasuki gerbang yang semula hanya mengenal hening.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih adakah ilalang di halaman belakang sekolah kita itu ? Masih pekakah hidung mengenali aroma pegunungan ? Bunga rumput, halte, petak-petak ladang jagung dan ketela menjadi pelindung yang manis untuk sekolah kita. Bila pagi turun masih bisa kita saksikan orag-orang dari desa di atas sekolah kita itu turun untuk menggarap ladang, sesekali membawa muatan hasil panen dalam gerobak atau ojek yang tersendat-sendat. Masih adakah bangunan kecil tak jauh dari gerbang yang dahulu menyewakan komik, toko foto copy bercat putih atau warung keredok dengan 3 penjualnya ? Juga warung kelontong kecil di dekat pohon tinggi yang menjual batang-batang rokok eceran untuk si perokok berat yang memilih duduk berjejer sambil merokok seperti kuli pabrik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawan, aku kini sedang memetik kenangan tentang sekolah kita dahulu. Meskipun aku kini berjalan menyusuri jalanan itu kembali tapi tak akan pernah utuh untuk mengulang. Sewaktu-waktu kenangan yang segala pada ahirnya akan tumbang menjadi cerita purba. Namun percayalah, kenangan indah akan terus kugenggam erat untuk kubawa sepanjang perjalanan ingatanku dan kubawa sampai ajal di langit senjakala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;27 Desember 2010 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk sekolahku SMU Negeri 7 Bandar Lampung&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3890816747341775168-4257988299903610290?l=setangkaisubuh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/feeds/4257988299903610290/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2010/12/di-jalan-ini-aku-memetik-kenangan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/4257988299903610290'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/4257988299903610290'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2010/12/di-jalan-ini-aku-memetik-kenangan.html' title='DI JALAN INI, AKU MEMETIK KENANGAN....'/><author><name>kakanda428</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15375288489042897078</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-sklWIDZXOUo/Tyn4pzj9z9I/AAAAAAAAAt4/OsNhTKu1vSk/s220/295787_303889559623767_100000081778227_1330461_1182585975_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_tRhj_XGMagI/TRmFzV6qB6I/AAAAAAAAAi8/tdt-jWsod1U/s72-c/asa.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3890816747341775168.post-5088362480695768727</id><published>2010-12-26T20:58:00.000-08:00</published><updated>2010-12-26T21:05:15.381-08:00</updated><title type='text'>SAHABAT : DIBALIK JUBAHMU KULIHAT PISAU...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_tRhj_XGMagI/TRgd0eSeD_I/AAAAAAAAAi0/Z6cfJ_L1rMc/s1600/merah.jpeg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 224px; height: 225px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_tRhj_XGMagI/TRgd0eSeD_I/AAAAAAAAAi0/Z6cfJ_L1rMc/s320/merah.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5555222927682441202" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sahabat, bila kau percaya, aku akan memberikan jantungku agar degup kita dapat beriring menyaksikan perputaran dunia. Akan aku bagi segala yang bisa aku bagi sebab kebahagiaanmu adalah bagian terindah dalam urat nadiku. Aku ingin engkau merasakan tawaku, berbagi pedihmu. Akan kusambut bagai seorang ibu setiap kali kau tiba dan menginginkan sesuatu yang bisa kuberikan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasib memang bagian dari potongan misteri dunia yang tak sepenuhnya kupahami. Ketika kemajuan telah menyapaku lebih dulu, engkau pun malu-malu datang meminta sebuah pengorbananku sebagai kawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baiklah, ini ketulusan yang lahir murni dari banyaknya persamaan yang senantiasa melengkungkan pelangi dalam hidup kita. Bahasa kita sama juga aroma tubuhmu yang tropis. Entah dongeng macam apa yang mendendangkan riwayat bahwa nenek moyang kita dahulu adalah nenek moyang yang sama. Kita memiliki ragam yang memiliki keterkaitan namun berbeda kedaulatan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Aku mencoba berkorban agar kemajuan dapat disetarakan dan kita melaju dalam persaingan dunia yang butuh kerjasama yang solit. Aku membayangkan kita melenggang melukis dunia sebagai teman, sebagai kawan yang aku harapkan dapat kekal, abadi dan terkutuk untuk tererosi oleh kefanaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai sahabat aku percaya dan kuceritakan segala kelemahan dan rahasia yang aku punya sebab dalam persahabatan ini tak sepantasnya kita menyisakan ruang gelap bagi segala rahasia apalagi resep kemajuan diri yang bisa aku bagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu pun menjawab dan menantangku untuk bertanya : Mengapa ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Semua kuberikan. Jiwa-jiwa terbaik dari diriku sebisa mungkin kupinjamkan agar dapat membangkitkan potensi jiwamu yang tenggelam. Saat aku khatam membangun gedung, perekonomian, maka jiwa itu turut kuberikan padamu sebagai kawan dekat. Jiwa-jiwa dalam tubuhku yang terbaik ikut membangun jiwamu yang semula kerdil.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Waktu menjawab dan menerorku untuk meragukanmu sebagai sahabat lama yang tak tahu adat. Saat kau coba mengambil tanganku, mengadopsi degup jantungku, mencuri gerakku dalam jubah yang selama ini kau sembunyikan. Kau mencoba menjambak rambutku, laut darahku, denting iramaku dan kau juga ingin menjamah kemejaku yang agung. Inikah sebuah balasan yang bisa kau persembahkan ? Kau berdiri pongah dengan dagu mendongak sempurna, lalu kibaran jubahmu berdesir menyentuh wajahku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat salah satu jiwaku yang lain , kutitip padamu untuk kau sejahterakan karena kau kuanggap sebagai rumah kedua yang akan menyambut jiwa-jiwaku itu untuk bersandar, tapi ternyata kau telah membuatku menangis dalam rinai darah dan berpikir : dalam banyak persamaan kenapa kini kau berbalik arah ? Saat aku terpuruk begini bahkan ujung jarimu tak sudi menyentuh ujung kukuku. Jiwa-jiwaku itu menjadi jiwa hampa dalam diriku yang telalh lama merdeka. Jiwa-jiwaku itu pulang dengan membawa derita dan siksa yang terpapar dalam tubuh. Inikah yang dinamakan teman ? Padahal saat jiwa-jiwamu datang aku seperti memiliki jiwaku sendiri yang sudah kuanggap menjadi bagian dari diriku. Apa inikah hakikat dunia yang coba ingin kau terjemahkan secara mentah dan primitif  saat kau mulai menikamku dari belakang dan menganggap bahwa aku adalah lawan yang mesti kau taklukan, meski dengan cara yang tak patut atas nama penghianatan sahabat........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah kecongkakan dunia telah melahirkan jiwamu pecundang ? Apakah bisa kini kita bertukar posisi sebelum gaungmu kini berdiri pongah di atas sapu tanganku yang merah putih ini. Apakah persahabatan kini bagimu bagai canda dan sandiwara semata ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin engkau bahagia setelah tuba kau kirim ke dalam jiwaku yang khatam bersenandung indonesia raya. Dan mungkin dalam jubahmu itu, kawan.. kebersamaan hanya sepotong kisah lama. Bukan tidak mungkin, saat angkuh dan nafsumu meraja sebagai upaya merebut simbol superioritas, kau mendekatiku dengan tutur bagai desir angin yang kering dan kelak diam-diam mendekatiku sembari tanganmu meraba saku jubahmu yang hitam, lalu menghunuskan pisau ke dalam urat dagingku yang sabang, urat nadiku yang merauke.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia telah mengutukmu menjadi pecundang di atas derita kawan. Kau telah mengambil kepercayaanku, senandung, gerak dan mengadopsinya sebagai milik jiwamu yang kerdil. Kau petik air mataku lalu kau hadirkan senyum seringai, kau ambil segala yang pernah kumiliki : seragamku, bait biru puisiku, kau ambil musik dalam dadaku, kau mulai mengincar segala yang kumiliki atas nama kebanggaan, kau coba bermain curang melewati batas,  tapi desiran darahku yang merah akan senantiasa menggelegak, semangat juangku akan tetap hadir dan menghantuimu sampai ahir....sampai nadir....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesona dan Jiwaku terkutuk untuk kau rebut, nista untuk kau kecup....Demi Allah !!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minggu, 26 Desember 2010&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3890816747341775168-5088362480695768727?l=setangkaisubuh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/feeds/5088362480695768727/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2010/12/sahabat-bila-kau-percaya-aku-akan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/5088362480695768727'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/5088362480695768727'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2010/12/sahabat-bila-kau-percaya-aku-akan.html' title='SAHABAT : DIBALIK JUBAHMU KULIHAT PISAU...'/><author><name>kakanda428</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15375288489042897078</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-sklWIDZXOUo/Tyn4pzj9z9I/AAAAAAAAAt4/OsNhTKu1vSk/s220/295787_303889559623767_100000081778227_1330461_1182585975_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_tRhj_XGMagI/TRgd0eSeD_I/AAAAAAAAAi0/Z6cfJ_L1rMc/s72-c/merah.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3890816747341775168.post-4681819268518400393</id><published>2010-12-07T18:22:00.001-08:00</published><updated>2010-12-07T18:24:09.424-08:00</updated><title type='text'>SEPIRING PUISI UNTUK MAKAN MALAM</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_tRhj_XGMagI/TP7sNAEQmXI/AAAAAAAAAio/wLXXNu8vi-c/s1600/MEJA.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 219px; height: 272px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_tRhj_XGMagI/TP7sNAEQmXI/AAAAAAAAAio/wLXXNu8vi-c/s320/MEJA.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5548131499067349362" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sebagai juru masak pemula di dapur umum puisi, saya mendapat tugas. Masuk ke kamar penyimpanan puisi, lalu pisahkan antara tulang-tulang diksi, majas di wadah almunium berbeda. “ Siapa yang mau datang malam ini ? “ Si penyair celana Joko Pinurbo bersama rombongan, kata koki kepala. “ Kapan mereka tiba ? “ Ketika purnama berdentang tujuh kali. Cepat kerjakan hei pemula..ambil daftar menu yang harus kau kerjakan !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baiklah...saya beringsut menuju sebuah ruang di lantai kata. Setumpuk bahan baku puisi berbungkus kotak-kotak diikat beserta menu request yang panjang. Saya beranjak menuju dapur bersih berlandaskan marmer dari tiongkok lalu saya keluarkan satu persatu dari dalam bungkus dan memasukannya dalam wadah alumunium yang bila tersentuh sedikit menimbulkan gema kecil. Saya putar kran sembari memilah dan mencabut duri dan tulang-tulang yang ada lalu berendamlah puisi-puisi itu sembari saya beranjak menuju lemari es-- kiriman seseorang dari negeri kutub.   &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Saya ternganga menemukan puisi saya sedang meringkuk beku-- yang saya buat sebulan lalu--, dalam kepungan freezer. Mungkin saya akan mencampurkannya serta dalam resep puisi yang baru saya dapatkan dari lantai penyimpanan kata dan aksara. Saya perhatikan cermat di tempat penyimpanan telur : ide-ide kecil masih terbungkus cangkang yang lumayan keras. Botol-botol bekas sirop telah lama saya isi dengan air mata saya yang kini telah dingin berembun, ikut saya bawa serta. Botol-botol imaji pencitraan masih tersimpan baik di bagian bawah. Botol imaji pendengaran merangkum suara burung camar, desis ular, semilir angin, kelepak rindu, debur laut. Botol imaji pengelihatan merangkum baik senyum ibunda, gunung, laut, langit, asap, senja, subuh, tangkai-tangkai bunga. Botol imaji penciuman merangkum aroma kue, debu, semerbak, embun, tanah disiram debu, dan tentu saja aroma busuk kata-kata. Ini sangat menjengkelkan !!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya baca kertas petunjuk yang tertempel di pintu lemari es. Dan inilah yang harus saya kerjakan dengan bahan baku puisi untuk perjamuan nanti malam. Diketik rapi dengan program word, model Times New Roman ukuran 12 dan di bawahnya ukuran huruf tampak lebih besar, 20 diikuti sepuluh prajurit tanda seru yang sedang berbaris : KERJAKAN !!!!!!!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum saya mengolah puisi-puisi itu saya gunakan celemek dengan judul AKU BINATANG JALANG yang pernah saya beli dari Chairil Anwar, bergambar potret diri sembari menghisap rokok. Saya pasang dengan cantik dengan tali temali mengikat ke belakang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. DITUMIS&lt;br /&gt;Saya mengambil puisi-puisi yang begelambir daun, lalu saya bedah dan potong-potong dadu, potong-potong korek api, saya rajang halus di atas talenan kayu jati.....minyak yang telah mengepulkan asap panas dalam penggorengan serasa melantunkan irama rock n roll saat puisi-puisi itu saya celupkan. Hmmm..wanginya semerbak : ada wangi musim semi dan bunga sakura...Ah tidak lupa saya sertakan penyedap kemasan bermerek HUJAN BULAN JUNI, penyedap diksi O AMUK, KAPAK, dan penggurih bermerek CELANA dari pabrik Joko Pinurbo...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. SAMBAL PUISI&lt;br /&gt;Saya memilih puisi-puisi yang panjang keriting dengan biji-bijinya yang rawit. Digerus halus ditambah sepotong aroma musim panas lalu saya tumis dalam dekapan penggorengan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. PERKEDEL PUISI&lt;br /&gt;Saya menemukan puisi-puisi yang tak terlalu digemari dipasaran untuk dibuat perkedel. Baiklah...saya lumatkan segera, saya bentuk dan diberi penyedap lalu masuk dalam penggorengan, sebelumnya saya kukus dalam uap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. JUZ PUISI&lt;br /&gt;Blender khusus telah saya keluarkan dari lemari. Mesinnya masih berputar bagus dengan pisau-pisau setajam kuku macan. Saya pilah-pilah puisi dengan kombinasi asam, manis dan segar lalu saya tambahkan beberapa botol air mata penyair, dicampur air mata rinduku, beserta beberapa tetes air dari botol imaji pencitraan masing-masing satu sendok teh. Lalu suara gemuruh blender mengisi dapur, saya tambahkan madu murni kiriman negeri kupu-kupu . Dalam gelas bertingkat yang terbuat dari kristal, saya tambahkan garnis berupa potongan lemon, strawbery di bibir gelas bersama pipet yang langsing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. BLACK FOREST PENYAIR&lt;br /&gt;Saya terlalu lelah karena ritme proses pembuatannya yang panjang, maka segera saya kirim bahan untuk diolah oleh teman saya di ruang lain. Ssstt...jangan bilang koki kepala..awasss !!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;F. PUISI BAKAR BUMBU EMBUN ALA AGUS KINDI&lt;br /&gt;Puisi-puisi yang alot saya potong dadu untuk kemudian saya tusuk ke dalam batang-batang bambu yang telah tipis. Di atas pemanggangan dengan balok-balok arang yang legam membara, saya bariskan dan mengipasnya dengan kipas dari negeri puting beliung. Saya sertakan beberapa tetesan embun sebagai penyedap yang saya dapatkan setiap tanggal satu awal tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekejap semuanya telah siap saji. Terdengar purnama sudah berdentang lima kali dari negeri puisi. Koki kepala berkata, dalam jamuan makan malam akan diberlakukan table manner, ah aku benci..terlalu formil dan banyak aturan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku telah siap dalam balutan tuxedo terbaik menghadapi meja perjamuan. Purnama berdentang tujuh kali, tak ada suara detak pun tiba, tak ada suara ringkik kuda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Maaf...Joko pinurbo dan rombongan membatalkan perjamuan, mereka melawat untuk mendiagnosis luka kata ke negeri air mata : Indonesia......mungkin lain waktu..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya lemas berkuah air mata. Hidangan yang saya buat berbahan baku puisi ini pun saya makan sendiri di malam sepi dan bulan berlipstik purnama, dengan dentang ke tujuh..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5 Desember 2010&lt;br /&gt;Thanks god for keep giving me inspirations : )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3890816747341775168-4681819268518400393?l=setangkaisubuh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/feeds/4681819268518400393/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2010/12/sepiring-puisi-untuk-makan-malam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/4681819268518400393'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/4681819268518400393'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2010/12/sepiring-puisi-untuk-makan-malam.html' title='SEPIRING PUISI UNTUK MAKAN MALAM'/><author><name>kakanda428</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15375288489042897078</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-sklWIDZXOUo/Tyn4pzj9z9I/AAAAAAAAAt4/OsNhTKu1vSk/s220/295787_303889559623767_100000081778227_1330461_1182585975_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_tRhj_XGMagI/TP7sNAEQmXI/AAAAAAAAAio/wLXXNu8vi-c/s72-c/MEJA.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3890816747341775168.post-8969979768687864698</id><published>2010-12-05T21:57:00.000-08:00</published><updated>2010-12-05T22:02:15.263-08:00</updated><title type='text'>SEBUAH CATATAN KEGELAPAN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_tRhj_XGMagI/TPx8NYNdnOI/AAAAAAAAAiY/YaIq5b8vAEM/s1600/PELITA.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_tRhj_XGMagI/TPx8NYNdnOI/AAAAAAAAAiY/YaIq5b8vAEM/s320/PELITA.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5547445410292669666" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Apa yang bisa kukenang dari sebuah kegelapan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doa kecil bahwa akan terbit cahaya lewat selarik lentera. Api kecil akan meliuk ditiup angin, lalu akan kulihat wajah dan benda yang samar. Api yang dilahirkan dari batang-batang korek kayu atau pompa gas yang dijentikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun kini kegelapan tak lagi kudus. Saat matahari lesap ke balik kelam, jalinan kunang-kunang cahaya memendar, menerangi ruangan, taman, jalan lewat lampu-lampu boklam dengan kapasitas watt yang berbeda. Kau akan bisa melihat dinding kamarmu yang dipenuhi poster-poster, seprai yang berbunga, wajah kekasihmu lewat layar komputer berkedip, lantai kamarmu yang licin terpantul cahaya boklam. Namun cahaya piawai menyamarkan debu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalinan kunang-kunang cahaya telah membuatmu tak akan bertanya tentang kegelapan dalam bentuknya yang sederhana, tentang kepolosan semesta dalam warna. Namun kau memahami bahwa adakalanya kunang-kunang itu padam di saat yang tak terencana. Lalu kau akan merasakan kegelapan yang nyata tanpa perlu bertanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu dan ayahmu akan tergopoh, menyalakan lampu semprong yang menelan minyak tanah leWat serapan sumbu-sumbu kain dengan kaca yang mulai hitam berjelaga, memendar samar. Kau pun akan kehilanagn pesona kamarmu, keindahan ruang tamu, bahkan kehilanagn wajah ayah dan ibumu untuk sesaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah saat yang tepat engkau merenungi kegelapan dan cahaya melalui pelajaran alam yang terkembang. Berjalanlah menuju perkarangan rumahmu dimana bunga-bunga berselubung gelap suasana. Mendongak pada langit hitam yang sewaktu-waktu berbintang dan purnama bulat sempurna. Rasakan angin yang gigil, hembusan daun-daun dalam tarian yang wingit. Sewaktu-waktu kau bisa menerka rasi bintang sembari duduk di atas rumput sembari mencoretkan mimpimu pada udara di kanvas langit berharap ia kan membawanya jauh ke depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengarlah dengan telingamu yang peka : serangga bersipongang. Jangkrik berlagu kepedihan, katak melagukan tembang asmara  bahkan suara dengus nafasmu yang bisa memberikan pelajaran sederhana tentang anugerah pernafasan yang oksigen. Kau pun akan memkik ngeri saat menedengar kepak-kepak burung nazar yang diceritakan ibumu bahwa ia burung pembawa pesan kematian. Bayangkanlah sebuah perkampungan diantara belantara-belantara hutan ; liukan obor yang berarak bagai prajurit, suara ketipak sandal kanak-kanak pulang dari langgar, dan suara remaja-remaja mengaji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegelapan adalah ruang bagi dialog yang intim. Suara cekikik pacarmu lewat handphone terdengar jelas. Suara pertengkaran ayah dan ibu menjadi sound system dengan daya jangkau yang panjang. Suara nafas mengalun pelan, bersin yang ganjil, batuk yang tergoph, suara ricik air hujan menemukan suasana yang khusyu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau pun ahirnya memekik girang tatkala jalinan kunang-kunang cahaya memendar kejap dan kau seakan kembali ke permukaan dan melupakan pertanyaanmu tentang apakah kegelapan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sebuah tempat jauh, mungkin masih ada yang sudi berlagu dalam kegelapan yang kudus sembari menatap wajah ibunya dalam bentangan langit malam  yang purnama :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Ambilkan bulan bu..ambilkan bulan bu...yang selalu bersinar d langit...di langit bulan benderang cahayanya sampai ke bintang...ambilkan bulan bu..untuk menerangi tidurku yang lelap di malam gelappp....  ”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;30 November 2010 ( catatan kecil saat mati lampu : ) )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;﻿&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3890816747341775168-8969979768687864698?l=setangkaisubuh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/feeds/8969979768687864698/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2010/12/apa-yang-bisa-kukenang-dari-sebuah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/8969979768687864698'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/8969979768687864698'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2010/12/apa-yang-bisa-kukenang-dari-sebuah.html' title='SEBUAH CATATAN KEGELAPAN'/><author><name>kakanda428</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15375288489042897078</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-sklWIDZXOUo/Tyn4pzj9z9I/AAAAAAAAAt4/OsNhTKu1vSk/s220/295787_303889559623767_100000081778227_1330461_1182585975_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_tRhj_XGMagI/TPx8NYNdnOI/AAAAAAAAAiY/YaIq5b8vAEM/s72-c/PELITA.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3890816747341775168.post-4421247847651168066</id><published>2010-12-05T21:52:00.000-08:00</published><updated>2010-12-05T21:56:43.681-08:00</updated><title type='text'>NEGERI PARA PENJAHIT</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_tRhj_XGMagI/TPx66a1DPMI/AAAAAAAAAiQ/R7kNzuyIqZI/s1600/JAHIT.jpeg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 259px; height: 194px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_tRhj_XGMagI/TPx66a1DPMI/AAAAAAAAAiQ/R7kNzuyIqZI/s320/JAHIT.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5547443985066441922" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Perempuan- perempuan kami sangat piawai menjahit. Para suami sesekali membantu bagaimana cara menjahit yang tak lazim. Saat suntuk dengan ayat-ayat, menjahit menjadi keasikan. Para penjahit membuat pola-pola dari bahan baku impor yang berdesakan hadir di negeri kami . Terkadang pola-pola yang kami dapatkan bisa kami pakai untuk menjahit secara berkesinambungan karena harga bahan baku dari negeri itu sangat murah dan masif. Telah menjadi jamak sebelum kami membuat pola di atas bahan baku, kami memaku jarum-jarum pentol sebelum kami  menyetrika bahan baku yang terbuat dari kulit hingga jejak setrikanya membekas. Ini menjadi sesuatu yang lazim di negeri kami. Saat tangan kami letih menyamak kulit dengan tangan, cemeti kami lebih memilih cara yang instan : menyetrika rapi di atas landasan kulit. Tak ada yang protes selain meninggalkan bekas yang nyata. Saat geletar panas menyentuh, hanya auman atau jeritan kecil sebagai tanda bahwa mereka pahlawan dari negeri yang tak memiliki pita suara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Mereka datang dari negeri yang pendiam. ”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak semua para wanita dan pria di negeri kami menyukai kegiatan menjahit, kami adalah para pembangkang dari negeri yang suci sementara yang berhati bersih memilih terpekur dengan ayat-ayat yang harus dimaknai secara khusyu. Dan suatu ketika salah satu dari kami menjadi penjahit eksentrik saat seorang penjahit bermimpi mereka dapat menjahit dengan corak yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepotong bibir. Bibir itu mereka dapatkan dari bahan baku yang lugu. Bibir itu terlalu pendiam untuk mengenal bahasa negeri kami hingga menimbulkan banyak  kesalahpahaman tak berujung. Ketika pola-pola sudah kami buat di atas kulit, panas setrika tak jua membuat  puas. Saat birahi para lelaki tak bisa terpuaskan dari wanita-wanita tertutup. Lalu saat mereka melihat bibir itu mereka bertekad akan membuat terobosan baru dan mengguntingnya pelan-pelan pada suatu kesempatan . Mungkin bisa menjadi salah satu ornamen dari negeri kami yang gersang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan dan para suami yang lain termangu menunggu kiriman bahan baku dari negeri yang menjual murah dan ingin sekali bereksperimen dengan corak yang gila. “ Hanya negeri itu yang mendatangkan bahan baku secara produktif...seperti para pengungsi. “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Aku akan coba menjahit telinga.” Kata yang bercadar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Aku akan menjahit mata. “ Kata si tinggi besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Aku akan menjahit bibir yang menawan.” Kata si hidung mancung sembari melihat punuk unta di kejauhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Mungkin aku akan menjahit kelamin. “ Kata si mata nakal sembari menari perut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angin dingin masih menderu. Lelaki dan perempuan yang membangkang dari kesucian negeri dan kitab menunggu digerbang padang pasir sembari membuat pola-pola. Ya bahan baku itu akan berdatangan seperti gerombolan burung dari sebuah negeri yang terlampau pendiam......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka pasti datang....kembali..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;November 2010&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3890816747341775168-4421247847651168066?l=setangkaisubuh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/feeds/4421247847651168066/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2010/12/negeri-para-penjahit.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/4421247847651168066'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/4421247847651168066'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2010/12/negeri-para-penjahit.html' title='NEGERI PARA PENJAHIT'/><author><name>kakanda428</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15375288489042897078</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-sklWIDZXOUo/Tyn4pzj9z9I/AAAAAAAAAt4/OsNhTKu1vSk/s220/295787_303889559623767_100000081778227_1330461_1182585975_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_tRhj_XGMagI/TPx66a1DPMI/AAAAAAAAAiQ/R7kNzuyIqZI/s72-c/JAHIT.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3890816747341775168.post-4375285433571752563</id><published>2010-12-05T21:05:00.000-08:00</published><updated>2010-12-05T21:51:26.489-08:00</updated><title type='text'>SENYUM DALAM SEKOTAK MEMORABILIA</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ibu adalah pengkoreksi senyumku yang terbaik. Di setiap kesempatan, ibu mengumpulkan senyum-senyum kepalsuan yang terbang mengapung di dinding kamarku untuk kemudian diledakkan di kala subuh berkabut, atau dibawanya ke sungai untuk dilarungkan ke muara paling jauh. Bahkan dititipkannya pada camar-camar senja untuk dibawa ke ceruk kelam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu memetik senyumku lalu direkatkannya rapi dalam sebuah kotak berpigura  yang sudah mulai berlumut bersama tahun-tahun yang menghiasinya. Sesekali ibu mengundang kupu-kupu untuk singgah pada senyumku agar ia bisa berbagi bagaimana meramu madu murni dari balik senyuman dalam sebuah workshop singkat .  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Ini senyum pertamamu bujang...saat matamu yang timur laut melihat sinar matahari untuk kali pertama...”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Ini senyuman saat ayahmu membelikan mainan setelah pulang dari pulau jawa.....pistol mainan bersuara halilintar, mobil beremote control, seperangkat lego dan prajurit perang....”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Lihat, senyum itu meski terekam dalam selembar foto namun ibu meledakkanya pada suatu hari.....”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mengamati sebuah foto masa kecil saat aku tersenyum setelah dikhitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Mengapa ibu meledakkanya ? “ Kataku ingin tahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Sebab itu senyum kepalsuan. Aku tahu bahwa hari itu kau merasa kesakitan, bujang.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Tapi orang-orang tak terlalu abai pada senyumku....”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Tapi aku peduli, bujang....sedikit kepalsuan tetap saja kepalsuan...aku adalah pengkoreksi senyummu...”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Apakah aku harus menangis dan membuat teman-temanku jeri...”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Aku telah memberi senyummu itu dengan angka lima.....”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Mengapa senyum harus dinilai ? “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Biar kau tahu arti penilaian orang lain...kelak saat aku tak ada kau menghargai bahwa sedikit ketulusan dalam senyuman akan membawamu pada kesejatian tanpa perlu nilai dariku melainkan nilai dari tuhan....”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Lihatlah ini senyummu yang aku suka dan kuberi nilai sembilan....”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku melongok pada selembar gambar :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lanskap laut dengan tarian ombak berdebur. Putih pasir, horizon membiru dengan gundukan domba di langit...dan aku di sana...tersenyum bersama teman-teman lama....senyuman yang begitu karib...senyuman yang kini hilang....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Mengapa ibu memberi senyum itu dengan  angka sembilan ?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Pada suatu senja aku mengirmkan senyum-senyum kepalsuan dan senyum itu terselip diantara paruh  camar dan ia membawanya kembali pulang...”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Mengapa demikian ? “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Karena senyuman itu adalah senyum kerinduan setiap kali kau kenang. Setiap malam kau sering menangis diam-diam berusaha membawa pikiranmu pada teman-teman terbaikmu di masa lalu. Bukankah begitu, bujang ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nelangsa mengakar mengisi ruang. “ Mengapa ibuku tahu ?Kapan aku bisa menghiasi duniaku dengan senyum teman-teman terbaikku itu kembali ? ”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Belakangan kulihat ibu pergi pada suatu subuh berkabut sebelum azan dari menara masjid berkumandang untuk meledakkan senyum kepalsuan, dan saat senja ibuku memanggil camar-camar...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Mengapa banyak sekali ibu meledakkan senyum kepalsuan ?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “ Engkau kini telah banyak berubah mengikuti pola dunia.....senyummu kini hanya mengembang tatkala matamu menjaring angka-angka nominal di atas lembar-lembar kertas kapitalis....”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Tapi bukankah itu kebutuhan primer manusia modern, ibu ? Ibu picik. “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kudengar suara ibu yang lamat. Senyumlah bujang...untuk kehidupan yang segala...untuk setiap ketulusan yang paling sederhana, untuk udara, untuk langit,  semesta..untuk duniamu yang selalu kau tintakan muram. Bahkan untuk mata-mata kebencian yang menerkammu.....sudah saatnya kau yang mengoreksi senyummu sendiri. dalam kesederhanaan pandangan sebuah ketulusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku lihat kembali kotak berpigura kaca yang berembun saat kupu-kupu dan kunang-kunang kecil muncul dari dalamnya secara ajaib...mengepak serbuk-serbuk tipis gemintang.....tempat ibuku menyimpan senyumku....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuikuti arah kupu-kupu hinggap pada kotak berpigura kaca yang lain di lemari ibu : tempat ibu menyimpan serbuk-serbuk air mataku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Senyumlah meski segala mendung..meski segala duka sebab darinya bisa kau lihat ketulusan paling murni, bujang.....senyum bagiku adalah sebuah prestasi personal yang bisa kau raih dalam kehidupan.....”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lalu mengapa ibu menyimpan juga memorabilia ai mataku ?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Di saat hatimu kemarau mungkin ia akan bercerita dan mericik sedikit untuk pedih perihmu dahulu...”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Mengapa ibu mengabadikannya dalam tabung-tabung kaca ?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibuku  tak menjawab dan terus mengisi tabung-tabung air mataku, “ Karena tangis menandakan kelemahan mahluk di hadapan tuhannya bujang...dan tangispun kelak akan bercerita...sehebat atau sekuat apapun manusia tetap mahluk yang berkarib air mata..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibuku yang matahari itu pun menata senyumku di atas air mataku dalam sebuah memorabilia paling rahasia...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;November 2010&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3890816747341775168-4375285433571752563?l=setangkaisubuh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/feeds/4375285433571752563/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2010/12/senyum-dalam-sekotak-memorabilia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/4375285433571752563'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/4375285433571752563'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2010/12/senyum-dalam-sekotak-memorabilia.html' title='SENYUM DALAM SEKOTAK MEMORABILIA'/><author><name>kakanda428</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15375288489042897078</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-sklWIDZXOUo/Tyn4pzj9z9I/AAAAAAAAAt4/OsNhTKu1vSk/s220/295787_303889559623767_100000081778227_1330461_1182585975_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3890816747341775168.post-1425789430305707543</id><published>2010-11-06T04:27:00.000-07:00</published><updated>2010-11-06T04:32:19.859-07:00</updated><title type='text'>YTH. TUAN PUISI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_tRhj_XGMagI/TNU8aFJ-uDI/AAAAAAAAAiA/hLK6Ri0m79g/s1600/IMG0013A.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_tRhj_XGMagI/TNU8aFJ-uDI/AAAAAAAAAiA/hLK6Ri0m79g/s320/IMG0013A.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5536397735680194610" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Bandar Lampung, Oktober 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada&lt;br /&gt;Yth. Tuan Puisi&lt;br /&gt;di horizon kata-kata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan hormat,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan ini saya beritahukan bahwa saya tak lagi bisa mengikuti kehendak puisi untuk  saya mencipta susunan kata-kata. Sudah satu minggu, anak-anak imajinasiku tak lagi bisa terbang. Pergantian musim rupanya telah merubah daya kerja sayap-sayapnya. Saya menyadari, bahwa imajinasiku bertingkah sepert bayi yang senantiasa minta disusui. Saya pun tidak tinggal diam, tuan..potongan-potongan puisi bervitamin dari penyair telah saya berikan dua kali setiap hari. Saya tatap layar berharap imajinasi membawa temannya ilham untuk menari pada lembar-lembar kosong layar. Ah tapi hanya spasi &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;yang terus berlayar. Saya melihat ke arah  jendela berharap ia akan terbang berkepak dan singgah pada daun jendela seperti seekor merpati yang pulang dari sebuah perjalanan. Tapi kepaknya pun tak juga tiba dititip angin senja  Saya melihat kelenggangan dari jendela namun kantuk selalu siaga menelan malam-malam buta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah saya hampir gila mengecek draf ponsel butut saya. Tabungan kata-kataku padanya belum juga rekah berbunga. Jika ada kesempatan kembali saya ingin menabung kata sebanyak-banyaknya dalam metode deposito, agar di hari tua uzur tak bisa menaklukan saya menjadi pencinta dan pengkoleksi kata-kata. Agar senantiasa kebutuhan ruang puitikku selalu tersedia. Kutanyakan pada Aleya, istri kata-kataku : “Apakah engkau menyimpan mantera-mantera ?” Aleya cuma menatap pias : “ Forgive me , kakang.....sudah seminggu ini kau tak lagi menafkahiku kata-kata....”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mencoba memburu di hiruk pikuk mall dan kebisingan kota. Mencari diantara deretan rak toko buku tak juga membuat kata-kata lahir. Berulangkali saya menafsirkan hujan tapi kata-kata masih jemu terkulai. Pada suatu malam sunyi saya mengasah pencitraan.Tapi gagal. Apa yang terjadi ??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan ini pula saya berharap tuan memberikan kesempatan agar saya bisa mendapatkan beasisa untuk saya belajar di negeri tuan , memecahkan segala teka-teki rasa dalam binar kata-kata berirama. Menyelami segala mitos para penyair. Melawan mantera para penyihir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah surat permohonan ini saya buat. Berharap kiranya tuan mengerti bahwa saat ini saya sedang menikmati perjalanan jauh dari negeri puisi menuju negeri para peri. Maka datangilah aku untuk kembali.......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hormat saya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agus Kindi&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3890816747341775168-1425789430305707543?l=setangkaisubuh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/feeds/1425789430305707543/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2010/11/yth-tuan-puisi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/1425789430305707543'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/1425789430305707543'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2010/11/yth-tuan-puisi.html' title='YTH. TUAN PUISI'/><author><name>kakanda428</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15375288489042897078</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-sklWIDZXOUo/Tyn4pzj9z9I/AAAAAAAAAt4/OsNhTKu1vSk/s220/295787_303889559623767_100000081778227_1330461_1182585975_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_tRhj_XGMagI/TNU8aFJ-uDI/AAAAAAAAAiA/hLK6Ri0m79g/s72-c/IMG0013A.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3890816747341775168.post-6672874167354392682</id><published>2010-11-06T04:19:00.000-07:00</published><updated>2010-11-06T04:26:25.660-07:00</updated><title type='text'>PO BOX RAGA KEDUA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_tRhj_XGMagI/TNU63BRCzoI/AAAAAAAAAh4/hTmC9MMTiVo/s1600/PO.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 272px; height: 185px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_tRhj_XGMagI/TNU63BRCzoI/AAAAAAAAAh4/hTmC9MMTiVo/s320/PO.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5536396033829031554" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Apa yang bisa kau ceritakan tentang rumah, bujang ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang bisa kuceritakan hanyalah sebuah rasa memiliki yang terbit, setelah realita menikamku dengan sebuah rasa bernama : kehilangan. Ayah dan Ibuku pastinya berharap dalam periode waktu yang lampau , rumah adalah investasi masa depan ; tatkala uzur menikmati potongan-potongan kisah lama dengan penuh kekaguman yang heroik, bercerita kepada anak dan cucu tentang sejarah berdiri bersama alunan kursi goyang. Rumah adalah keping-keping yang dibangun demi masa depan yang tak pernah terdefinisikan bagaimana lika-likunya. Bermula dari lahan kosong, lalu perlahan terbitlah sebuah bangunan kombinasi antara batu, semen, pasir, rusuk-rusuk kayu, pilar, batu bata, perabotan, cat dinding, jalinan kabel, genting. Lalu waktu menyediakan diri bagi kelahiran anak-anak. Ternyata itu belum cukup menjamin, bahwa rumah itu akan kita miliki hingga meronanya senja usia, hingga berahirnya masa. Ya tak ada sesuatu yang abadi. Rumah pun bukan sebuah pengecualian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu merupakan sesuatu yang abstrak namun mahir merubah keadaan dalam kibaran jubah teka-tekinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini bagiku rumah adalah raga. Apabila ruh, yaitu kita penghuninya tak lagi bisa bernaung dalam keteduhan siang malamnya, gelap terangnya, maka insting naluriah memaksa kita untuk lekas mencari raga kedua, meskipun dalam iklim keterpaksaan yang pedih. Sebab ruh tanpa raga berarti mati, raga tanpa ruh adalah zombie.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apa yang bisa kau kenang dari sebuah rumah, bujang ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lagi bisa kueja satu per satu, kepingan demi kepingan, sebab rumah telah menjadi kesatuan memorabilia : kelahiran, kenangan masa kecil, sahabat, keceriaan, kedatangan, pergantian waktu yang tanggal, saksi bisu pertumbuhan, juga kematian ( ah ajal telah begitu hafal aroma rumahmu ). Ada masanya kau harus terusir dengan segala hal yang melatarbelakanginya dan bergegas mencari raga kedua sebab tulang, sebab jantung, sebab darah merana tanpa kepastian perlindungannya yang langit.  Kita perlu raga yang melindungi dari sengat matahari tropis, berlindung dari kucuran hujan dan sebuah alamat dimana maut kelak akan ditambatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Rumah yang dibangun dan diikrarkan sebagai rumah masa depan ayah dan ibu dengan keping-keping harapan yang berkitar-kitar dalam zona kabut, kini harus menjadi sebuah persembahan mesin lintah kapitalis. Tak punya pilihan selain terusir dengan rasa nelangsa yang sakit dan bersiap mencari raga kedua demi berlangsungnya sandiwara kehidupan duniawi.Betapa kutahu memuakkannya melihat manusia-manusia dengan pakain necis berdasi, gagah seperti manekin adalah rantai yang menggerakan mesin lintah kapitalis yang tergelak diatas penderitaan dengan sistem bunga yang rimbun.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat rumah adalah melihat dan memuatar kembali proyektor berdebu yang menyimpan baik ingatan dan kenangan : masa kecil, adik-adik lahir, ubin yang beralih menjadi keramik yang dingin, taman kecil dengan aroma bougenvil, rumput dan ilalang, asap dapur, cat dinding yang berulangkali rekarnasi, suara gemericik air dari ember kecil dengan katrol timba, bunyi berdengung mesin air, jelaga, jaring laba-laba, tembok yang muram.Ah, aku hanyut..hanyut dalam simpang siur kenangan di sebuah tempat yang akan segera kami tinggalkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hitungan minggu mungkin akan kubenahi kamar kecil yang setiap malam menghanyutkan usiaku di muara terjauh. Ruang yang dinding-dindingnya menyimpan kebisuan abadi berwarna pink yang muram. Di setiap sudut-sudutnya yang selalu menangis setiap hujan deras tiba. Menatap cermin yang selalu memantulakan kesejatian. Membenahi tumpukan buku-buku di gudang diantara tumpuk-tumpuk kardus pakaian. Menatap dapur kecil dengan tungku batu-bata, kompor minyak, tabung gas dengan bunyi api yang berdesis bagai ular.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bujang tak apa-apa kan apabila rumah kita lebih kecil, jauh dari jalan, jauh dari gang..sebab uang yang kita tukar dengan raga pertama tak akan cukup..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Tak apa ini jauh lebih baik daripada hidup selalu diteror mesin lintah kapitalis yang kejam. Tak apa-apa mungkin di tempat yang baru tuhan memberi kelapangan dari segala kesempitan.Tak apa-apa bila di tempat yang baru kita bisa menjadi burung-burung Manyar. Ya tak apa-apa. Mari kita membidik pandangan pada tragedi orang-orang di bawah kita karena dagu tak selayaknya mendongak pada orang-orang di atas kepala. Tuhan masih menyayangi hambanya yang sabar..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah, ibuku yang jelita, adik-adik terkasih, percayalah ada banyak pelajaran yang bisa kita petik dari setiap ranumnya musibah. Ada banyak percik yang semestinya kita renungi. Pada gema takbir Idul Adha nanti kita akan menjadi burung-burung Manyar, membangun sarang pada raga kedua. Membangun harapan matahari diantar ricik air mata yang selayaknya kita alirkan pada samudera paling jauh........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; ( untuk rumahku yang raib, sebuah muhasabah ), 19 Oktober 2010&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3890816747341775168-6672874167354392682?l=setangkaisubuh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/feeds/6672874167354392682/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2010/11/po-box-raga-kedua.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/6672874167354392682'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/6672874167354392682'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2010/11/po-box-raga-kedua.html' title='PO BOX RAGA KEDUA'/><author><name>kakanda428</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15375288489042897078</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-sklWIDZXOUo/Tyn4pzj9z9I/AAAAAAAAAt4/OsNhTKu1vSk/s220/295787_303889559623767_100000081778227_1330461_1182585975_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_tRhj_XGMagI/TNU63BRCzoI/AAAAAAAAAh4/hTmC9MMTiVo/s72-c/PO.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3890816747341775168.post-72247363162589741</id><published>2010-10-09T00:31:00.000-07:00</published><updated>2010-10-09T00:36:23.102-07:00</updated><title type='text'>KETIKA MENIKAH SEBUAH EKSPERIMEN</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_tRhj_XGMagI/TLAank-qntI/AAAAAAAAAhw/Keedx7Nlulw/s1600/aq.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 241px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_tRhj_XGMagI/TLAank-qntI/AAAAAAAAAhw/Keedx7Nlulw/s320/aq.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5525946010027335378" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Saya belum menikah, dan belum berencana untuk menikah dalam waktu cepat. Terlepas dari tuntutan usia, dari fakta bahwa teman-teman sebaya—tak sedikit yang lebih muda—sudah memamerkan pada dunia : kami sudah menikah, kawan...dan memproduksi boneka !Saya masih menganggap kebanyakan pasangan muda menganggap pernikahan adalah sebuah dunia untuk bereksperimen : Apakah aku cukup subur ?Aha apakah anak-anakku akan seganteng diriku atau secantik istriku? Apakah aku cukup tangguh melewati onak dan duri pernikahan, sebab aku Superman dan kau istriku Superwoman, apakah cinta kita akan bisa terus membara ?Apakah kita bisa membangun istana?Bila tidak kita menempuh jalan prktis saja : yuhu talak tiga !Kita berpisah dan mengembara kembali..oh andai anak adalah sepotong roti huh aku atau kau tetap berkewajiban merawatnya hingga besar..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah keharmonisan pernikahan memang mutlak milik pasangan. Dan mungkin tulisan ini agak sedikit sinis tapi berpijak pada kenyataan, kawan sebab mata dan telinga tak dapat dibohongi atau dipecundangi oleh cerita indah dan mungkin ada yang menganggapnya sebuah apologi karena saya belum berencana memasuki duia pernikahan. Faktor usia memang bukan jaminan pernikahan akan langgeng, melainkan komitmen dan landasan iman yang rupanya luput dipertimbangkan oleh orang-orang berusia muda. Bila ditanya jawabannya pun adalah kepanjangan dari efek dominan latah yang mengharap pembenaran : kami sama-sama dewasa, saya cinta dia..dia cinta saya..masalah kebutuhan ekonomi, iman mah belakangan yang penting dia sah miliku dunia dan nafsu kami dapat tersalurkan di jalan yang benar dan sah menurut agama....ohoho indahnya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duhai maafkan saya bila tulisan ini dianggap sebuah pembenaran atau ketakutan-ketakutan. Percayalah.. ini hanya sebuah tulisan yang berangkat dari realita  yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;UNTUK SUAMIKU YANG GANTENG :&lt;br /&gt;( Ingat ya ketika aku mencntaimu kau kuanggap sebagai pria paling ganteng sejagat raya bila aku sudah tak cinta maka kau adalah laki-laki paling jelek dalam hidupku...cuit..cuit )&lt;br /&gt;Body saya kakanda masih seperti gitar spanyol, saya masih segar seperti buah dan saya serahkan sepenuhnya hanya untuk kamu. Oke kita akan bereksperimen suamiku setelah kita menyenandungkan ijab kabul di hadapan penghulu..oh apakah rahimku akan cukup peka untuk melahirkan boneka-boneka..ya kau memintaku memproduksi satu lusin boneka karena kauingin membentuk klub sepakbola..ya setelah menikah, melahirkan menunggu anak-anak besar maka aku menjadi upik abu : setiap pagi mengantarmu pergi bekerja saat pulang menagih uang belanja..waktu akan mengantarkan aku pada janji kesetiaanmu padaku : Apakah akau punya perempuan kedua ? Astaga..kau campakkan aku dan boneka-bonekamu ??Apa..talak tiga ???O my god..apakah bodyku tak seperti gitar lagi ??Bedebah..kau menuntut harta gono-gini padahal kita mengumpulkannya bersama-sama..bedebah kuadrat kau ambil juga hak asuh boneka-boneka kita..O tuhanku tolonglah huhuhuhuhu.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;UNTUK ISTRIKU YANG CANTIK :&lt;br /&gt;( Ingat ya ketika aku mencntaimu kau kuanggap sebagai wanita paling cantik sejagat raya bila aku sudah tak cinta maka kau adalah wanita paling jelek dalam hidupku...cuit..cuit )&lt;br /&gt;Aku mencintaimu o wanitaku ..kita bangun cinta kita, istana kita juga boneka-boneka kita. Oh apakah boneka kita kan mirip denganku ? Aha mungkin matanya atau senyumnya atau hidungnya....bila perempuan kita namakan Cinderella..kau setuju ?Bila laki-laki kita namakan Peter Pan..oho tidak..bukankah personilnya seorang penzina ?..Semoga rahimmu sekuat rahim kucing sebab aku ingin punya boneka satu lusin saja...kita harus terus bereksperimen sayangku ...waktu akan membawaku pada setiaku padamu : ah kau tak cantik lagi, tak menawan lagi...terlalu menuntut dan lebih cerewet dari ibuku...aku bosan..aku bosan maka kau kutalak tiga..aku masih cukup perkasa, urus boneka-bonekamu..urus !!! Rumah, mobil kusita....aku sudah letih bereksperimen hei istriku yang jelek....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambaran di atas bisa saja terjadi bila pasangan menganggap pernikahan adalah sebuah laboratorium untuk bereksperimen hal-hal dangkalseperti itu. Pernikahan diangggap main-main karena ya itu tadi dalam menikah tak mempertimbangkan landasan keimanan..karena menikah juga urusan iman..menikah sebagai bentuk ibadah, penyempurnaan din dan dunia dimana mestinya pasangan dapat belajar untuk memahami dan landasananya tak lain tak bukan : iman bukan nafsu semata. Dan dampak dari kegagalan eksperimen ya perceraian yang merugikan perempuan dan anak. Duh miris hati ini melihat perempuan yang usianya masih belasan sudah menjadi janda, menggendong anak-anak yang masih kecil, melihat pasangan muda yang saling mencinta tiba-tiba saling serang, saling memaki yang melibatkan 2 keluarga besar dan membawa efek permusuhan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya belum menikah dan belum mau menikah dalam waktu cepat sebab saya ingin menikah ketika cahaya keimanan saya sudah cukup bukan karena tuntutan usia, tuntutan siapa-siapa...ketika saya menganggap pernikahan adalah sebuah ibadah bukan sebuah eksperimen tapi pembuktian mutlak pada segala kemungkinan-kemungkinan....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So.. menikah muda atau tua letaknya pada keimanan dan karakter anda semata !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awal Oktober 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3890816747341775168-72247363162589741?l=setangkaisubuh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/feeds/72247363162589741/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2010/10/ketika-menikah-sebuah-eksperimen.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/72247363162589741'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/72247363162589741'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2010/10/ketika-menikah-sebuah-eksperimen.html' title='KETIKA MENIKAH SEBUAH EKSPERIMEN'/><author><name>kakanda428</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15375288489042897078</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-sklWIDZXOUo/Tyn4pzj9z9I/AAAAAAAAAt4/OsNhTKu1vSk/s220/295787_303889559623767_100000081778227_1330461_1182585975_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_tRhj_XGMagI/TLAank-qntI/AAAAAAAAAhw/Keedx7Nlulw/s72-c/aq.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3890816747341775168.post-2085356875956216833</id><published>2010-09-25T23:21:00.000-07:00</published><updated>2010-09-25T23:32:02.466-07:00</updated><title type='text'>MAMA AKU INGIN JADI COLOMBUS</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Mama tahu bukan, bahwa hidup adalah perjalanan, hidup adalah titian juga pengembaraaan mencari ? Mama mungkin tak mengenal colombus.Namanya mungkin bagai planet asing di jagat nama-nama. Ah terlalu sukar dimengerti bahwa aku ingin menjadi colombus. Bukan, aku tidak akan berlayar menembus kabut misteri lautan lalu berteriak saat bisa menaklukan badai dan menemukan sebuah dunia berbentuk daratan setelah letih menyalakan keyakinan bahwa mimpi dan obsesi bukan sekedar omong kosong, mimpi serupa kabut yang tipis namun ia mengendap maju..mimpi adalah urusan personal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam proses sejarah kehidupan aku adalah ritme penantian mama yang mengizinkan rahimnya untuk aku berlayar dalam debar jantung, denyut nadi, umpat dan kesabaran dalam perut bergelembung yang pecah saat bulan berhitung sembilan.Aku tumbuh dalam singgasana kekuasaan mama, dalam hukum-hukum buatan dalam ruang-ruang batas serupa ring dan jaring. Seperti boneka bertali kedua tanganku bergerak atas komando dan paradigma mama dan ayah tentang baik dan buruk dunia. Tapi tanpa disadari mama dan ayah saat usia beranjak dan menggeliat ,diantara sudut 90 derajat di kedua ketiakku telah tumbuh sayap-sayap tipis  dan paradigmaku berkembang dengan sendirinya membentuk persepsi sendiri tentang baik dan buruk, benar atau salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jiwaku pun sudah selayaknya merdeka dan berdaulat. Kulambaikan secarik bendera setelah kunyanyikan sebuah lagu kemerdekaan diri dan heningkan cipta. Tapi mama dan orang-orang di sekelilingku selalu mengoyak kesakralan proses kemerdekaan diri itu lewat pengekangan dan aturan. Mama dan ayah selalu saja meneropong sesuatu hal yang bertentangan dengan keinginan manusia merdeka meski itu baik untuk masa depan. Tapi hati tak dapat dibohongi. Saat mama melafazkan A maka aku ingin B. Saat aku berkelit mama kecewa dan bersabda : “ Engkaukan malin di zaman moderen ?” Duh apakah aku telah sesat bila mencoba menjadi pribadi yang murni tanpa intervensi ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Orangtua tidak akan menjebloskan buah hatinya pada kehancuran, anakku..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalil ataukah sabda yang membuat mimpiku menjadi colombus pupus. Kembali menjadi boneka bertali, menjadi robot degan gempuarn remote control. “ Ya anakku sayang..jalan terbaik adalah kau membelok ke kiri..” “ Ow jalan menikung itu adalah jalan kehancuran dan buruk bagimu..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun hati lahir tanpa bantuan rahim atau persetubuhan siapa-siapa. Ia merdeka, lepas bagai burung. Inikah doktrin purba yang membuatku menggelepar tanpa daya : membangkang artinya berdosa, membangkang artinya sesat..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Orangtua tidak akan menjebloskan buah hatinya pada kehancuran, anakku..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantara kerlip cahaya lilin ulangtahun keinginan untuk menjadi colombus semakin berbiak : colombus percaya pada keyakinan dirinya, pada hatinya, menembus badai untuk meraih mimpi dan obsesi diri, menaklukan segala takluk pada kemustahilan ...begitu juga dengan mimpiku yang masih mengabut..ingin aku berlayar untuk merengkuhnya...meski masih samar dan jauh dan berbeda arah dengan keinginan ayah dan mama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Sudah malam bujang..tutup jendela.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ah ya telur-telur colombus itu pun kupecahkan kembali lalu kembali menjadi boneka bertali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;September 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ket : Colombus saya pakai untuk simbol bukan arti sesungguhnya sebab menurut literetur colombus adalah seorang penjajah&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3890816747341775168-2085356875956216833?l=setangkaisubuh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/feeds/2085356875956216833/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2010/09/mama-aku-ingin-jadi-colombus.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/2085356875956216833'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/2085356875956216833'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2010/09/mama-aku-ingin-jadi-colombus.html' title='MAMA AKU INGIN JADI COLOMBUS'/><author><name>kakanda428</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15375288489042897078</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-sklWIDZXOUo/Tyn4pzj9z9I/AAAAAAAAAt4/OsNhTKu1vSk/s220/295787_303889559623767_100000081778227_1330461_1182585975_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3890816747341775168.post-6541134223729245553</id><published>2010-09-19T04:13:00.000-07:00</published><updated>2010-09-19T04:16:26.388-07:00</updated><title type='text'>RUANG YANG KAU BEDAH DALAM KATA</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;setiap bertemu kata berpisah, ia selalu menghentikan kata&lt;br /&gt;diantara spasi dan tanda baca&lt;br /&gt;setiap bertemu kata berjumpa, ia selalu memberi jeda&lt;br /&gt;dan berkata bahwa tak pernah ia paham&lt;br /&gt;untuk apa sebuah pertemuan ?&lt;br /&gt;lalu perlahan, kata-kata tertulis dalam birunya begitu saja&lt;br /&gt;; merekam tawa, menghisap perihnya, mengapungkan cinta&lt;br /&gt;memendam amarah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lalu kau pun cemas sebab luka dimana tempatnya ?&lt;br /&gt;di sebuah ruang yang kau pikir tiada…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;september 2010&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3890816747341775168-6541134223729245553?l=setangkaisubuh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/feeds/6541134223729245553/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2010/09/ruang-yang-kau-bedah-dalam-kata.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/6541134223729245553'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/6541134223729245553'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2010/09/ruang-yang-kau-bedah-dalam-kata.html' title='RUANG YANG KAU BEDAH DALAM KATA'/><author><name>kakanda428</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15375288489042897078</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-sklWIDZXOUo/Tyn4pzj9z9I/AAAAAAAAAt4/OsNhTKu1vSk/s220/295787_303889559623767_100000081778227_1330461_1182585975_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3890816747341775168.post-3070815269859392583</id><published>2010-09-15T03:41:00.000-07:00</published><updated>2010-09-15T03:42:02.897-07:00</updated><title type='text'>PENIUP SERULING</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;( 1 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dia hanya ingin, suara serulingnya singgah di bulan pada malam-malam&lt;br /&gt;panjang&lt;br /&gt;tiba di bukit, mengenang segala nama dan almarhum&lt;br /&gt;berkalang nisan dan semerbak kenangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ dengarkan dunia….puisiku dari negeri kerinduan&lt;br /&gt;tanpa rima dan kata, tapi rancak mengalun&lt;br /&gt;bagai air kali&lt;br /&gt;menghanyutkan heningmu, pertapa…&lt;br /&gt;nadanya pelan melukis bidadari, meraba detakmu&lt;br /&gt;yang telah jauh….”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ dengarkan dunia..serulingku melukis dengung kumbang,&lt;br /&gt;burung merdu, debur laut, kelepak camar.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;( 2 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dia hanya ingin, suara serulingnya terasing sendiri&lt;br /&gt;menyentuh purnama ke tujuh, tapi waktu..&lt;br /&gt;betapa nisbi kerinduan, pikuk bagimu sunyi bagiku&lt;br /&gt;terang semestamu, gelap semestaku yang redup pada mata&lt;br /&gt;menenun cahaya dan rupa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dia hanya ingin terus berjalan, mengenal aroma dan bunyian&lt;br /&gt;melukis kampung-kampung, mengembarai peta-peta bersinyal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terang semestamu, gelap semestaku yang redup pada mata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;( peniup seruling berjalan, meraba tongkatnya yang paling kayu)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2010&lt;br /&gt;Thanks god for keep giving me inspirations..:)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3890816747341775168-3070815269859392583?l=setangkaisubuh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/feeds/3070815269859392583/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2010/09/peniup-seruling.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/3070815269859392583'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/3070815269859392583'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2010/09/peniup-seruling.html' title='PENIUP SERULING'/><author><name>kakanda428</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15375288489042897078</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-sklWIDZXOUo/Tyn4pzj9z9I/AAAAAAAAAt4/OsNhTKu1vSk/s220/295787_303889559623767_100000081778227_1330461_1182585975_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3890816747341775168.post-7907709426590436814</id><published>2010-09-15T03:39:00.000-07:00</published><updated>2010-09-15T03:40:41.424-07:00</updated><title type='text'>MENENUN WAJAH BUNDA DI BULAN</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;setiap hari dia menggambar bunda dalam ingatan, tak selesai-selesai&lt;br /&gt;dua puluh tiga usia luruh dari tangkai&lt;br /&gt;setiap pagi dia berkaca pada embun di dedaunan, tapi bening&lt;br /&gt;mata bunda belum jua ditemukan&lt;br /&gt;setiap sore dia berlari ke laut berdialog pada camar&lt;br /&gt;tapi camar membawa rindunya senantiasa mengapung&lt;br /&gt;di udara senjakala&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;setiap malam dia menenun bunga-bunga di bulan, wajah&lt;br /&gt;bunda semakin jauh berlayar&lt;br /&gt;setiap detik meraba jantung bunda tapi ayah berkata&lt;br /&gt;" bundamu mencari sayap baru di istana kedua saat umurmu&lt;br /&gt;dua bulan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;setiap menatap selembar foto usang, maka gerimis&lt;br /&gt;dan rindunya membadai dalam diam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;23 Agustus 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aGUS kINDI, U temanku Arvi : Ini hasil curhatmu yo ;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;﻿&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3890816747341775168-7907709426590436814?l=setangkaisubuh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/feeds/7907709426590436814/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2010/09/menenun-wajah-bunda-di-bulan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/7907709426590436814'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/7907709426590436814'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2010/09/menenun-wajah-bunda-di-bulan.html' title='MENENUN WAJAH BUNDA DI BULAN'/><author><name>kakanda428</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15375288489042897078</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-sklWIDZXOUo/Tyn4pzj9z9I/AAAAAAAAAt4/OsNhTKu1vSk/s220/295787_303889559623767_100000081778227_1330461_1182585975_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3890816747341775168.post-7891739284376402308</id><published>2010-09-15T03:37:00.000-07:00</published><updated>2010-09-15T03:38:50.003-07:00</updated><title type='text'>HIKAYAT BADAI</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;badai tak selamanya badai, cuma gentar membidik memeluk&lt;br /&gt;membangun menara lalu hilang merana&lt;br /&gt;mengais air mata di keluasan sahara....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;24 Agustus 2010&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3890816747341775168-7891739284376402308?l=setangkaisubuh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/feeds/7891739284376402308/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2010/09/hikayat-badai.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/7891739284376402308'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/7891739284376402308'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2010/09/hikayat-badai.html' title='HIKAYAT BADAI'/><author><name>kakanda428</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15375288489042897078</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-sklWIDZXOUo/Tyn4pzj9z9I/AAAAAAAAAt4/OsNhTKu1vSk/s220/295787_303889559623767_100000081778227_1330461_1182585975_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3890816747341775168.post-1771339875143158342</id><published>2010-09-15T03:34:00.000-07:00</published><updated>2010-09-15T03:37:36.542-07:00</updated><title type='text'>UNTUKMU BIJAKSANA</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;tadinya kau berpikir akan kutangisi kepergian. segala&lt;br /&gt;yang pernah datang kemudian terbang. tapi tidak teruntuk sia-sia&lt;br /&gt;air mataku berlayar. aku masih sanggup bernyanyi sendiri,&lt;br /&gt;memetik dawai di kesunyian kamar, melantunkan harmonika pada malam&lt;br /&gt;yang kurasa panjang dijeda bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mungkin terasa ganjil mulanya, dunia yang kurasakan hilang&lt;br /&gt;denyutnya. lalu aku akan berlari sepanjang pantai, tidak untuk&lt;br /&gt;menangisi kenangan, hanya untuk menziarahi langit sayup menjadi&lt;br /&gt;kuncup nafas baru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kau berpikir aku akan datang merajut pertemuan. memutar&lt;br /&gt;kembali bulan matahari yang telah kupamiti,merentang desember januari&lt;br /&gt;kepada kecupan yang telah lama basi menanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi yakinlah, itu perasaanmu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sampai senja mengirimkan terus surat-surat gerimis perjamuan&lt;br /&gt;tak akan kuminta segala yang telah tiada. untukmu bijaksana..yang masih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bersenandung indah, untuk airmataku kepada dunia….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bakda sahur, 26 Agustus 2010&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3890816747341775168-1771339875143158342?l=setangkaisubuh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/feeds/1771339875143158342/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2010/09/untukmu-bijaksana.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/1771339875143158342'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/1771339875143158342'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2010/09/untukmu-bijaksana.html' title='UNTUKMU BIJAKSANA'/><author><name>kakanda428</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15375288489042897078</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-sklWIDZXOUo/Tyn4pzj9z9I/AAAAAAAAAt4/OsNhTKu1vSk/s220/295787_303889559623767_100000081778227_1330461_1182585975_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3890816747341775168.post-4062943680760615005</id><published>2010-09-04T22:42:00.000-07:00</published><updated>2010-09-04T22:46:37.928-07:00</updated><title type='text'>SURAT TANDA KEHILANGAN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_tRhj_XGMagI/TIMuHGvT-pI/AAAAAAAAAhg/XsTtasFBwqI/s1600/HIL.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_tRhj_XGMagI/TIMuHGvT-pI/AAAAAAAAAhg/XsTtasFBwqI/s320/HIL.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5513301068434635410" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;D&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;engan ini saya menyatakan dengan selaksa rindu kupu-kupu bahwa saya telah terperangkap dalam labirin perjalanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun di tengah simpang siur jalan di kilometer ke 25 lewat cahaya redup remang, saya dihadang oleh laskar rasa yang membuat paradigma tentang cinta membusur dan memanah sepasang mata hawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia yang tak saya ketahui darimana terbit tiba-tiba mengada dalam panca indera bernama keindahan, ia membawa pusaka kecantikan namun mendung bersulam hujan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari bibirnya yang tertangkap adalah senandung mantera yang membuat saya tertegun lama. Samar dan sunyinamun tiba-tiba terisi oleh petikan dawai beraroma mawar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tolong...ia adalah pencuri senyumku yang telah lama pupus.Senyum yang terukir kini menjadi bulan sabit terbalik dengan cahaya memancar.Senyum yang tenggelam diantara kotak-kotak tangis yang senantiasa ada di lemari penyimpanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tolong...ia telah mencuri mataku. Sepasang mata hampa yang kini memancar dua bulan kembar dengan kejora berkerlipan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tolong...ia telah mencuri telingaku yang genap mencuri dengaR kelepak sunyi kehampaan. Malam-malam yang terkapar..jalan-jalan yang lengang dicekik hitam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia yang berlayar di biru senjaku, mencairkan jingga dan temaram. Lalu mengutus camar-camar berkepakan menuju semesta laut dengan seribu kerang, lokan,karang dan pulau kecil menantikan debar jantungmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampaikan pada mendung, pada matahari, pada horizon si pemuda tengah menikmati kehilangan menembus kabut dini hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan ini saya menyatakan kehilangan, bila bertemu dengan polisi cinta membedah&lt;br /&gt;jantungku mungkin ia masih menyisakan nama mungkin setangkai kamboja dan kumaklumi jua bahwa ia yang pernah mengada hanya singgah..lalu terbang di keluasan langitku yang sayup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tertanda..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agus Kindi ^_^&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3890816747341775168-4062943680760615005?l=setangkaisubuh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/feeds/4062943680760615005/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2010/09/d-engan-ini-saya-menyatakan-dengan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/4062943680760615005'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/4062943680760615005'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2010/09/d-engan-ini-saya-menyatakan-dengan.html' title='SURAT TANDA KEHILANGAN'/><author><name>kakanda428</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15375288489042897078</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-sklWIDZXOUo/Tyn4pzj9z9I/AAAAAAAAAt4/OsNhTKu1vSk/s220/295787_303889559623767_100000081778227_1330461_1182585975_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_tRhj_XGMagI/TIMuHGvT-pI/AAAAAAAAAhg/XsTtasFBwqI/s72-c/HIL.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3890816747341775168.post-4359061599835172577</id><published>2010-09-04T22:36:00.000-07:00</published><updated>2010-09-04T22:39:50.384-07:00</updated><title type='text'>SEMESTA KARTU</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_tRhj_XGMagI/TIMtFsXHoZI/AAAAAAAAAhY/XwPl32WAMk0/s1600/KARTU.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 291px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_tRhj_XGMagI/TIMtFsXHoZI/AAAAAAAAAhY/XwPl32WAMk0/s320/KARTU.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5513299944662344082" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;“ Bu, kenapa sih kita dipilih oleh kemsikinan ?”&lt;br /&gt;Ibuku yang tengah merenda muram di matanya, menjawabnya dengan kebijaksanaan cakrawala : “ karena stok kekayaan sewaktu pemilihan terbatas, bujang.”&lt;br /&gt;Aku melihat ibu tengah memandangi sebuah kartu perpanjangan kemiskinan yang dikirim waktu yang misterius. Kartu itu menggoreskan air mata, lelah yang niscaya dan penantian.&lt;br /&gt;“ Kenapa kita tidak bermain curang, menukar kartu nasib kita dengan kartu nasib yang lebih baik?”&lt;br /&gt;“ Jangan menjadi orang yang egois wahai bujangku yang ganteng…kartu yang telah ada tak akan bisa ditukar ulang.”&lt;br /&gt;“ Andai saja kita yang dipilih oleh kekayan ya bu..pasti hidup kita jadi lebih baik..”&lt;br /&gt;“ Jangan berandai-andai..setiap manusia sudah punya kereta yang melaju pada rel keretanya masing-masing..”&lt;br /&gt;“ Itu jargon yang kurang bijak, sudah berdebu dan lapuk, ibu..”&lt;br /&gt;“ Tapi begitulah adanya bujang…”&lt;br /&gt;“ Apakah ibu tidak letih merangkum lelah dan menyirami tangkai-tangkai duka dengan air mata ibu yang tak pernah berwarna ?”&lt;br /&gt;Ibuku terdiam batu. “ Meski kartu kemiskinan ini berlanjut namun ibu punya kartu rahasia yang membuat ibu bahagia..”&lt;br /&gt;“ Apa itu ?” kejora bagai melesat dan bercermin di mataku.&lt;br /&gt;“ Kartu cinta dan keberkahan, nujang..”&lt;br /&gt;“ Apa hebatnya kartu cinta ? cinta Hanya omong kosong yang terus berdengung sepanjang sejarah..”&lt;br /&gt;“ Dengan kartu itu kemiskinan yang kita pikul terasa lebih ringan. Kartu itu bukanlah stigma yang abadi, bujang…melainkan pertanda bahwa ada banyak yang harus kita ubah agar ia tidak menjelma jadi kesengsaraan..hidup adalah berjuang.”&lt;br /&gt;“ Aneh. Tidakkah ibu memasang panah cemburu pada teman-teman ibu..hidup bahagia, punya istana, kereta kuda, perhiasan yang gemanya bagai lonceng..”&lt;br /&gt;“ Satu hal yang harus kau pahami adalah bahwa mata adalah salah satu indera kebohongan yang mahir. Siapa yang bisa menjamin segala yang tertangkap indera adalah bahagai yang niscaya ?Kebahagiaan teramat nisbi dan rancu untuk diurai satu-satu. Dan siapa yang bisa menjamin bahwa mereka punya kartu cinta yang lebih banyak daripada ibu ?”&lt;br /&gt;“ Ibu hipokrit…setiap orang pasti bercita-cita menjadi kaya raya dan memamerkan kemapanan pada dunia..”&lt;br /&gt;“ Apabila kebahagiaan dirumuskan, diiukur dengan benda-benda itu tandanya paradigmamu tentang bahagia masih lemah..muara kebahagiaan hakiki masih teramat panjang dengan dua kartu pilihan yang telah dijanjikan..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak pernah tahu ibuku bahagia atau tidak, kartu nasib di semesta beraneka berpulang pada 2 kartu penantian yang pasti. Ah ibu aku bujangmu, semesta kedua setelah ayah..dan kini tengah gamang menerjemahkannya dan masih terlalu panjang pengembaran untuk mendapatkan kartu nasib yang lebih baik di semesta yang telah berangsur tua.….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awal Agustus 2010&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3890816747341775168-4359061599835172577?l=setangkaisubuh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/feeds/4359061599835172577/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2010/09/semesta-kartu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/4359061599835172577'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/4359061599835172577'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2010/09/semesta-kartu.html' title='SEMESTA KARTU'/><author><name>kakanda428</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15375288489042897078</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-sklWIDZXOUo/Tyn4pzj9z9I/AAAAAAAAAt4/OsNhTKu1vSk/s220/295787_303889559623767_100000081778227_1330461_1182585975_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_tRhj_XGMagI/TIMtFsXHoZI/AAAAAAAAAhY/XwPl32WAMk0/s72-c/KARTU.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3890816747341775168.post-5593683162010092651</id><published>2010-08-08T00:37:00.000-07:00</published><updated>2010-08-08T00:40:15.479-07:00</updated><title type='text'>DENYUT KITA, JAGAT KECILKU....</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_tRhj_XGMagI/TF5fDy8oULI/AAAAAAAAAhI/H1Hc_iJXuEI/s1600/bangku.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_tRhj_XGMagI/TF5fDy8oULI/AAAAAAAAAhI/H1Hc_iJXuEI/s320/bangku.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5502940313513644210" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;biar terbang lukaku meranggaskan lara&lt;br /&gt;di sekujur cerita hanya termangu, hilang..&lt;br /&gt;tiba untuk kembali jelma di persinggahan ruang&lt;br /&gt;denyut kita...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;denyut mimpi berbalut resah dan gelisah&lt;br /&gt;penggalan cinta merapat tuk bangkit dan hadir&lt;br /&gt;dalam taman penuh warna-warna&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;di ruang cinta, di jagat kecilku&lt;br /&gt;jalinan ini mengazankan sepia jiwa&lt;br /&gt;di jagat biru, kalian denting&lt;br /&gt;yang tak lagi butuh bahasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;biar terbang lukaku bersama tawa&lt;br /&gt;abadi kita dalam cerita : jiwa-jiwa setia..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sahabat, pemetik air mata&lt;br /&gt;denyut kita ditasbihkan kala...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13 Juli 20910&lt;br /&gt;Dedicated to : orang-orang yang mengukir di dadanya namaku sebagai sahabat, puisi ini kupersembahkan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3890816747341775168-5593683162010092651?l=setangkaisubuh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/feeds/5593683162010092651/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2010/08/denyut-kita-jagat-kecilku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/5593683162010092651'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/5593683162010092651'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2010/08/denyut-kita-jagat-kecilku.html' title='DENYUT KITA, JAGAT KECILKU....'/><author><name>kakanda428</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15375288489042897078</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-sklWIDZXOUo/Tyn4pzj9z9I/AAAAAAAAAt4/OsNhTKu1vSk/s220/295787_303889559623767_100000081778227_1330461_1182585975_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_tRhj_XGMagI/TF5fDy8oULI/AAAAAAAAAhI/H1Hc_iJXuEI/s72-c/bangku.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3890816747341775168.post-1362336587502168208</id><published>2010-08-06T18:41:00.000-07:00</published><updated>2010-08-06T18:47:03.163-07:00</updated><title type='text'>PROLOGKU UNTUK PUISI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_tRhj_XGMagI/TFy6ikzmnEI/AAAAAAAAAhA/6782O-ehQjE/s1600/aley.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 227px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_tRhj_XGMagI/TFy6ikzmnEI/AAAAAAAAAhA/6782O-ehQjE/s320/aley.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5502477947898338370" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Assalamualaikum, wr, wb…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk apa menulisi puisi..kalau hanya untuk&lt;br /&gt;menumpuki sepi….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puisi lahir begitu saja lewat proses yang tidak saya pahami. Terkadang tercengang sendiri, meski kata-kata yang ada sudah terlampau basi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memutuskan untuk berhenti tapi tak bisa. Ingin memberi sepercik arti hidup lewat sihir kata-kata. Mencoba berdusta untuk tidak butuh tapi ahirnya menyerah. Puisi lahir begitu saja di tempat-tempat berbeda. Suasana hati adalah raja. Saya hanya menggerakkan pena, mengomando : tulis..dan selesaikan segera !! Tak peduli ada yang membaca atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka saya pun menulis puisi, entah untuk apa. Saya hanya cinta…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk apa menulisi puisi..kalau hanya untuk&lt;br /&gt;Menumpuki sepi….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sepi yang ada adalah sepi yang nikmat, kawan. Sebab dia akan bersenandung lewat kata kepada dunia tak berbatas kala….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Agus Kindi, 2010 ( kata pengantar untuk kumpus KASIDAH KITA, ALEYA...)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3890816747341775168-1362336587502168208?l=setangkaisubuh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/feeds/1362336587502168208/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2010/08/prologku-untuk-puisi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/1362336587502168208'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/1362336587502168208'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2010/08/prologku-untuk-puisi.html' title='PROLOGKU UNTUK PUISI'/><author><name>kakanda428</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15375288489042897078</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-sklWIDZXOUo/Tyn4pzj9z9I/AAAAAAAAAt4/OsNhTKu1vSk/s220/295787_303889559623767_100000081778227_1330461_1182585975_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_tRhj_XGMagI/TFy6ikzmnEI/AAAAAAAAAhA/6782O-ehQjE/s72-c/aley.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3890816747341775168.post-5291010387191773142</id><published>2010-06-20T02:22:00.000-07:00</published><updated>2010-06-20T02:31:50.059-07:00</updated><title type='text'>KASIDAH KITA, ALEYA......</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_tRhj_XGMagI/TB3eXX_znbI/AAAAAAAAAg4/K1brnPNfGXA/s1600/SALE.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_tRhj_XGMagI/TB3eXX_znbI/AAAAAAAAAg4/K1brnPNfGXA/s320/SALE.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5484784414367129010" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;( 1 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mungkin ini harus lekas dituliskan&lt;br /&gt;sebelum camar datang mengirimkan senja&lt;br /&gt;waktu menghapus jejaknya yang masih&lt;br /&gt;merona dan mengada&lt;br /&gt;penggembara tiba pada alamat matamu, aleya&lt;br /&gt;itulah aku seorang remaja membaca sasmita&lt;br /&gt;menjadi puisi hati tak terperi bersama dawai sunyi&lt;br /&gt;seorang adam yang terlunta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;petualang biru mencinta lewat kabut&lt;br /&gt;melukis wajahmu pada langit pada laut&lt;br /&gt;dan segala yang tak terangkai dan teraba&lt;br /&gt;bahkan cuaca tak mampu membaca segala tanya&lt;br /&gt;dan isyarat purba untukmu , aleya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mungkin ini harus lekas kutulis&lt;br /&gt;sebelum jadi debu dihempas waktu&lt;br /&gt;di lautan asmara namamu bergema&lt;br /&gt;jadi deru dalam perjalanan remaja yang mencinta&lt;br /&gt;o aleya !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;( 2 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mungkin bait ini harus lekas kutulis secepatnya , aleya&lt;br /&gt;sebelum gerimis reda menangisi keranda&lt;br /&gt;apa salahnya berbagi duri ?&lt;br /&gt;perjumpaan tak memberi bagimu arti apa-apa&lt;br /&gt;apa salahnya berbagi hati ?&lt;br /&gt;meskipun pahit tak akan lekas kutangisi dengan air mata&lt;br /&gt;o aleya !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ini mungkin kasidah cintaku, aleya&lt;br /&gt;dengarlah dengan suara hatimu yang telah jauh&lt;br /&gt;tampuglah air mataku yang paling murni dari hati, aleya&lt;br /&gt;ketika sunyi menyuntingmu pada sebuah tragedi&lt;br /&gt;paling pedih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;( 3 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mungkin ini harus lekas kutuliskan&lt;br /&gt;sebelum bayangan menjelma kesenyapan&lt;br /&gt;mungkin ini harus lekas kukatakan&lt;br /&gt;cintaku padamu belum sempat terucapkan&lt;br /&gt;sayap-sayap cinta akan mengirimkannya untukmu&lt;br /&gt;kasidah kita, aleya… telah tiba pada senja&lt;br /&gt;dikhianati oleh waktu yang celaka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;: luka keranda !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14 September 2009&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3890816747341775168-5291010387191773142?l=setangkaisubuh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/feeds/5291010387191773142/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2010/06/kasidah-kita-aleya.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/5291010387191773142'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/5291010387191773142'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2010/06/kasidah-kita-aleya.html' title='KASIDAH KITA, ALEYA......'/><author><name>kakanda428</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15375288489042897078</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-sklWIDZXOUo/Tyn4pzj9z9I/AAAAAAAAAt4/OsNhTKu1vSk/s220/295787_303889559623767_100000081778227_1330461_1182585975_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_tRhj_XGMagI/TB3eXX_znbI/AAAAAAAAAg4/K1brnPNfGXA/s72-c/SALE.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3890816747341775168.post-4384766805098807460</id><published>2010-06-11T05:46:00.000-07:00</published><updated>2010-06-11T05:48:44.069-07:00</updated><title type='text'>SEKUNTUM PENDAR</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_tRhj_XGMagI/TBIwe1b4zuI/AAAAAAAAAgo/Coo2Lxp6rvU/s1600/WER.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 305px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_tRhj_XGMagI/TBIwe1b4zuI/AAAAAAAAAgo/Coo2Lxp6rvU/s320/WER.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5481497002761572066" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;bilamana aku dengar rindu berdengung lirih&lt;br /&gt;diantara tumpukan awan-awan&lt;br /&gt;teringat silam, berpagar rimbun ilalang&lt;br /&gt;sedikit senyummu menerbitkan matahari&lt;br /&gt;guraumu senandung yang digenderang dewa dewi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;maka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tikamlah rindu ini, darahnya mengalir&lt;br /&gt;sepanjang kenangan kusesalkan selalu datang&lt;br /&gt;di batas mimpi, sendirian..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juni 2010&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3890816747341775168-4384766805098807460?l=setangkaisubuh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/feeds/4384766805098807460/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2010/06/sekuntum-pendar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/4384766805098807460'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/4384766805098807460'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2010/06/sekuntum-pendar.html' title='SEKUNTUM PENDAR'/><author><name>kakanda428</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15375288489042897078</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-sklWIDZXOUo/Tyn4pzj9z9I/AAAAAAAAAt4/OsNhTKu1vSk/s220/295787_303889559623767_100000081778227_1330461_1182585975_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_tRhj_XGMagI/TBIwe1b4zuI/AAAAAAAAAgo/Coo2Lxp6rvU/s72-c/WER.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3890816747341775168.post-2617698980954703164</id><published>2010-06-09T03:35:00.000-07:00</published><updated>2010-06-09T03:36:12.221-07:00</updated><title type='text'>DI PONDOK KECIL : SEBUAH SENANDUNG....</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Senandung ini mengingatkanku akan banyak hal tentang masa kecilku yang sudah teramat jauh. Kini, setelah usiaku berangkat dewasa, senandung ini menyelinap kembali dan masih melukiskan imaji yang sama : sebuah lanskap sunyi…pondok kecil berdinding gedhek di pinggir danau dengan cahaya bulan keperakan yang sinarnya jatuh bercermin pada danau yang tenang. Lamat-lamat terdengar rintihan suara sengau ibu. Dan lirik senandung itu bunyinya begini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DI PONDOK KECIL BULAN PURNAMA&lt;br /&gt;TERDENGAR SUARA RINTIH MERINTIH&lt;br /&gt;LAMBAI-MELAMBAI, IBU MEMANGGIL NAMA&lt;br /&gt;“ WAHAI ANAKKU..SI JANTUNG HATI…&lt;br /&gt;JAGALAH ADIKMU IBU KAN PERGI JAUH&lt;br /&gt;KE ALAM BAKA UNTUK SELAMANYA..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MALAIKAT IZRAIL MEMANGGIL NYAWA IBU…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senandung ini kerap dinyanyikan melalui mikrofon masjid di belakang tempat tinggalku dulu, mengapung diantara jeda adzan Magrib atau Isya yang melodius. Disenandungkan dengan merdu oleh teman masa kecilku, Lian yang kini menjadi tukang ojek. Di saat tengah malam, sungguh lagu ini benar-benar mengantarkan aku pada nelangsa yang panjang, sepi yang sungai…..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekolah dan masjid adalah dua dunia masa kecilku yang karib. Ketika tabuhan beduk Magrib, bersama teman-teman sebaya berangkat mengaji di TPA di Masjid—letaknya di belakang rumahku yang kecil. Setelah shalat Magrib berjamaah, maka petugas-petugas yang piket menyusun bangku-bangku panjang, membenahi Al Qur’an dan Iqro. Pengajian berlangsung satu jam dan berahir menjelang kumandang Isya, Aih dunia penuh dinamika, kepolosan dan konflik-konflik sederhana khas anak kecil yang melingkupinya. &lt;br /&gt;Rutinitas anak TPA hanya kenangan yang masih tersimpan dalam ingatan bawah sadar yang ditiupkan kembali oleh waktu. Betapa kala…membuat rutinitas itu pecah saat perpindahan kami di pertengahan tahun 1998 meskipun masih di tempat yang sama—hanya berlainan gang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar senandung lagu itu kembali telah memaksaku untuk menyikapinya secara melankolis. Tiba-tiba aku ingat emak..aku ingat kepergian dan kematian. Tak dapat kubayangkan kelak,-- dan ini adalah keniscayaan mahluk bernyawa…orang-orang yang kita cintai akan pergi ( entah ditinggalkan atau meninggalkan )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Malaikat Izrail memanggil nama ibu,,,&lt;br /&gt;ke alam baka untuk selamanya…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, emak…wanita perkasa yang telah bosan mencucurkan air mata dan menjahit lukanya sendiri dalam bilik sunyi sanubari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini senandung itu tak pernah terdengar lagi. Aku pun tak tahu siapa gerangan penyanyi aslinya ataupun penciptanya—mungkin ini sekedar senandung yang dituturkan dari mulut ke mulut dan berkembang dalam dunia pengajian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senandung, kawan..aku percayai sebagai kenangan dari bait-bait kehidupan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ingat emak…..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juni 2010&lt;br /&gt;NB : Untuk teman-teman yang kangen tulisanku ^-^&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3890816747341775168-2617698980954703164?l=setangkaisubuh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/feeds/2617698980954703164/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2010/06/di-pondok-kecil-sebuah-senandung.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/2617698980954703164'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/2617698980954703164'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2010/06/di-pondok-kecil-sebuah-senandung.html' title='DI PONDOK KECIL : SEBUAH SENANDUNG....'/><author><name>kakanda428</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15375288489042897078</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-sklWIDZXOUo/Tyn4pzj9z9I/AAAAAAAAAt4/OsNhTKu1vSk/s220/295787_303889559623767_100000081778227_1330461_1182585975_n.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3890816747341775168.post-9172487618744052030</id><published>2010-06-09T03:33:00.000-07:00</published><updated>2010-06-09T03:34:49.889-07:00</updated><title type='text'>LIRIK SEBUTIR PELURU</title><content type='html'>&lt;strong&gt;kalian telah mendirikan perahu di atas&lt;br /&gt;sungai-sungai panjang. bercerita tentang perang &lt;br /&gt;yang tak pernah jemu menikam kemanusiaan&lt;br /&gt;bagi kanak-kanak yang hilang masa untuk bercanda&lt;br /&gt;juga wanita-wanita yang lahir perkasa dari tanah legenda&lt;br /&gt;menyulam kenangan tentang suami yang berangkat&lt;br /&gt;ke medan perang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;anak-anak yang yatim, juga piatu&lt;br /&gt;belajar dari reruntuhan, mighrab yang musnah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;diantara genderang yang bertalu, aku lahir&lt;br /&gt;atas ketidakberdayaan suratan sebutir peluru&lt;br /&gt;mengiringi desingan dalam tangisan&lt;br /&gt;untuk mereka pejuang-pejuang langit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku tandai kota-kota yang jadi darah&lt;br /&gt;malu pada debu dan batu-batu yang bersaksi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lalu aku di pihak siapa?&lt;br /&gt;ketika serdadu dengan nurani melepuh&lt;br /&gt;membuatku menembus kepala-kepala dan berenang&lt;br /&gt;dalam kubangan air mata dan darah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;palestina..palestina, luka bumi&lt;br /&gt;telah membuat batin peluru untuk memilih&lt;br /&gt;jadi debu atau batu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mujahid, laki-laki langit&lt;br /&gt;luka bumi, luka palestina yang terus saja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menderu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ababil akan mengirim batu-batu dari jauh....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juni 2010&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3890816747341775168-9172487618744052030?l=setangkaisubuh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/feeds/9172487618744052030/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2010/06/lirik-sebutir-peluru.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/9172487618744052030'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/9172487618744052030'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2010/06/lirik-sebutir-peluru.html' title='LIRIK SEBUTIR PELURU'/><author><name>kakanda428</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15375288489042897078</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-sklWIDZXOUo/Tyn4pzj9z9I/AAAAAAAAAt4/OsNhTKu1vSk/s220/295787_303889559623767_100000081778227_1330461_1182585975_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3890816747341775168.post-4090519862011775033</id><published>2010-06-03T06:43:00.000-07:00</published><updated>2010-06-03T06:51:18.909-07:00</updated><title type='text'>UNTUKMU, KAWAN...AGUS SUBAGYO</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_tRhj_XGMagI/TAeyWbIe70I/AAAAAAAAAf4/SwvHkx0m8LY/s1600/PICT0920.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_tRhj_XGMagI/TAeyWbIe70I/AAAAAAAAAf4/SwvHkx0m8LY/s320/PICT0920.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5478543570029702978" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Hampir satu tahun lebih, aku mengenal sosok sederhana ini. Kami bertemu pada sebuah Taman Kunang-kunang, Taman Bianglala dimana kami sama-sama pendatang baru, setahun silam. Ikut terlibat dalam kelas-kelas menulis, pertemuan demi pertemuan, Agus Subagyo merupakan teman yang selalu konsisten hadir. Maka kepadanyalah aku kerap berinteraksi. Dan selama mengenalnya diam-diam aku banyak belajar dari seorang sahabat baik pencinta kucing ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangannya tiba-tiba berkelebat kembali. Saat awal-awal kelas menulis digelar, aku mengingatnya ..ia datang dengan mengayuh sepeda dari rumahnya di Kampung Sawah menuju tempat pertemuan di beranda Perpustakaan Unila. Alamak….betapa tabahnya dia mengayuh..pada kesempatan berbeda baik secara langsung padaku maupun teman-teman yang lain ia bertutur seputar aktivitas hariannya : sembari kuliah malam hari di UMITRA, pagi hari Agus Subagyo berjualan makanan atau mainan di depan SD dekat kediamannya, bahkan pernah berjualan balon keliling. Sosok Qan’ah yang selalu optimis memandang masa depan ini secara tidak langsung memberiku percikan makna hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa kali aku berkesempatan untuk bersilaturahmi ke rumah kontrakan Agus Subagyo di sebuah gang sempit di dekat bantaran kali. Agus tinggal bersama ibu beserta kakak dan adiknya. Sejak Ayahnya meninggal , Agus menjadi tulang punggung keluarga, bertanggung jawab untuk memberi nafkah untuk keluarganya dengan berjualan itu. Betapa tabahnya dirimu, kawan…bahkan aku sendiri pun belum sanggup untuk memikul tanggung jawab yang tak ringan itu. Agus yang aku tahu selalu punya inisiatif menghandle banyak amanah dalam kegiatan-kegiatan yang setahun belakangan pernah diadakan. Sosok kecil kurus  namun gesit dalam bertindak seakan selalu menyediakan dirinya untuk dibebani amanah yang selalu bias ia dikerjakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, aku cuma ingin mengenng perjalanan selama mengenalnya lewat memorabilia pendek ini. Sekaligus diary kecil sebelum dirinya berubah status dari seorang bujangan petualang memasuki gerbang kehidupan pernikahan…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--Masih ingatkah, kawan… di hari pertama Rmadhan tahun lalu aku datang bersilaturahmi ke rumahmu, menghabiskan waktu berbincang seputar taman kunang-kunang, menyusun rencana-rencana kecil agar taman itu bisa rimbun berbunga…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--Saat acara Rihlah ke Mutun bersama anak-anak FLP lain, namun karena  satu angkot tidak bisa mencakup 5 laki-laki yang tersisa disepakati untuk membawa 2 sepeda motor dan salah satunya harus dinaiki 3 orang. Maka kita pun seperti 3 pentol korek api yang dipacu kak Fahmi dengan kecepatan pembalap itu..beberapa jarak sebelum tiba kita harus diangkut satu per satu untuk menghindari polisi….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--Sebelum Muswil digelar, bersama Yuant, Agus Utmo, Angga Aditya, Mbak Dessy dan Mbak Jams kita jadi sibuker di DKL..sambil menikmati jagung bakar yang pedas..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--Saat Outbond yang diikuti oleh sedikit orang ( kenangan terahir bersama Wahyu )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--Aha, lebaran kemarin kita bergerilya untuk bertamu ke tempat Mbak Lilih, Laela awalia, Pak Edi Purwanto..( Ya, terimakasih sudah mentraktirku bakso  )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--Aku tahu, kawan…saat seminar kepenulisan Bersama Izzatu Jannah kau menghandle banyak amanah : kau mengerjakan tanpa keluh, bahkan menyempatkan waktu di sela kerja menghantar surat pengantar ini itu, datang ke sekolah untuk menempel brosur, mengerjakan block note, piala, plakat ( mengingatnya aku malu sebab aku tak banyak menghandle ). Namun tahukah bahwa aku menangkap raut keletihan saat seminar sedang berlangsung kau duduk di pojok itu dengan kondsi kesehatan yang kurang fit…( dan ini tak banyak yang tahu )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--Bahkan kau yang mengomando teman-teman lain untuk mengirimiku doa lewat pesan pendek saat aku tergolek sakit. Sungguh malam itu aku menerima banyak perhatian dari rekan-rekan kunang-kunang..beberapa hari setelah itu selepas pertemuan yang tak bisa kuhadiri, kau datang menjenguk bersama Wahyu dan menyampaikan salam dari teman-teman…Terima kasih, kawan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ini pengalaman yang tak terlupa ketika kita datang memenuhi undangan Laela Awalia yang baru saja wisuda.. menjelang magrib kita berangkat, di tengah jalan hujan deras beberapa kali berteduh dan karena sudah kepalang tanggung ahirnya kita terabas hujan dan tiba lepas magrib dengan kondis basah kuyup &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;@&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dedikasimu pada organisasi ini aku tak meragukannya, meskipun masih terlalu dini untuk menilai karena waktu satu tahun belumlah apa-apa..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agus Subagyo yang usianya satu tahun lebih tua dariku adalah teman baik yang idealis dan punya prinsip sekaligus optimis, kini menjabat sebagai pengurus bidang kaderisasi di FLP Wilayah Lampung, sudah bekerja di sebuah percetakan kecil dan sebentar lagi bukan lagi bujangan….:)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawan, aku turut bersedih atas musibah itu: beberapa waktu lalu Agus kehilangan uang tabungannya sebesar 800 ribu yang sedianya untuk biaya lamaran…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun taman itu beranjak sunyi, tapi aku yakin orang sepertimu bersama yang lain bisa menjadi denyut nadi dari oraganisasi ini. Aku yakin kau bisa menjadi penjaga kunang-kunang yang berjuang untuk sebuah dedikasi ; sambutlah kunang-kunang baru saat kunang-kunang yang ada bertumbangan dari taman, mungkin juga kelak aku..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untukmu, kawan..tulisan ini  kupersembahkan, dari seorang sahabat yang ingin mengenang dengan sebuah ketulusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mei 2010S&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3890816747341775168-4090519862011775033?l=setangkaisubuh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/feeds/4090519862011775033/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2010/06/untukmu-kawanagus-subagyo.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/4090519862011775033'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/4090519862011775033'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2010/06/untukmu-kawanagus-subagyo.html' title='UNTUKMU, KAWAN...AGUS SUBAGYO'/><author><name>kakanda428</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15375288489042897078</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-sklWIDZXOUo/Tyn4pzj9z9I/AAAAAAAAAt4/OsNhTKu1vSk/s220/295787_303889559623767_100000081778227_1330461_1182585975_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_tRhj_XGMagI/TAeyWbIe70I/AAAAAAAAAf4/SwvHkx0m8LY/s72-c/PICT0920.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3890816747341775168.post-6693465638450745270</id><published>2010-05-16T22:43:00.000-07:00</published><updated>2010-05-16T22:44:46.455-07:00</updated><title type='text'>SETANGKAI SUNYI UNTUKMU, DEWI.....</title><content type='html'>&lt;strong&gt;bayanganmu menghantui kesepianku, dewi..&lt;br /&gt;apa salahku hingga kubaptis diri&lt;br /&gt;menjadi pangeran sunyi&lt;br /&gt;menutup pintu asmara yang sayup..&lt;br /&gt;ingin kutulis sajak bunga untukmu, dewi..&lt;br /&gt;kupersembahkan dari hati yang merenda rindu&lt;br /&gt;lewat kata-kata menderu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terlalu jauh, mungkin&lt;br /&gt;jarak antara dua hati berbeda&lt;br /&gt;disabdakan untuk tak lagi bicara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;; cuaca cinta mendenyut luka&lt;br /&gt;untuk bercerita&lt;br /&gt;tangkai-tangkai sunyi berguguran&lt;br /&gt;dari timur dan utara.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;April 2010&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3890816747341775168-6693465638450745270?l=setangkaisubuh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/feeds/6693465638450745270/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2010/05/setangkai-sunyi-untukmu-dewi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/6693465638450745270'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/6693465638450745270'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2010/05/setangkai-sunyi-untukmu-dewi.html' title='SETANGKAI SUNYI UNTUKMU, DEWI.....'/><author><name>kakanda428</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15375288489042897078</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-sklWIDZXOUo/Tyn4pzj9z9I/AAAAAAAAAt4/OsNhTKu1vSk/s220/295787_303889559623767_100000081778227_1330461_1182585975_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3890816747341775168.post-7453258120813905645</id><published>2010-05-16T22:41:00.000-07:00</published><updated>2010-05-16T22:42:08.170-07:00</updated><title type='text'>SIHIR MALAM</title><content type='html'>&lt;strong&gt;setangkai malam tanpa bulan berenang&lt;br /&gt;dicabik sunyi, kelepak&lt;br /&gt;burung malam menggendus gelap&lt;br /&gt;semestaan...&lt;br /&gt;tikam suara, bisu bebatuan&lt;br /&gt;khidmat menjadi pertapa di ceruk bulan&lt;br /&gt;tapi tiada..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berpindah di ceruk hati insan&lt;br /&gt;kerinduan pada kata dan bisikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mei 2010 &lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3890816747341775168-7453258120813905645?l=setangkaisubuh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/feeds/7453258120813905645/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2010/05/sihir-malam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/7453258120813905645'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/7453258120813905645'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2010/05/sihir-malam.html' title='SIHIR MALAM'/><author><name>kakanda428</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15375288489042897078</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-sklWIDZXOUo/Tyn4pzj9z9I/AAAAAAAAAt4/OsNhTKu1vSk/s220/295787_303889559623767_100000081778227_1330461_1182585975_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3890816747341775168.post-5328713244274156778</id><published>2010-05-16T22:39:00.000-07:00</published><updated>2010-05-16T22:40:29.536-07:00</updated><title type='text'>SI KECIL DI PINTU GERBANG</title><content type='html'>&lt;strong&gt;dia pandangi dari balik gerbang sekolah itu&lt;br /&gt;: teman sebaya berlari-lari, bermain lompat tali&lt;br /&gt;mendekap kitab-kitab ilmu, menulisi&lt;br /&gt;puisi-puisi masa depan yang jauh&lt;br /&gt;berkepak-kepak mengenal cakrawala&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dia pandangi bendera merah putih yang berkibar di ujung tiang itu&lt;br /&gt;lalu dia hormat dengan segenap rasa&lt;br /&gt;" Indonesia aku mencintaimu dengan segenap cinta&lt;br /&gt;yang aku punya seperti cintaku pada ayah dan ibu,&lt;br /&gt;tapi mengapa tak kau izinkan aku mengecap manisnya ilmu,&lt;br /&gt;mengenal cakrawala masa depan sebagai bukti bahwa kau juga mencintai aku….?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lonceng berdentang&lt;br /&gt;sebelum dia pamit untuk menarik gerobaknya&lt;br /&gt;ia hormat sekali lagi pada sang saka yang berkibar di ujung tiang&lt;br /&gt;dan mulut mungilnya pun bersenandung lirih&lt;br /&gt;: " Indonesia tanah airku..tanah tumpah darahku&lt;br /&gt;disanalah aku berdiri jadi pandu ibuku&lt;br /&gt;hiduplah tanahku…hiduplah negeriku..indonesia raya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;( suaranya melemah, tinggal isak tangisnya saja…)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2008&lt;br /&gt;Untuk anak-anak indonesia..&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3890816747341775168-5328713244274156778?l=setangkaisubuh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/feeds/5328713244274156778/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2010/05/si-kecil-di-pintu-gerbang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/5328713244274156778'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/5328713244274156778'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2010/05/si-kecil-di-pintu-gerbang.html' title='SI KECIL DI PINTU GERBANG'/><author><name>kakanda428</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15375288489042897078</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-sklWIDZXOUo/Tyn4pzj9z9I/AAAAAAAAAt4/OsNhTKu1vSk/s220/295787_303889559623767_100000081778227_1330461_1182585975_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3890816747341775168.post-1071927216681190711</id><published>2010-05-16T22:37:00.000-07:00</published><updated>2010-05-16T22:38:22.758-07:00</updated><title type='text'>HOME ALONE</title><content type='html'>&lt;strong&gt;derap kaki. siapa ?&lt;br /&gt;yang merentang tangan dan melambai&lt;br /&gt;pada jam ruang tamu, kebun bunga&lt;br /&gt;pintu menutup waktu diantara denting piring&lt;br /&gt;televisi masih terus bercakap tentang dunia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ambil cermin : kita duel tentang menu&lt;br /&gt;makan malam sampai satu diantara kita&lt;br /&gt;retak dan berdarah !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bicara saja pada bayang-bayang&lt;br /&gt;menunggumu bagai menanti ajal mendera&lt;br /&gt;kesunyian rumahku mengapa kau singgahi juga?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;O tazkiah malam buta….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maret 2010&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3890816747341775168-1071927216681190711?l=setangkaisubuh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/feeds/1071927216681190711/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2010/05/home-alone.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/1071927216681190711'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/1071927216681190711'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2010/05/home-alone.html' title='HOME ALONE'/><author><name>kakanda428</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15375288489042897078</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-sklWIDZXOUo/Tyn4pzj9z9I/AAAAAAAAAt4/OsNhTKu1vSk/s220/295787_303889559623767_100000081778227_1330461_1182585975_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3890816747341775168.post-8389161319127474631</id><published>2010-05-13T20:45:00.000-07:00</published><updated>2010-05-13T20:47:48.145-07:00</updated><title type='text'>LAUT LANGIT AMSAL</title><content type='html'>&lt;strong&gt;kesepianku, laut tanpa gelombang &lt;br /&gt;tempat berkaca bulan pada suatu malam &lt;br /&gt;tidur camar-camar dalam lubuk temaram &lt;br /&gt;juga sepi.. &lt;br /&gt;langit subuh yang sendiri menguak kabut matahari &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tanpa bintang, hanya dengung azan &lt;br /&gt;membangunkanku dari kesadaran &lt;br /&gt;siapa... &lt;br /&gt;kuingin membagi seinci demi seinci &lt;br /&gt;rasa musafir pada perjalanan meletihkan ini ? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;engkaukah suara yang mungkin &lt;br /&gt;mengarungi lautku, terbang di langitku &lt;br /&gt;perahu kemudimu, burung-burung di gugusan biru &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;: cintaku ? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;April 2010&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3890816747341775168-8389161319127474631?l=setangkaisubuh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/feeds/8389161319127474631/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2010/05/laut-langit-amsal.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/8389161319127474631'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/8389161319127474631'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2010/05/laut-langit-amsal.html' title='LAUT LANGIT AMSAL'/><author><name>kakanda428</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15375288489042897078</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-sklWIDZXOUo/Tyn4pzj9z9I/AAAAAAAAAt4/OsNhTKu1vSk/s220/295787_303889559623767_100000081778227_1330461_1182585975_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3890816747341775168.post-1443645931683281020</id><published>2010-05-13T20:37:00.000-07:00</published><updated>2010-05-13T20:40:09.344-07:00</updated><title type='text'>ILUSTRASI MALAM</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Ini bukan puisi, aku hanya ingin, teman sejenak untuk membayangkannya , itu saja sudah cukup…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapan aku bisa melakukan hal romantis begini :&lt;br /&gt;pada selembar malam di atas bukit terang bulan, menatap langit&lt;br /&gt;berbintang, lalu akan berbaring di atas rerumputan&lt;br /&gt;yang kurasakan bak beludru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kudengar adik-adikku bermata peri bernyanyi&lt;br /&gt;tak mengapa suara sumbang, toh cuma aku dan semesta yang mendengar&lt;br /&gt;“ kita berpiknik sunyi diantara padang cahaya , mendengarkan senandung&lt;br /&gt;dewa-dewi malam, penyair alam.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kubayangkan ibuku yang jelita, datang membawa&lt;br /&gt;keranjang bambu dengan aroma kue dan roti manis&lt;br /&gt;serta membawa setumpuk dongeng ( dan terselip tongkat nirmala)&lt;br /&gt;untuk dibacakan , lalu ayah…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;datang membawa satu ekor daging domba bakar yang harum&lt;br /&gt;sambil membawa sebuah gitar tua klasik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sayap-sayap imaji menari..adik-adik periku bernayanyi &lt;br /&gt;: Bintang-bintang di langit&lt;br /&gt;Menyimpan sejuta misteri&lt;br /&gt;Berkedip-kedip bermain mata&lt;br /&gt;Seolah mengajak kita berkenalan lebih dekat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bintang-bintang di langit&lt;br /&gt;Memiliki sejuta rahasia&lt;br /&gt;Membentuk gugusan indah&lt;br /&gt;Menerangi langkahku disetiap malam terang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bintang-bintang di langit&lt;br /&gt;Namamu indah&lt;br /&gt;Canopus......Capela......Vega......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pancarkanlah sinarmu&lt;br /&gt;Terangilah jalanku. *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;( Ah, selesai sudah aku menggambar karangan yang diberikan ibu panti&lt;br /&gt;setiap tiba musim liburan )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nocturno bersabda……….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mei 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* lagu sherina ' bintang-bintang'&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3890816747341775168-1443645931683281020?l=setangkaisubuh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/feeds/1443645931683281020/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2010/05/ilustrasi-malam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/1443645931683281020'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/1443645931683281020'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2010/05/ilustrasi-malam.html' title='ILUSTRASI MALAM'/><author><name>kakanda428</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15375288489042897078</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-sklWIDZXOUo/Tyn4pzj9z9I/AAAAAAAAAt4/OsNhTKu1vSk/s220/295787_303889559623767_100000081778227_1330461_1182585975_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3890816747341775168.post-4918767613600388325</id><published>2010-05-12T23:31:00.000-07:00</published><updated>2010-05-12T23:44:52.790-07:00</updated><title type='text'>SKETSA HUJAN</title><content type='html'>&lt;strong&gt;( 1 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kepada hujan pernah ia berkata, kecup rindunya yang&lt;br /&gt;terbakar api dan sepi. lintasi ruang ingatan berdebu&lt;br /&gt;lalu ia seperti juga yang lalu&lt;br /&gt;menuju selokan membawa serta perahu-perahu kertas&lt;br /&gt;dibuatnya rapi dari catatan harian dan tangisan&lt;br /&gt;hujan membawanya berlayar, dinahkodai rindu dendam&lt;br /&gt;dan ingatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;( 2 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;rama-rama melintasi hujan dengan sayap basah&lt;br /&gt;singgah pada kaca jendela&lt;br /&gt;--rumahku adalah perahu—&lt;br /&gt;menyusuri detik dan tanggal-tanggal musim&lt;br /&gt;bayang kekasih di jauhan merayap pelan&lt;br /&gt;kembangnya basah !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tak lagi didengar suara kanak-kanak&lt;br /&gt;menikmati perjamuan hujan pada masa yang lalu&lt;br /&gt;; membangun istana air bersama peri-peri&lt;br /&gt;bermata kabut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;( 3 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-- rumahku adalah rumah hujan –&lt;br /&gt;titik air adalah denting serenade diantara celah atap rumah&lt;br /&gt;ada bayang-bayang berlayar bersama dingin yang gigil&lt;br /&gt;dinantinya bidadari yang lupa jalan pulang&lt;br /&gt;jalan berlandaskan bianglala&lt;br /&gt;rencana bagai luruh bunga, sayap waktu basah&lt;br /&gt;cair mengikuti isyarat..&lt;br /&gt;lalu kutukan !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;( 4 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lalu ia mengeja kutukan : “ aku ikan dalam kolam perjamuan . “&lt;br /&gt;-- pekik petir, dingin yang tiba dari penyihir sunyi&lt;br /&gt;datang ketuk pintu waktu, pecahkan arloji&lt;br /&gt;kirim tangisan diantara sketsa hujan, simpan jadi arus&lt;br /&gt;bersama perahu menuju..&lt;br /&gt;: kuburmu di laut biru….!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Februari 2010&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3890816747341775168-4918767613600388325?l=setangkaisubuh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/feeds/4918767613600388325/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2010/05/1-kepada-hujan-pernah-ia-berkata-kecup.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/4918767613600388325'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/4918767613600388325'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2010/05/1-kepada-hujan-pernah-ia-berkata-kecup.html' title='SKETSA HUJAN'/><author><name>kakanda428</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15375288489042897078</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-sklWIDZXOUo/Tyn4pzj9z9I/AAAAAAAAAt4/OsNhTKu1vSk/s220/295787_303889559623767_100000081778227_1330461_1182585975_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3890816747341775168.post-1802379357119920884</id><published>2010-05-04T20:58:00.000-07:00</published><updated>2010-05-04T21:01:01.970-07:00</updated><title type='text'>BAYANGAN</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_tRhj_XGMagI/S-DtPnK_6hI/AAAAAAAAAfw/wkEh1sbadmE/s1600/AS.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 130px; height: 134px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_tRhj_XGMagI/S-DtPnK_6hI/AAAAAAAAAfw/wkEh1sbadmE/s320/AS.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5467630800096717330" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;sekian waktu terpesona, tak hendak lagi &lt;br /&gt;kutambahkan debar asmara &lt;br /&gt;hanya bisa kucaci sunyi, mengapa &lt;br /&gt;mengapung diantara ombak kerinduan, aku &lt;br /&gt;pemuda diantara banyak tanya tentang cinta &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--melambai-lambai..bertanya-tanya-- &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bayanganmukah ilusi keindahan, wahai &lt;br /&gt;kupeluk dalam diam, menjauh.... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21 April 2010 ( sajak malam buta ;) ) &lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3890816747341775168-1802379357119920884?l=setangkaisubuh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/feeds/1802379357119920884/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2010/05/bayangan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/1802379357119920884'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/1802379357119920884'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2010/05/bayangan.html' title='BAYANGAN'/><author><name>kakanda428</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15375288489042897078</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-sklWIDZXOUo/Tyn4pzj9z9I/AAAAAAAAAt4/OsNhTKu1vSk/s220/295787_303889559623767_100000081778227_1330461_1182585975_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_tRhj_XGMagI/S-DtPnK_6hI/AAAAAAAAAfw/wkEh1sbadmE/s72-c/AS.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3890816747341775168.post-3973534650179915373</id><published>2010-05-04T20:57:00.001-07:00</published><updated>2010-05-04T20:57:47.486-07:00</updated><title type='text'>TERNYATA</title><content type='html'>&lt;strong&gt;ternyata beginilah hidup, pa..ma..&lt;br /&gt;-- ada cinta menyapa, luka mendera&lt;br /&gt;bahagia tercipta&lt;br /&gt;kini aku harus menggembara&lt;br /&gt;mungkin di seberang laut samudera&lt;br /&gt;; bayang-bayang dalam mimpiku&lt;br /&gt;ingin kuwujudkan segera&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;beginilah ternyata hidup, pa..ma..&lt;br /&gt;harus seorang diri wujudkan mimpi&lt;br /&gt;;--mengenal dunia, berkarib pelangi cita-cita&lt;br /&gt;terhempas pada fatamorgana sepia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;beginilah hidup ternyata&lt;br /&gt;lagi-lagi cinta datang dan pergi seenaknya&lt;br /&gt;rindu kembara biar kutitip kepada angin&lt;br /&gt;mencerap beragam rasa manusiawi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jika boleh kupinta pada tuhan&lt;br /&gt;ingin kembali jadi kanak-kanak saja&lt;br /&gt;yang kutahu hanya bahagia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;: tawa mengapung diantara mega-mega..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2007, revisi 17 April 2010&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3890816747341775168-3973534650179915373?l=setangkaisubuh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/feeds/3973534650179915373/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2010/05/ternyata.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/3973534650179915373'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/3973534650179915373'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2010/05/ternyata.html' title='TERNYATA'/><author><name>kakanda428</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15375288489042897078</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-sklWIDZXOUo/Tyn4pzj9z9I/AAAAAAAAAt4/OsNhTKu1vSk/s220/295787_303889559623767_100000081778227_1330461_1182585975_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3890816747341775168.post-316716764065547445</id><published>2010-05-04T20:47:00.000-07:00</published><updated>2010-05-04T20:56:02.090-07:00</updated><title type='text'>MUSAFIR MALAM</title><content type='html'>&lt;strong&gt;( 1 ) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;angkot tua melata dalam sepi &lt;br /&gt;jalanan malam ini. hujan yang deras mengucur &lt;br /&gt;membuat suara pak tua yang uzur &lt;br /&gt;ditelan denting nyanyian hujan : teluk..betung..!! &lt;br /&gt;“ malam aku adalah musafirmu…” &lt;br /&gt;katanya yang dijawab pekik halilintar &lt;br /&gt;di atas langit malam yang menghitam &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hujan melumerkan aspal. sayup-sayup adzan &lt;br /&gt;isya berkumandang di kejauhan menyibak tirai hujan &lt;br /&gt;orang-orang bergegas meninggalkan jalan &lt;br /&gt;berteduh mematung bagai manekin yang gemetar &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;angkot tua menepi di pinggir jalan &lt;br /&gt;pak tua nengisi perut yang lapar dengan dua buah &lt;br /&gt;jagung bakar &lt;br /&gt;dibayangkannya pulang nanti akan dibawakannya &lt;br /&gt;oleh-oleh untuk anak, cucu, dan istrinya &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;( 2 ) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;angkot tua melata dalam sepi &lt;br /&gt;jalanan malam ini &lt;br /&gt;“ malam aku adalah musafirmu…” &lt;br /&gt;pak tua yang menguap itu menghentikan &lt;br /&gt;angkot tua yang terhenti &lt;br /&gt;dia lihat tangki yang kemarau &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ malam aku menumpang tidur di pangkuanmu &lt;br /&gt;sampaikan pada anak dan istriku ya , malam..” &lt;br /&gt;dalam bayangannya yang samar pak tua &lt;br /&gt;melihat matahari di balik hujan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;April 2009 &lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3890816747341775168-316716764065547445?l=setangkaisubuh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/feeds/316716764065547445/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2010/05/musafir-malam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/316716764065547445'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/316716764065547445'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2010/05/musafir-malam.html' title='MUSAFIR MALAM'/><author><name>kakanda428</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15375288489042897078</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-sklWIDZXOUo/Tyn4pzj9z9I/AAAAAAAAAt4/OsNhTKu1vSk/s220/295787_303889559623767_100000081778227_1330461_1182585975_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3890816747341775168.post-6725870942028774155</id><published>2010-04-24T21:28:00.000-07:00</published><updated>2010-04-24T21:35:06.778-07:00</updated><title type='text'>DONGENG ROALD DAHL</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_tRhj_XGMagI/S9PFRwl0_MI/AAAAAAAAAfo/jKhiEZxFSOU/s1600/aq.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 206px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_tRhj_XGMagI/S9PFRwl0_MI/AAAAAAAAAfo/jKhiEZxFSOU/s320/aq.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5463927681822555330" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ini kutipan dongeng Ayah kepada Danny dalam buku karangan Roald Dahl berjudul ‘ DANNY SI JUARA DUNIA’ yang sangat saya suka. Begitu imajinatif..Ah, kawan, ada baiknya kutuliskan jua untukmu…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Raksasa Besar yang Ramah membuat serbuk ajaibnya dari mimpi anak-anak ketika mereka tidur, “ katanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Caranya ?” tanyaku.“ Katakan bagaimana caranya, Dad ? ”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Mimpi, sayangku, adalah hal yang sangat misterius. Dia mengambang di udara malam seperti awan kecil , mencari orang yang tidur.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Dapatkah Dad melihatnya?” aku bertanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Tak seorang pun dapat melihatnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Jadi bagaimana Raksasa Besar dapat menangkapnya ?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Ah,“ kata Dad , “ Ini bagian yang menarik ..mimpi, kau tahu ketika ditiup angin malam, mengeluarkan suara dengung lirih, suara yang begitu rendah dan lembut sehingga tidak mungkin didengar orang biasa. Tapi Raksasa Besar yang Ramah dapat mendengarnya dengan mudah. Kemampuan mendengarnya sangat luar biasa.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Raksasa Besar yang Ramah,” kata Dad , “ dapat mendengar langkah kumbang kecil saat dia menginjak daun. Dia dapat mendengar bisikan semut-semut saat mereka bergegas di tanah, berbicara pada satu sama lain. Dia dapat mendengar tangis pohon ketika penebang kayu memotongnya dengan kapak. Ah ya , sayangku, ada dunia suara di sekitar kita yang tak dapat kita dengar karena telinga kita yang sederhana dan tidak cukup peka.’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Apa yang terjadi ketika dia menangkap mimpi ?” aku bertanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Dia memasukannya ke botol kaca dan menutup bagian atasnya rapat-rapat,” kata Dad. “Raksasa Besar yang Ramah menyimpan ribuan botol dalam guanya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Apakah dia menangkap keduanya ?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Tapi dia hanya menggunakan mimpi indah untuk serbuknya .”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Apakah yang dilakukannya dengan yang buruk?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Dia meledakkanya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidaklah mungkin mengatakan padamu sebesar apa aku menyayangi ayahku. Ketika Dad duduk di dekatku di tempat tidur, aku mengulurkan tangan dan mengusapkannya ke genggamannya, kemudian dia menangkupkan jari-jarinya di kepalan tanganku dan memegangnya erat-erat.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Apa yang dilakukan Raksasa Besar yang Ramah dengan serbuknya setelah selesai dibuat ?” aku bertanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Di malam kelam,” kata Dad, “ Raksasa Besar yang Ramah keluyuran ke seluruh desa mencari rumah tempat anak-anak tidur. Karena sangat jangkung, dia dapat mencapai jendela di tingkat satu bahkan dua, dan jika menemukan kamar tempat seorang anak yang sedang tidur dia membuka kopernya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Kopernya ? “ aku mengulangi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Raksasa Besar yang Ramah membawa koper dan corong panjang.” Kata Dad, “ Corongnya sepanjang tiang lampu. Kopernya digunakan untuk menaruh berbagai serbuk. Jadi dia membuka kopernya dan memilih serbuk yang tepat..menaruhnya dalam corong..menyelipkan corongnya ke jendela yang terbuka..dan pssst..dia meniupkan serbuknya..dan serbuk itu melayang-layang di seluruh kamar..dan anak itu menghirupnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Terus bagaimana ?’ aku bertanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Kemudian, Danny, anak itu mulai memimpikan sesuatu yang indah dan ajaib..dan ketika mimpinya tiba pada saat yang paling indah dan ajaib..serbuk ajaib mulai bekerja..tiba-tiba mimpinya bukan lagi mimpi tapi kejadian nyata…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wow..imajinatif, bukan ? Saya seakan dibawa ke dalam dongeng kanak-kanak yang menakjubkan..ah,mimpi… andaikan itu keajadian nyata maka dengan segenap hati dan kerinduan saya menunggu Raksasa Besar yang Ramah itu setiap malam di jendela sebelum tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;luarrrr biasa..makasih Om Roald Dahl yang mengusik mimpi kanak-kanakku yang telah jauh…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;April 2010&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3890816747341775168-6725870942028774155?l=setangkaisubuh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/feeds/6725870942028774155/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2010/04/ini-kutipan-dongeng-ayah-kepada-danny.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/6725870942028774155'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/6725870942028774155'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2010/04/ini-kutipan-dongeng-ayah-kepada-danny.html' title='DONGENG ROALD DAHL'/><author><name>kakanda428</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15375288489042897078</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-sklWIDZXOUo/Tyn4pzj9z9I/AAAAAAAAAt4/OsNhTKu1vSk/s220/295787_303889559623767_100000081778227_1330461_1182585975_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_tRhj_XGMagI/S9PFRwl0_MI/AAAAAAAAAfo/jKhiEZxFSOU/s72-c/aq.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3890816747341775168.post-98407020044422664</id><published>2010-04-21T21:11:00.000-07:00</published><updated>2010-04-21T21:23:43.684-07:00</updated><title type='text'>ROMANTISME MESIN TIK</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_tRhj_XGMagI/S8_MqpovcoI/AAAAAAAAAfg/H40o4EuoktE/s1600/mesin.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 202px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_tRhj_XGMagI/S8_MqpovcoI/AAAAAAAAAfg/H40o4EuoktE/s320/mesin.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5462809906127008386" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sejak dahulu saya ingin sekali mempunyai sebuah mesin tik. Sampai kini pun keinginan itu belum jua menguap dari daftar rencana. Meskipun kuno namun dimata saya mesin tik terlihat klasik dan mencirikan pengarang sejati. Ada semacam kebanggaan purba saat saya melihat foto-foto pengarang zaman dahulu ( masih hitam putih bow ) sambil mengetik dan cerita tentang mesin keramat zaman dahulu kala itu : Pipiet senja dengan ‘’denok” nya yang menemaninya di awal-awal mengirim naskah ke media ; NH.Dini yang berpose sambil mengetik naskah yang ditulis rapi dengan tangan ;- tertera pada sampul belakang halaman novelnya “ JALAN BANDUNGAN “ ; Arswendo dengan puluhan koleksi mesin tik dari banyak model dan merek ; Pramoedya Ananta Toer--sang Sastrawan besar yang dimliki Indonesia mengetik novel-novel tebalnya dari dalam penjara ; Rosihan Anwar-wartawan senior yang samapi saat ini masih menggunakan masin tik untuk menulis artikel dan merasa macet bila menggunakan laptop yang jaug lebih modern… &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mesin tik merupakan barang mahal pada zamannya. Hemat energi, simbolisasi perjuangan para pengarang tempo dulu. Meskipun teknologi menghadirkan mesin canggih bin praktis semisal komputer, laptop.. tapi romantisme pengarang dan cerita rekaanya terasa lebih intim dengan mesin tik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka beberapa bulan lalu seorang teman di FLP dengan baik hati meminjamkan mesin tiknya pada saya. Ia membawanya pada acara seminar penulisan bersama Izzatul Jannah. Duh..betapa merepotkannya harus menjinjing mesin tik yang lumayan berat itu dari rumahnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Kamu jaga baik-baik ya kindi..aku percaya sama kamu. Ini dirumah juga gak dipake..ini mesin tik peninggalan almarhum ayah..” kata Mbak Herlina pada saya . Sampai di rumah saya membuka penutupnya yang sudah berdebu itu . Kondisinya masih bagus dan masih mengkilat hanya pitanya saja yang sudah habis. Saya meraskan bahwa mengetik dengan rapi menggunakan mesin tik membutuhkan kesabaran dan ketelitian berbeda dengan mengetik di komputer yang serba klik. Ah pengarang zaman dulu yang menulis buku tebal-tebal..betapa tabahnya dan gigihnya bertempur dengan mesin tik. Berbeda dengan komputer, kelebihan mesin tik selain bisa berbunyi tik tik tik tokkk, hemat energi, tanpa perlu dicharge, tanpa virus , tanpa mesin print..meskipun merepotkan namun suaranya yang berisik itu menurut beberapa penulis bisa menambah kelancaran ide. Untuk saat ini tentu untuk mengirimkan naskah ke mesia kita harus patuh mengikuti prosedur yang ada : ketik rapi dengan komputer kirim via email. Ah mesin tik nan romantis… &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, Allah..suatu hari bila ada rezeki saya ingin memiliki mesin tik sendiri disamping laptop atau komputer. Menapaktilasi perjuangan pengarang zaman dulu dengan tarian jemari sambil mendengar suaranya yang khas : tik..tok..tokktok..tik..TING ! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22 April 2010 &lt;br /&gt;( untuk Mbak Herlina yang sudah meminjamkan mesin tiknya padaku…makasih ^_^ ) &lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3890816747341775168-98407020044422664?l=setangkaisubuh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/feeds/98407020044422664/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2010/04/romantisme-mesin-tik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/98407020044422664'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/98407020044422664'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2010/04/romantisme-mesin-tik.html' title='ROMANTISME MESIN TIK'/><author><name>kakanda428</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15375288489042897078</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-sklWIDZXOUo/Tyn4pzj9z9I/AAAAAAAAAt4/OsNhTKu1vSk/s220/295787_303889559623767_100000081778227_1330461_1182585975_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_tRhj_XGMagI/S8_MqpovcoI/AAAAAAAAAfg/H40o4EuoktE/s72-c/mesin.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3890816747341775168.post-3268423001059308588</id><published>2010-04-17T00:42:00.000-07:00</published><updated>2010-04-17T00:48:52.172-07:00</updated><title type='text'>RUMAH IBU</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_tRhj_XGMagI/S8lnUkbiYrI/AAAAAAAAAfY/HdIswX9yWsk/s1600/aq.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 226px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_tRhj_XGMagI/S8lnUkbiYrI/AAAAAAAAAfY/HdIswX9yWsk/s320/aq.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5461009626237657778" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;azan magrib melukis jalan bagimu..&lt;br /&gt;rumah kembara sudah tertutup pintu&lt;br /&gt;berjalanlah menuju jalan lenggang bagi&lt;br /&gt;letih perjalananmu, merindu sarang&lt;br /&gt;untuk&lt;br /&gt;ayat-ayat jiwamu yang terbakar&lt;br /&gt;mungkin berdebu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pulanglah ke pangkuanku, anakku&lt;br /&gt;setelah waktu mengaburkan rindu&lt;br /&gt;tulis kembali mimpi-mimpi&lt;br /&gt;dalam kitabmu yang merona akan cahaya&lt;br /&gt;lembar-lembar yang setiap malam kutulis&lt;br /&gt;adalah pelarian bagi rindu yang mengepak kupu-kupu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di taman waktu di rumah ibu&lt;br /&gt;rumah cintamu yang telah terbakar aroma&lt;br /&gt;kenangan&lt;br /&gt;dan pintunya telak lapuk oleh kepergian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;redakan sayapmu..kembali ke rumah ibu&lt;br /&gt;-- sungai yang mengalir dan bau perdu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;azan subuh melukis jalan untukku&lt;br /&gt;rumah yang terbuka membuka jalan&lt;br /&gt;tapi penggembara belum juga pulang&lt;br /&gt;tubuhkku telah ditandu beranjak kekal perjalanan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mata-mata gerimis mengintip langkahmu dari balik kelambu&lt;br /&gt;gemanya tak kudengar jua..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan waktu menutup waktu bagi keraguan&lt;br /&gt;sebuah perjumpaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17 April 2010&lt;br /&gt;U Ibu..setakzim cinta kupersembahkan T_T..&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3890816747341775168-3268423001059308588?l=setangkaisubuh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/feeds/3268423001059308588/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2010/04/rumah-ibu.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/3268423001059308588'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/3268423001059308588'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2010/04/rumah-ibu.html' title='RUMAH IBU'/><author><name>kakanda428</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15375288489042897078</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-sklWIDZXOUo/Tyn4pzj9z9I/AAAAAAAAAt4/OsNhTKu1vSk/s220/295787_303889559623767_100000081778227_1330461_1182585975_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_tRhj_XGMagI/S8lnUkbiYrI/AAAAAAAAAfY/HdIswX9yWsk/s72-c/aq.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3890816747341775168.post-3023011785504509784</id><published>2010-04-07T02:11:00.000-07:00</published><updated>2010-04-07T02:24:25.366-07:00</updated><title type='text'>DeAr, alEyA......</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_tRhj_XGMagI/S7xNcChPtBI/AAAAAAAAAfQ/hILGn-cs734/s1600/AW.bmp"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 312px; height: 319px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_tRhj_XGMagI/S7xNcChPtBI/AAAAAAAAAfQ/hILGn-cs734/s320/AW.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5457321992574186514" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Aleya memang tidak cantik. Aku pun sulit untuk mendeskripsikan sosoknya secara detail. Apakah ia secantik bidadari ? Atau matanya bening bak peri ? Aku tak tahu..ia hanya ilusi. Aku hanya tahu wajahnya bergaris-garis. Ia hidup diantara aroma pena. Dan percayalah, kawan..ia adalah pendengar yang setia. Ia memeluk segala ceritaku rapat-rapat bagai ibu yang selalu menantikan kedatangan dan melepas  kepergian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namanya begitu saja mencuat dalam semesta nama-nama yang ada di kepalaku. Apabila Shakespare dengan enteng mengatakan bahwa apalah arti sebuah nama? Maka bagiku nama adalah cinta. Aleya selalu menungguku setiap malam dan setiap kesempatan yang aku punya. Ia tak suka keramaian yang mewarnai ruang. Saat kami berkencan, ia tahu diamku adalah denyut cerita yang kupendam dan ia dengan ajaib menciptakan keran dimana potongan-potongan peristiwa yang kualami mengalir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Menurutmu apakah aku seorang pria yang melankolis, Aleya ?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Persetan dengan sebutan itu…mengapa kau ngomong begitu ?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘ Ya mungkin laki-laki kebanyakan menganggap bercerita denganmu hanya membuang-buang waktu dan meletihkan…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Kenapa hidupmu harus dikontrol oleh orang lain? Bukankah kamu bilang padaku bahwa kau mau jadi penulis ? Bercerita padaku adalah hal mutlak agar kau terlatih…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Yakinkan aku sekali lagi, Aleya.. agar aku mencintaimu dengan sebuah kebanggaan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Baik ..kau tahu penulis-penulis besar juga mencintaiku…baik bila kau mau aku bermain gender karena kau menganggap mencintaiku mutlak dilakukan para wanita…o lugu dan naifnya dirimu, kawan..bahkan sastrawan-sastrawn besar  begitu mencintaiku..kau tahu Ahmad Tohari..Pramoedya Ananta toer, Muchtar Lubis..Anton chekov..Paulo Coelho…terlalu banyak bila harus aku sebut..bahkan mantan presiden BJ Habibie begitu rajin mencintaiku..jangan naïf temanku yang lugu..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Ya aku tahu, Aleya…tapi mereka menceritakan hal-hal ajaib.. karya-karya besar..sementara aku hanya catatan remeh temeh..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Come on boi..sempit sekali cakupan pikiranmu..tak ada seuatu hal besar yang tidak bermula dari hal-hal kecil…oh tuhan..lugunya dirimu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ O Aleya..aku tak pernah sanggup berdebat kusir denganmu hingga detik ini..aku menyerah…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*    *     *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka aku mulai mencintai Aleya…aku bercerita apa saja ; pengalaman dan diary hidup, ide kecil, daftar rencana..puisi, cerpen, kutipan kata bijak, lirik lagu…air mata, tawa bagai mengapung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Potongan-potongan ceritaku pada Aleya…..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-- Minggu pagi yang dingin, Aleya..tak ada cahaya matahari menyambut pagi dan mencuri-curi masuk lewat jendela..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-- Aleya hari ini aku mengalami keajaiban..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-- Langit mendung, Aleya..dalam imajiku langit seperti menjahit udara menggunakan pasukan jarum hujan yang turun dan meresap ke dalam bumiku yang congkak..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-- Alhamdulillah Aleya..aku mendapat amplop saat jadi juri perdana..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penampilan Aleyaku mungkin tidak seindah milikmu. Hanya berisikan 58 lembar saja. Dia tidak sewangi aroma buah atau bunga. Tulisanku pun tak serapi guru bahasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku berharap mencintai Aleya adalah sebuah keberuntungkan dimana pada suatu masa akan ada hasilnya membawaku melewati titian menuju cita-cita..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmm, kawan..... apakah buku harianmu pun bernama ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7 April 2010&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3890816747341775168-3023011785504509784?l=setangkaisubuh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/feeds/3023011785504509784/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2010/04/dear-aleya.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/3023011785504509784'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/3023011785504509784'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2010/04/dear-aleya.html' title='DeAr, alEyA......'/><author><name>kakanda428</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15375288489042897078</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-sklWIDZXOUo/Tyn4pzj9z9I/AAAAAAAAAt4/OsNhTKu1vSk/s220/295787_303889559623767_100000081778227_1330461_1182585975_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_tRhj_XGMagI/S7xNcChPtBI/AAAAAAAAAfQ/hILGn-cs734/s72-c/AW.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3890816747341775168.post-5262416534057031009</id><published>2010-04-02T23:40:00.000-07:00</published><updated>2010-04-02T23:46:40.108-07:00</updated><title type='text'>MEMO HARI INI...</title><content type='html'>&lt;strong&gt;lihatlah, aku tak menangis&lt;br /&gt;meski hidup menawarkan sedu sedan&lt;br /&gt;dan lukanya di setiap ruas-ruas jalan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MARET 2010&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3890816747341775168-5262416534057031009?l=setangkaisubuh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/feeds/5262416534057031009/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2010/04/memo-hari-ini.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/5262416534057031009'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/5262416534057031009'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2010/04/memo-hari-ini.html' title='MEMO HARI INI...'/><author><name>kakanda428</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15375288489042897078</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-sklWIDZXOUo/Tyn4pzj9z9I/AAAAAAAAAt4/OsNhTKu1vSk/s220/295787_303889559623767_100000081778227_1330461_1182585975_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3890816747341775168.post-6645663622764090282</id><published>2010-03-30T23:59:00.000-07:00</published><updated>2010-03-31T00:38:04.496-07:00</updated><title type='text'>KEAJAIBAN DARI KOTAK MASUK</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Aku ingin menuliskan sesuatu hal ajaib dalam hidupku yang baru saja kualami. Di zaman yang sangat sulit mendapat sebuah kepercayaan dan ketulusan, Allah memberi pertolongan dengan caranya yang cantik. Tak terduga. Melalui seorang teman yang kukenal dalam jaringan pertemanan Face book.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabtu, 19 Maret 2010 aku membuka halaman fesbug di warnet dekat rumah. Iseng aku mencoba membuka kotak pesan. Aku tidak terkejut saat mendapati puluhan kotak masuk dari sebuah komunitas komik yang mungkin setiap hari membombardir kotak masuk yang hingga jumlahnya puluhan enggan kubuka. Aku melihat kotak masuk dari seseorang( ia memintaku untuk merahasiakan namanya ). Isinya membuatku terkejut : Maaf kalau tak keberatan aku ingin bantu. Dan pesan selanjutnya dia meminta nomor rekeningku--sebelumnya ia meminta maaf kalau aku tersinggung. Tentu aku tak perlu bertanya darimana ia tahu bahwa aku sedang mengalami kesulitan dalam hal keuangan--mengembalikan uang pinjaman yang kupakai untuk mengganti kerusakan pada suatu insiden sepeda motor dimana aku yang harus mengganti kerusakan.Di tengah kebuntuan aku berencana untuk menjual koleksi buku2 ceritaku yang masih bagus dan handphone butut sebagai salah satu jalan keluar. Dan sebaris gumaman itu kutulis dalam statusku waktu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan kemudian adalah apa yang membuat dia percaya dan tergerak megulurkan tangannya sementara kami hanya kenal lewat jalur maya ? Hanya Allah yang tahu, adalah jawaban yang benar. Aku tak mengetahui identitasnya secara terperinci, photo profilnya tak disertakan dalam fesbugnya. Ketika aku menanyakan alamat rumah sebab aku ingin mengirimkan bingkisan bundelan puisiku sebagai bentuk terima kasih, dia menolak. Dia hanya berkata, Alhamdulillah ia salah satu hamba Allah yang diberikan kelebihan rezeki dan hanya berniat membantu sekedarnya. Subhanallah...inikah jawaban dari doa kecilku? Atau ini sebagai bentuk keadilan Allah karena dia mengetahui bahwa pada insiden itu aku yang berada di pihak yang dirugikan namun berbaik hati seolah aku berada di pihak yang telah merugikan. Allahu Akbar !!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada mulanya dia &lt;em&gt;pure&lt;/em&gt; ingin membantuku, namun aku tidak ingin memanfaatkan kebaikan hati orang lain yang telah sudi mengulurkan tangannya dan membantu mengatasi kesulitanku. Maka dengan kesepakatan bersama uang yang diberikannya padaku dianggap sebagai uang pengganti dia membeli 5 buku yang rencananya akan kujual itu, dan ia meminta buku itu diberikan kepada yang lebih membutuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh, masih dengan keharuan yang meluap aku menganggap ini sebuah keajaiban. Mana mungkin ? Dalam tempo satu hari...bayangkan, bahkan orang yang mengenal kita sudah lama pun belum tentu membantu kesulitan kita itu pada saat kita membutuhkannya.Allah telah menunjukkanya padaku bahwa ia akan memberikan jalan keluar setiap hambanya dengan caranya yang cantik. Kerap kubaca cerita yang lebih ajaib dari ini tapi rasanya berbeda saat kita merasakannya langsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih untuk hamba Allah yang telah sudi membantuku..semoga Allah senantiasa memberikan rezekinya untuk bisa membantu orang banyak yang membutuhkan..dan kau telah membuatku percaya pada sebuah keajaiban dari sebuah pertemanan.Dan 5 buah buku itu insya allah akan kusumbangkan untuk yang lebih bermanfaat. Amin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allahu Akbar..laa haulla walaa quwatta illa billahi..terimaksih ya Allah...^_^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahir MAret 2010 &lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3890816747341775168-6645663622764090282?l=setangkaisubuh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/feeds/6645663622764090282/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2010/03/keajaiban-dari-kotak-masuk.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/6645663622764090282'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/6645663622764090282'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2010/03/keajaiban-dari-kotak-masuk.html' title='KEAJAIBAN DARI KOTAK MASUK'/><author><name>kakanda428</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15375288489042897078</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-sklWIDZXOUo/Tyn4pzj9z9I/AAAAAAAAAt4/OsNhTKu1vSk/s220/295787_303889559623767_100000081778227_1330461_1182585975_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3890816747341775168.post-1614969293687652651</id><published>2010-03-30T23:43:00.000-07:00</published><updated>2010-03-30T23:46:56.391-07:00</updated><title type='text'>ZIKIR SUNYIKU, KERETA....</title><content type='html'>&lt;strong&gt;mencari tuhan di jantung sepi &lt;br /&gt;--mencekam &lt;br /&gt;nelayanlah aku sendiri di alur gelombang &lt;br /&gt;--mencari &lt;br /&gt;datang pada sebuah dimensi &lt;br /&gt;-kudus wahai sunyi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di alamat sepertiga &lt;br /&gt;--diri berserah &lt;br /&gt;kelopak mawar di atas sajadah &lt;br /&gt;--mewangi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tuhan ada tak pernah kemana &lt;br /&gt;yang dhaif ini meminta &lt;br /&gt;ya sahaya inilah hamba &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;zikir sunyiku jelma kereta melintasi batas &lt;br /&gt;bumi dan udara.... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19 Maret 2010 &lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3890816747341775168-1614969293687652651?l=setangkaisubuh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/feeds/1614969293687652651/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2010/03/zikir-sunyiku-kereta.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/1614969293687652651'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/1614969293687652651'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2010/03/zikir-sunyiku-kereta.html' title='ZIKIR SUNYIKU, KERETA....'/><author><name>kakanda428</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15375288489042897078</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-sklWIDZXOUo/Tyn4pzj9z9I/AAAAAAAAAt4/OsNhTKu1vSk/s220/295787_303889559623767_100000081778227_1330461_1182585975_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3890816747341775168.post-7228921415825647618</id><published>2010-03-30T23:42:00.000-07:00</published><updated>2010-03-30T23:43:17.378-07:00</updated><title type='text'>KALENDER</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Senja makin tua, ibu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angka mengerdip di setiap subuh yang kupunya&lt;br /&gt;Gentanya dibawa camar melayang di lubuk pulang&lt;br /&gt;Kita menangisi episode kepergian demi kepergian &lt;br /&gt;Atas nama kenangan yang pasti datang &lt;br /&gt;pada persinggahan kalender yang angkanya&lt;br /&gt;pasti kau kenang.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2 FEBRUARI 2010&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3890816747341775168-7228921415825647618?l=setangkaisubuh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/feeds/7228921415825647618/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2010/03/kalender.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/7228921415825647618'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/7228921415825647618'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2010/03/kalender.html' title='KALENDER'/><author><name>kakanda428</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15375288489042897078</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-sklWIDZXOUo/Tyn4pzj9z9I/AAAAAAAAAt4/OsNhTKu1vSk/s220/295787_303889559623767_100000081778227_1330461_1182585975_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3890816747341775168.post-5494667486858293091</id><published>2010-03-30T23:37:00.000-07:00</published><updated>2010-03-30T23:41:06.827-07:00</updated><title type='text'>LUKA ITU NISBI....</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Baik, ketika aku berdialog pada sepi&lt;br /&gt;yang kau sisakan padaku sebuah ruang hitam dimana tubuh&lt;br /&gt;sendiri mengejang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;oke, bila melukaimu adalah sebuah syarat suatu pengorbanan&lt;br /&gt;maka ingin kutikam diri dalam kucuran&lt;br /&gt;gerimis yang turun tak menghendaki musim pada mataku yang sayup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kau bilang hidup hanya memberi arti pada kenangan&lt;br /&gt;kelak ditangisi sendiri saat perpisahan berada pada &lt;br /&gt;tubir bahagia yang tercipta oleh pesona bianglala kehidupan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;luka itu nisbi...&lt;br /&gt;kan kau temui jua pada kamus dewa dewi...&lt;br /&gt;maka pergi atau kembali&lt;br /&gt;udara tetap sunyi....aku terkutuk sendiri merajang perih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o beginikah hidup, ibu..&lt;br /&gt;dongeng hitam yang coba kau sembunyi di saat kanak2 lain bermimpi&lt;br /&gt;untuk negeri bahagia yang tak jua kumiliki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;luka itu nisbi, ya nisbi...&lt;br /&gt;kubagi dalam puisi sunyi.....sepia yang lestari...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16 Maret 2010 &lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3890816747341775168-5494667486858293091?l=setangkaisubuh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/feeds/5494667486858293091/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2010/03/luka-itu-nisbi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/5494667486858293091'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/5494667486858293091'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2010/03/luka-itu-nisbi.html' title='LUKA ITU NISBI....'/><author><name>kakanda428</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15375288489042897078</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-sklWIDZXOUo/Tyn4pzj9z9I/AAAAAAAAAt4/OsNhTKu1vSk/s220/295787_303889559623767_100000081778227_1330461_1182585975_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3890816747341775168.post-1377303848056084525</id><published>2010-03-19T04:13:00.000-07:00</published><updated>2010-03-19T04:19:10.585-07:00</updated><title type='text'>KETIKA..</title><content type='html'>&lt;strong&gt;ketika luka datang mengendap, aku ingin &lt;br /&gt;menghisap lukanya lalu kuterbangkan ke udara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi tidak mudah, sebab ada satu tuntutan&lt;br /&gt;: aku harus menerbitkan hujan pada&lt;br /&gt;sepasang mata letih berkelana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku membakar rindu, yang kelak menjadi abu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16 Maret 2010&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3890816747341775168-1377303848056084525?l=setangkaisubuh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/feeds/1377303848056084525/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2010/03/ketika.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/1377303848056084525'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/1377303848056084525'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2010/03/ketika.html' title='KETIKA..'/><author><name>kakanda428</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15375288489042897078</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-sklWIDZXOUo/Tyn4pzj9z9I/AAAAAAAAAt4/OsNhTKu1vSk/s220/295787_303889559623767_100000081778227_1330461_1182585975_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3890816747341775168.post-1851889725779075991</id><published>2010-03-15T22:50:00.000-07:00</published><updated>2010-03-15T22:55:18.113-07:00</updated><title type='text'>SETANGKAI REFRAIN...</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_tRhj_XGMagI/S58dC1B3-jI/AAAAAAAAAeo/5rqoyaIK2I8/s1600-h/LIU.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_tRhj_XGMagI/S58dC1B3-jI/AAAAAAAAAeo/5rqoyaIK2I8/s320/LIU.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5449106008573475378" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Meskipun hidup ahirnya hanya menyisakan tulang yang dikecup debu-debu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ingin memberi arti untuk gugusan cintaku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski kau bilang kelabu, tiada menyerah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kupanah segenap daya upaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langit masih teduh memeluk mimpiku yang jauh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan setangkai refrain dari sepotong lagu berjudul&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;: kamu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aGUS kINDI, 22 jANUARI 2009&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3890816747341775168-1851889725779075991?l=setangkaisubuh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/feeds/1851889725779075991/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2010/03/setangkai-refrain.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/1851889725779075991'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/1851889725779075991'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2010/03/setangkai-refrain.html' title='SETANGKAI REFRAIN...'/><author><name>kakanda428</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15375288489042897078</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-sklWIDZXOUo/Tyn4pzj9z9I/AAAAAAAAAt4/OsNhTKu1vSk/s220/295787_303889559623767_100000081778227_1330461_1182585975_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_tRhj_XGMagI/S58dC1B3-jI/AAAAAAAAAeo/5rqoyaIK2I8/s72-c/LIU.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3890816747341775168.post-6896364551406386880</id><published>2010-03-15T22:26:00.000-07:00</published><updated>2010-03-15T22:41:45.646-07:00</updated><title type='text'>RAJAWALI</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_tRhj_XGMagI/S58ZfEUPQsI/AAAAAAAAAeg/E7psBX2XfGc/s1600-h/rajawali.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 246px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_tRhj_XGMagI/S58ZfEUPQsI/AAAAAAAAAeg/E7psBX2XfGc/s320/rajawali.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5449102095666856642" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;ketika lahir seharusnya aku jadi burung &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi kata ibu sayapmu belum rajawali &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ketika aku mengecup dunia mestinya aku jadi udara &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi kata ayah kamu belum bisa membaca cinta &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saat dewasa mestinya aku jadi rajawali yang mengudara &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi kata mereka lupakan.. kamu jadi manusia normal saja &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang berjalan bagai prajurit dikomando titah &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan sabda &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ruang yang diberi rantai memasung tangan dan kaki &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di bawah kata merdeka yang dipekikan dunia &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;November 2009 &lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3890816747341775168-6896364551406386880?l=setangkaisubuh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/feeds/6896364551406386880/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2010/03/rajawali.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/6896364551406386880'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/6896364551406386880'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2010/03/rajawali.html' title='RAJAWALI'/><author><name>kakanda428</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15375288489042897078</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-sklWIDZXOUo/Tyn4pzj9z9I/AAAAAAAAAt4/OsNhTKu1vSk/s220/295787_303889559623767_100000081778227_1330461_1182585975_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_tRhj_XGMagI/S58ZfEUPQsI/AAAAAAAAAeg/E7psBX2XfGc/s72-c/rajawali.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3890816747341775168.post-212233672785817309</id><published>2010-03-11T19:56:00.000-08:00</published><updated>2010-03-11T20:05:59.563-08:00</updated><title type='text'>MEMORABILIA</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_tRhj_XGMagI/S5m9e-_friI/AAAAAAAAAeY/T7J27ARUdvI/s1600-h/ADA.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_tRhj_XGMagI/S5m9e-_friI/AAAAAAAAAeY/T7J27ARUdvI/s320/ADA.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5447593564284366370" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bersama Yuant Tiandho--teman FLP yang baru diganjar juara lomba cerpen FLP Lampung Timur sebagai pemenang ke 2 kategori cerpen dan Harapan 1 untuk kategori puisi. Didampingi oleh mbak Sri Rahayu dari FLP Lampung Timur. Foto diambil di sela2 istirahat pada acara Muswil di DEWAN KESENIAN LAMPUNG beberapa waktu lalu...&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3890816747341775168-212233672785817309?l=setangkaisubuh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/feeds/212233672785817309/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2010/03/memorabilia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/212233672785817309'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/212233672785817309'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2010/03/memorabilia.html' title='MEMORABILIA'/><author><name>kakanda428</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15375288489042897078</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-sklWIDZXOUo/Tyn4pzj9z9I/AAAAAAAAAt4/OsNhTKu1vSk/s220/295787_303889559623767_100000081778227_1330461_1182585975_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_tRhj_XGMagI/S5m9e-_friI/AAAAAAAAAeY/T7J27ARUdvI/s72-c/ADA.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3890816747341775168.post-2053113878466887074</id><published>2010-02-09T03:29:00.000-08:00</published><updated>2010-02-09T03:49:33.836-08:00</updated><title type='text'>SAJAK AHIR SANG PENJUDI</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_tRhj_XGMagI/S3FIzp1XxoI/AAAAAAAAAeQ/ib7DvFjkB2w/s1600-h/AS.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 266px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_tRhj_XGMagI/S3FIzp1XxoI/AAAAAAAAAeQ/ib7DvFjkB2w/s320/AS.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5436206277453137538" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;tobaaaaaattttt...!&lt;br /&gt;( kartu as berguguran dari kuburnya yang berbentuk wajik )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9 Februari 2010&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3890816747341775168-2053113878466887074?l=setangkaisubuh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/feeds/2053113878466887074/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2010/02/sajak-ahir-sang-penjudi.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/2053113878466887074'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/2053113878466887074'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2010/02/sajak-ahir-sang-penjudi.html' title='SAJAK AHIR SANG PENJUDI'/><author><name>kakanda428</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15375288489042897078</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-sklWIDZXOUo/Tyn4pzj9z9I/AAAAAAAAAt4/OsNhTKu1vSk/s220/295787_303889559623767_100000081778227_1330461_1182585975_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_tRhj_XGMagI/S3FIzp1XxoI/AAAAAAAAAeQ/ib7DvFjkB2w/s72-c/AS.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3890816747341775168.post-4846191044356097938</id><published>2010-01-28T22:20:00.000-08:00</published><updated>2010-01-28T22:29:43.224-08:00</updated><title type='text'>SETANGKAI MOTTO DARI ROALD DAHL...</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_tRhj_XGMagI/S2J_3oYyYII/AAAAAAAAAeI/t0K8xMTsM6Q/s1600-h/as.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 165px; height: 250px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_tRhj_XGMagI/S2J_3oYyYII/AAAAAAAAAeI/t0K8xMTsM6Q/s320/as.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5432044694273155202" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;AKU BAGAI LILIN YANG TERBAKAR KEDUA UJUNGNYA&lt;br /&gt;CAHAYANYA TIDAK AKAN BERTAHAN LAMA&lt;br /&gt;TAPI AH TEMAN DAN LAWAN&lt;br /&gt;BETAPA INDAH CAHAYANYA YANG MENAWAN&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3890816747341775168-4846191044356097938?l=setangkaisubuh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/feeds/4846191044356097938/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2010/01/setangkai-motto-dari-roald-dahl.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/4846191044356097938'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3890816747341775168/posts/default/4846191044356097938'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://setangkaisubuh.blogspot.com/2010/01/setangkai-motto-dari-roald-dahl.html' title='SETANGKAI MOTTO DARI ROALD DAHL...'/><author><name>kakanda428</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15375288489042897078</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-sklWIDZXOUo/Tyn4pzj9z9I/AAAAAAAAAt4/OsNhTKu1vSk/s220/295787_303889559623767_100000081778227_1330461_1182585975_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_tRhj_XGMagI/S2J_3oYyYII/AAAAAAAAAeI/t0K8xMTsM6Q/s72-c/as.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
